Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Blogger Jogja Ngobrol Bareng MPR RI Tentang 4 Pilar Kebangsaan



Hujan mulai turun ketika saya memasuki lobby Hotel Satoria. Beberapa teman blogger ternyata sudah hadir. Mereka asyik berbincang ngalor ngidul, dari hujan yang tiap hari turun di Jogja hingga mengenang event Netizen Gathering MPR RI yang digelar dua tahun yang lalu di Hotel East Park. 



Saya dan teman-teman blogger Jogja merasa senang sekali bisa kembali mengikuti event ini, karena pengetahuan tentang 4 pilar kebangsaan akan bertambah dan kami sebagai blogger yang aktif menulis di blog ataupun sosial media bisa turut membagikan nilai-nilai dari 4 pilar kebangsaan ini bagi masyarakat luas.



Keseruan acara berlangsung sejak dimulainya acara Ngobrol Bareng MPR RI yang dipandu oleh Mbak Mira Sahid serta Mbak Nurliya. Kemudian Bapak Andre yang merupakan Kabag PDSI memberikan sambutan pembuka dan disusul dengan penyampaian materi tentang 4 Pilar Kebangsaan oleh bapak Ma'ruf Cahyono selaku Sesjen MPR RI.


Ohya, teman-teman pasti sudah tahu donk tentang 4 Pilar Kebangsaan? Dulu saat di bangku sekolah sebenarnya kita sudah mendapat pelajaran tentang nilai-nilai 4 pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Bapak Ma'ruf Cahyono menyampaikan jika sebagai warga negara Indonesia harus bisa mengaplikasikan 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena 4 pilar ini menjadi soko guru (penyangga) yang kokoh untuk terwujudnya tujuan bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

1. Pilar Pancasila

Bangsa tidak akan menjadi besar jika tidak berpegang pada moral, Indonesia sudah punya dasar yaitu Pancasila dan merupakan salah satu dari  4 pilar kebangsaan. Indonesia merupakan anugrah dengan kekayaan budaya, suku, agama, ras ataupun warna kulit, Pancasila yg bisa menyatukan semuanya. Lima sila dalam Pancasila menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

2. Pilar UUD 1945

Instrumen untuk membangun cita cita bangsa yaitu UUD 1945 yg didalamnya sudah lengkap, di pasal 1 disebutkan ttg negara kesatuan yg bersatu NKRI untuk kepentingan bangsa. Kedaulatan ada ditangan rakyat dan harus ada pemberi batas yaitu konstitusi karena kebebasan dalam demokrasi tetap harus dikontrol melalui hukum yg ada dalam pasal-pasal UUD 1945.

3. Pilar Bhinneka Tunggal Ika

Indonesia berbeda dengan negara lain, negeri ini memiliki puluhan ribu pulau dengan berbagai bahasa, suku, adat budaya, dan agama yang beragam. Banyak perbedaan tapi hal itu disatukan dalam  semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Semboyan ini pertamakali diungkapkan oleh Mpu Tantular, seorang pujangga dari kerjaan Majapahit pada pemerintahan Raja Hayamwuruk sekitar tahun 1350 – 1389. Dengan berpegang pada semboyan ini yang juga menjadi pilar kebangsaan seharusnya sudah tak ada lagi minoritas atau mayoritas, tak ada lagi perbedaan perlakuan dan hanya mencari kesamaan, karena sebagai warga negara Indonesia kita sederajad.

4. Pilar NKRI

Para founding father atau pendiri bangsa ini sudah menentukan jika kita memilih negara kesatuan sebagai bentuk negara Indonesia. Pulau-pulau yang terpisah akan bersatu dalam wadah NKRI dan pilar ini menjadi landasan kokoh agar masyarakat selalu bersatu dan tidak terpecah belah. Karena jika sampai bangsa ini terpecah belah, tentu bangsa ini akan kembali terjajah. 


Jadi mari kita memaknai Pancasila sebagai falsafah hidup warga negara, mari  kita menumbuhkan jiwa ke NKRI-an kita, memegang teguh Bhineka Tungga Ika itu kita maknai sebagai dasar dari toleransi, dan menjadikan Undang-undang Dasar sebagai pijakan untuk hidup dalam berbangsa dan bernegara.

Ngobrol Bareng MPR RI membuka mata saya, kita ini bangsa yang kuat, bangsa yang hebat. Apakah kita mau menjadi negara lemah dan terpecah belah? Tentu kita tidak ingin bangsa ini hancur, mari ikut berdiri, memperkokoh 4 pilar kebangsaan, agar Indonesia Raya terus hidup hingga selama-lamanya.
Blogger Jogja dalam kostum Netizen's MPR RI ( dok Aqied)


Comments

  1. Mantul.... Dengan 4 pilar ini diharapkan Indonesia mampu menjadi negara yang kuat. Semangaaaaat!

    ReplyDelete
  2. seru kan ya kak, kami pun di Medan sempat dihadiri dengan kawan kawan MPR RI dan pada akhirnya bisa eksplor gedung MPR RI

    pengalaman yang tak terlupakan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…