Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Berbahaya Nggak Sih Memakaikan Gurita Bayi Pada Si Kecil?




Tak bisa dipungkiri jika seandainya menunggu kehadiran buah hati membuat para orang tua memang sudah siap sedia menyiapkan berbagai macam kebutuhan mereka, mulai dari perlengkapan hingga perakitan yang nantinya akan digunakan oleh si kecil selepas kelahiran. Diantara jenis yang paling banyak macamnya adalah pakaian bayi. Selain digunakan sebagai sarana untuk mempercantik si kecil pakaian ini juga memiliki manfaat tambahan yaitu sebagai sarana perlindungan bagi mereka. Sehingga bagi para orang tua juga harus menyediakan secara lengkap jumlahnya, jenisnya beragam, mulai dari pakaian biasa hingga yang tak kalah penting adalah dalaman untuk bayi, seperti diantaranya adalah gurita bayi.

Sebagian pastinya sudah tak asing dengan jenis busana yang satu ini, mengingat sejak zaman nenek moyang terdahulu, maka banyak diantara bayi yang memang dianjurkan untuk menggunakan busana tersebut, dengan fungsi utama adalah untuk membenahi struktur tulang si kecil dan juga membuatnya lebih mudah untuk digendong nantinya, karena tulangnya lebih kuat diikat oleh gurita tersebut. Semakin kesini ternyata sudah jarang yang menggunakan gurita ini.

Banyak diantaranya yang mulai tidak mengenakan gurita bayi dengan alasan adalah untuk menunjang keamanan dan juga kesehatan bagi si kecil. Faktanya menurut sebuah penelitian dan juga sering kali dijelaskan oleh para dokter, ternyata pemakaian gurita pada bayi ini memang dapat memicu berbagai macam resiko berbahaya, diantaranya adalah:

  1. Keluhan pada bagian kulit, tak hanya bagian kemaluan dan juga bokong saja bagian kulit tersensitif pada buah hati, melainkan seluruh badan juga, termasuk diantaranya adalah di bagian dada, dalam penggunaan alat tersebut terkadang keringat tak bisa keluar sebagaimana mestinya sehingga menyebabkan berbagai macam masalah seperti halnya resiko alergi atau gatal-gatal biang keringat.
  2. Kesulitan dalam bernapas, faktanya gurita ini memang di pakaikan pada bagian dada hingga ke perut si kecil, dengan banyaknya ikatan-ikatan yang harus dipasangkan terkadang membuat si kecil menjadi sesak, kesulitan dalam bernapas, sehingga tak jarang diantaranya yang menjadi lebih rewel, karena tak dapat bernapas sebagaimana mestinya. Jika pun ingin memakaikan gurita ke bayi, hendaknya atur secara tepat tingkat ikatan pada dada buah hati sehingga mereka tak kesulitan dalam bernapas.
  3. Menyebabkan buah hati muntah atau gumoh, pada bayi yang sehabis menyusu atau makan muntah memang bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor selain karena jumlah makanan yang masuk ke tubuh berlebih, yaitu juga terjadi karena faktor ikatan guritanya terlalu kencang, sehingga aliran makanan yang masuk tak bisa dicerna sebagaimana mestinya, hal ini secara otomatis menyebabkan makanan yang sudah masuk kedalam lambung nantinya akan keluar lagi dalam bentuk muntahan. Tentunya sangat berbahaya karena mereka tak bisa mendapatkan asupan nutrisi secara cukup.
  4. Dalam jangka panjang bisa memicu masalah pada bentuk tulangnya, pemasangan pada bagian dada atau ruas-ruas tulang belakang dan juga rusuk ini pada dasarnya memang difungsikan untuk memperbaiki tulang, namun kesalahan dalam memilih jenis dan juga bentuknya ternyata memiliki efek yang justru kurang baik bagi buah hati. Seperti diantaranya adalah perubahan bentuk tulang rusuk yang justru kian menyempit, sangat berbahaya karena dapat menekan organ dalam tubuh.

Sehingga sangat penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan pemasangan gurita bayi  ini, tak masalah sebenarnya si kecil mengenakan sarana tersebut, asalkan diimbangi dengan pemakaian secara tepat dan pastikan tidak digunakan setiap waktu. Kalau saya sih memakaikan gurita hanya pada anak pertama itupun hanya beberapa jam saja, sesudahnya malah tidak terpakai karena dokter dan bidan melarang pemakaian gurita pada si kecil.

Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…