A Cup of Tea Makes Everything Better



Saat kepala pening atau sedang ada masalah, saya terbiasa duduk merenung sendirian di depan teras. Di temani secangkir teh hangat manis.

 "Srupuuuuut"

Dua teguk teh manis langsung berpindah ke perut saya. Sensasi hangat mengaliri kerongkongan dan  aroma teh melati memaksa saya untuk sejenak memejamkan mata dan menghirup aroma nikmat yang seketika membuat rasa pening hilang dari kepala saya. 

Minum teh hangat menjadi satu aktivitas yang rutin saya lakukan. Gampang, nggak perlu biaya yang mahal tapi efeknya bisa "menyembuhkan".  Mungkin bagi yang tidak suka teh tidak percaya jika teh memiliki manfaat banyak. Riset terbaru menunjukkan hubungan antara nutrisi yang dikonsumsi dengan kerja otak, membantu menjawab mengapa minum teh menjadi bagian penting dalam keseharian. Kandungan nutrisi dalam teh membantu kita menjadi lebih waspada tanpa mengurangi waktu tidur atau istirahat, membuat lebih rileks dan sehat dalam jangka panjang.

Nah, itulah kenapa saat kita suntuk, pikiran semrawut, capek atau tubuh sedang tidak enak bisa diminalisir setelah meminum teh.  Natasha Turner, dalam sebuah artikel yang dikutip Huffington Post menjelaskan, teh mengandung L-Theanine, sejenis asam amino yang berperan besar membuat mudah tidur, mengurangi berat badan, dan membawa “mood” bahagia. 

Bahkan kata Natasha efeknya hampir sama dengan meditasi.  L-Theanine membantu produksi unsur gamma amino butyric acid (GABA) yang akan mempengaruhi produksi dopamine dan serotonin, keduanya mendorong produksi hormon yang memberikan efek bahagia.

Pantas saja tak hanya saya tapi saudara, teman dan banyak orang yang suka minum teh. 

Sejarah Teh



Di antara banyak jenis kemasan teh, teh celup adalah salah satu jenis teh yang paling populer di pasaran karena kepraktisan dalam pembuatannya. Sejarah teh celup sendiri sesungguhnya dimulai secara tidak sengaja ketika Thomas Sullivan, seorang pedagang teh dan kopi dari New York, mengirim sampel teh dalam kantong sutra kecil kepada para pelanggannya. Sullivan menggunakan kantong sutra karena alasan ekonomis, karena jika menggunakan kaleng, biaya pembuatannya lebih mahal dan teh yang dikemas juga harus lebih banyak.

Pelanggan Sullivan awalnya menganggap kemasan ini sama saja dengan teh yang dimasukkan dalam saringan metal sehingga mereka langsung melemparkan begitu saja kemasan tersebut ke dalam air panas. Baru kemudian mereka menyadari bahwa ternyata kemasan tersebut cukup praktis untuk menyeduh teh secara langsung. Sejak saat itu, kepopuleran teh celup melonjak dan akhirnya mulai dipasarkan secara komersial pada tahun 1904, dan dengan cepat popularitasnya menyebar ke seluruh penjuru dunia. Begitupun di Indonesia, teh celup banyak tersedia dimana mana. Salah satu teh celup yang laris adalah teh celup dari Sariwangi.

Teh sudah menjadi minuman yang "harus" ada dalam setiap suasana. Lihat saja di acara hajatan atau pertemuan, pasti teh manis  menjadi salah satu pilihan minum yang selalu ada.Kumpul-kumpul keluarga tidak lengkap rasanya tanpa kehadiran teh celup SariWangi. Teh ini cocok untuk diminum di segala suasana, baik santai maupun serius. Rasanya yang enak dan aromanya yang khas disukai oleh duo anak lanang dan mas bojo. 

Ehm, jadi pengen segera pulang nih, minum teh bareng anak-anak sambil lihat tivi.  Secangkir teh akan membuat segalanya lebih baik, siapa tahu setelah saya bikinin teh manis mas bojo setuju untuk membelikan saya sepaket kamera Mi Jia sekalian gimbalnya. LoL

Comments

  1. saya tuh paling seneng minum teh yg terasa keset2nya di lidah :)

    ReplyDelete
  2. Aku tuh suka teh mbaa.. Pernah yaa pas ke beijing, aku ikut wisata jamuan teh. Di sana kita di jamu minum teh dan cara membuatnyaa.. Sumpaaaah, itu enaaaaakkkk bgt semua jenis teh nya. Ada yg rasa buah, ada yg rasanya pahit tp nth kenapa di lidah ada semburat manis, ada yg wangii banget, banyak macemlah yg kita coba.. Cara bikinnya jg ga sembarangan.. Ada yg gelasnya diputer2 dll :p. Tergodalah aku beli banyak teh2 nya. Tapi sialnya, sampe indonesia, aku coba bikin, kenapaaaaaa rasanya ga bisa seenak pas di acara jamuan itu hahahahahha..

    Sampe skr blm prnh nemu lagi teh seenak wisata jamuan teh di beijing itu

    ReplyDelete
  3. Dari duluu aku suka nge teh, karena Ibuku biasa bikinin teh tiap pagi dan sore jadi kebiasaan itu masih terbawa sampe sekarang. Aku sukanya teh yang nasgitel...hmmm...

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)