Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Kumpul Keluarga di Warung Apung Jombor


Adakah hal lain yang lebih membahagiakan selain berkumpul bersama keluarga besar setelah berbulan-bulan tidak bersua? Tentunya  hal itu menjadi moment yang sangat ditunggu-tunggu 'kan pemirsah.



Begitupun saya yang sudah kangen banget ketemuan sama ponakan ganteng yang rambutnya dijambul kayak papanya ini. Namanya Astungkara. Usianya sekarang sudah 9 bulan. Time flies so fast yak. Sepertinya baru kemaren dia ikut papanya ke luar pulau eh pas balik kampung kok bayi merah itu sudah bisa duduk dan sedang belajar berdiri. 

Minggu yang lalu ponakan ganteng bareng mama n papanya memang balik ke Klaten. Nengokin Bapak Ibu sekalian pindahan karena dia mau mutasi ke pulau lain lagi. Yang ternyata malah lebih jauh.  Nah, mumpung semua ngumpul saya bersama keluarga besar makan bareng di Warung Apung Jombor.



Sobat Prima, Klaten punya rowo atau semacam telaga kecil di daerah Krakitan, Bayat. Banyak rumah makan yang menyediakan aneka menu ikan. Uniknya, rumah makan di Rowo Jombor ini berada di atas telaga. Sesuailah  dengan namanya warung apung karena memang warung makannya terapung diatas air.



Sejak hari Sabtu saya sudah bertolak dari Jogja menuju Klaten. Menginap semalam ceritanya di rumah Ibuk. Minggu pagi kami bersama-sama ke gereja. Sesudah ibadat pak bos alias papa Astu mengajak kami semua makan-makan di Warung Apung Jombor. Yah, sapa yang nolak diajak makan-makan. Termasuk saya. LoL

Cus kami ber 14 menuju ke Warung Apung Jombor yang berjarak sekitar 10 km dari rumah. Ya ampun dari awalnya cuma Bapak Ibu cuma dua orang bisa jadi bertambah banyak gitu ya. Itu aja aku belum nambah anak lagi. ((emang berani?)).

Setengah jam kemudian kami sudah sampai di Warung Apung dan Pemancingan Pondok Roso. Dari sekian banyak warung makan kami selalu langganan di Pondok Roso. Rasa masakannya lumayan dan harganya nggak mahal banget.




Selama perjalanan dedek Astu asyik nyemil biskuit bayi. Dia memang lagi belajar makan. Giginya belum ada yang tumbuh.  Lucu deh liat dia makan, cuma dikenyot-kenyot gitu. Tapi lama-lama abis juga. Btw, lihat dek Astu jadi inget sama Arsaka pas bayi, selain MPASI buatan saya sendiri saya juga memberikan snack bayi yang sehat. Banyak pilihannya kok, bisa dibeli di Tokopedia. 




Ini dia menu pilihan kami, dari lele bakar kesukaan tante Vero (mamahnya dek Astu) , nila bakar, udang tepung, cah kangkung dan oseng taoge teri, lalapan hingga aneka sambal. Tanpa menunggu lama kami langung santap habis semua makanan. Kalau saya sih nyuapin anak lanang dulu. Mereka kenyang baru emaknya makan. Btw, beberapa kali makan di Pondok Roso baru sekali ini saya memesan sayur taoge ples teri. Amboi, ternyata enak banget lho. Kalau kesini lagi wajib pesen deh.


Keluarga besar pak Sangadi

Coba tebak mana adik mana kakak

Teman-teman, di Warung Apung Pondok Roso ada banyak mainan untuk anak-anak. Seperti mandi bola, kemidi putar, kuda-kudaan hingga pengunjung bisa naik rakit menyusuri Rowo Jombor. Anak-anak puas banget mainan di sana, saya sendiri kekenyangan dan akhirnya bersantai sembari ngobrol bareng keluarga.

Satu hal sih yang membuat saya nggak nyaman di sana. Yaitu ada pentas musik dangdut dengan suara sound yang menggelegar dan terkadang baju penyanyinya teramat seksi. Nngobrol-ngobrol jadi terganggu dan saat mau ngomomng harus teriak-teriak. Request saya sih ada live musik boleh tapi jangan dangdut dan nggak usah kenceng-kenceng. 


Kumpul keluarga menjadi satu moment yang selalu kami tunggu-tunggu. Tak perlu menunggu Natal ataupun Lebaran, jika ada waktu luang dan bisa berkumpul pasti kami usahakan bertemu yah jika ada satu personel yang tidak bisa datang cukuplah menengok Bapak dan Ibu serta adik di Klaten.



Sobat Prima, bagi saya keluaga itu yang utama. Bukan hanya keluarga kecil saya tetapi keluarga besar dari Bapak, Ibu, ketiga adek dan ponakan-ponakan lucu saya. Memang, setiap orang punya kesibukan masing-masing, waktu terbatas dan terkadang juga untuk mudik atau pulang ke kampung halaman anggaran terbatas. Tetapi sebelum menyesal, buang alasan sibuk, nggak punya uang, nggak ada waktu untuk bertemu anggota keluarga yang lain. Luangkan waktu bagi mereka.

Jika kota berjauhan paling tidak setahun sekali atau dua kali sempatkanlah untuk membuat acara atau kumpul keluarga. Bagi yang mau mudik lebaran jangan tunggu sampai bulan depan buruan beli  tiket kereta Mudik 2018 sekarang. Jangan sampai kehabisan deh. Ngak mau 'kan moment lebaran dan kumpul keluarga besar gagal dan sungkem sama Bapak Ibu dipending di tahun berikutnya?

Harta yang paling berharga adalah keluargaIstana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga



Terimakasih om Hendra dan Tante Vero, selamat bertugas di tempat yang baru yaaa. Selamat berpetualang di Pulau Celebes ya



Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…