Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Medi-Call, Perawatan Kesehatan dalam Genggaman



"Teknologi sudah siap, sekarang tergantung kita. Mau membuat bom atau menjadikannya energi. Tergantung kamu!"  
Agung Hapsah

Ah, dedek emesh satu ini smart banget sih. Kalau bikin video pasti keren dan "berisi". Ada manfaatnya gitu lho. Selain saya ada ratusan ribu atau mungkin jutaan orang yang suka lihat video youtuber yang jago ngomong paka bahasa bule ini. Nggak heran lah subscriber doi hampir satu juta orang. Ehm, bikin elus dada kalau dibandingin subscriber eike yang baru beberapa biji. LoL

Ngomongin teknologi apa yang diutarakan Agung Hapsah 100% benar. Teknologi sudah ada, sosial media bisa menghubungkan kita dengan banyak orang, bisa digunakan untuk bersilaturahmi atau mengembangkan jaringan. Tapi malah banyak yang dipakai untuk membully rame-rame. Syedih gaes.

Begitu pula teknologi berbasis digital lain seperti aplikasi untuk mempermudah semua kebutuhan kita. Kamu pasti sering donk pesen makanan via online, atau butuh transportasi dan memesan ojek online. Kita termudahkan dengan adanya aplikasi tersebut bukan? Itu namanya teknologi yang bermanfaat.

Kali ini saya mau sharing aplikasi kesehatan yang baru saja launching di Jogja pada hari Sabtu, 27 Januari yang lalu.  Medi-Call, aplikasi yang bisa diunduh di smartphone berbasis android ataupun Ios ini memudahkan kita mendapatkan layanan kesehatan secara mandiri.

Saya sendiri sangat mengapresiasi peluncuran aplikasi Medi-Call ini. Bayangkan, saat memerlukan tenaga medis seperti dokter, perawat, bidan ataupun obat kita tinggal memesan menggunakan aplikasi tersebut. Sangat mudah.

Entahlah, rumah sakit bagi saya menjadi hal yang sebisa mungkin dihindari, banyaknya orang sakit disana, antrian mengular, pelayanan yang lama membuat pasien yang sedang kesakitan akan menjadi semakin sakit. 

Adanya aplikasi Medi-Call sangat membantu. Ketika anak tiba-tiba panas, atau terluka dan harus dijahit kita tak perlu ke dokter. Cukup  calling dokter menggunakan aplikasi Medi-Call. Terutama bagi kita yang terjebak di kemacetan dan malas bergerak untuk ke dokter atau rumah sakit, aplikasi ini bisa menjadi jawaban.

Tentang Medi-Call



Aplikasi Medi-Call merupakan perusahaan teknologi penghubung layanan kesehatan  memalui aplikasi dalam smartphone. Aplikasi ini merupakan layanan kesehatan berupa home visit dan memudahkan pasien mencari layanan kesehatan mandiri.




Medi-Call merupakan bagian dari K-24. Perusahaan obat ternama di Jogja dan cabangnya ada di hampir semua kota. dr. Gideon Hartono bersama 3 dokter muda dari Bali yaitu dr. Chandra, dr. Budi dan dr. Patricia. Dalam sambutannya di acara launching Medi-Call untuk area Jogja, dr. Chandra menjelaskan jika aplikasi Medi-Call akan memudahkan setiap penduduk dalam mengakses layanan kesehatan yang sifanya emergency maupun non emergency berdasarkan lokasi terdekat.




Aplikasi Medi-Call sudah resmi didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia. Ketua IDI area Jogja juga berkenan hadir saat pelaunchingan kemarin. Meskipun berbeasis digital tetapi semua proses sudah mengacu pada peraturan yang berlaku. Terkait surat ijin dokter, surat tanda registrasi maupun surat ijin praktik. Jadi semua dokter atau perawat sudah kompeten dan mempunyai surat ijin yang lengkap.

Lalu berapa biayanya?

Pembayaran jasa dokter atau tenaga medis bisa dalam bentuk cash atau Medi-Pay. Sistem yang diberlakukan yaitu reimbusement, pasien membayar terlebih dahulu dan pihak Medi-Call akan memberikan surat-surat yang mengklaim pembayaran tersebut.

Basic fee dari pelayanan kesehatan maksimal Rp. 200.000 per kunjungan dokter, tetapi harga tiap daerah berbeda. Untuk Jogja sekarang sekitar Rp. 100.000. Kemudian ada distance fee atau biaya jarak dari lokasi dokter ke lokasi pasien. Gratis jika jarak kurang dari 5 km dan Rp. 10.000 per km apabila lebih dari 5 km.

Nah, teknologi sudah ada gaes. Yuk bijak menggunakan teknologi, jika Medi-Call memberikan kemudahan perawatan kesehatan dari genggaman kita, kenapa nggak kita manfaatkan :)


Comments

  1. Betul, manfaatkan aplikasi medicall ini. Cocok untuk emak rempong seperti saya, hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…