Skip to main content

Tips Sebelum Membeli Laptop Terbaru dan Berkualitas

Tidak bisa dipungkiri jika saat ini laptop menjadi benda primer bagi sebagian  orang. Hal tersebut karena laptop digunakan sebagai alat bantu kerja, yang  berpengaruh pada keberlangsungan hidup satu keluarga. Akan tetapi, meskipun sudah berkutat dengan laptop dalam keseharian, seringkali     orang-orang bingung ketika akan membeli ​laptop terbaru
Biasanya karena terkendala harga, atau ketidaktahuan mengenai spesifikasi  laptop masa kini yang beredar di pasaran. Oleh sebab itu, sebelum  benar-benar berburu ke toko laptop, coba perhatikan beberapa tips ini. 
Kiat-Kiat Sebelum Membeli Laptop Baru : Generasi laptop masa kini sudah semakin canggih dan hampir menyamai    komputer dalam hal spesifikasi. Inilah mengapa laptop juga sering disebut  sebagai ​mini PC. Oleh  sebab itu, membeli laptop pun tak ubahnya mencari komputer, ada banyak   pertimbangan yang harus diperhatikan. Antara lain: 

1. OS Seperti Apa yang Ingin Diinstal pada Laptop Anda
Sampai saat ini, sistem operasi yang paling …

Menu Nasi Tempong Banyuwangi yang Bikin Kewalahan



nasi tempong banyuwangi


Berwisata tanpa icip-icip kuliner lokal rasanya ada yang kurang gaes. Seperti makan bakso tanpa micin, atau menjalani hari tanpa senyummu. Aseeek. Eh tapi maap lho bagi kamu generasi #tanpamicin pasti nggak ngaruh kali ya makan bakso tanpa micin, beda ama saya yang nggak bisa hidup tanpa micin eh tanpa cinta dink. Huuexs

Okey mbaksis and masbro, tanpa perlu berlama-lama saya ingin berbagi informasi kuliner yang wajib kamu nikmati ketika bertandang ke Banyuwangi. Kabupaten yang berada di paling ujung pulau Jawa ini punya kuliner unik yang namanya Nasi Tempong. Namanya aja unik kan, apalagi tampilan dan rasanya.

Berdasar referensi mas Alan si empunya www.catatannobi.com ada beberapa kuliner Banyuwangi yang harus saya coba antara lain Ayam Betutu, Nasi Tempong, dan Rujak Soto. Nama terakhir ini saya belum pernah ngerasain dan denger namanya aja kok udah mules. Bayangin ajah, soto berkuah dicampur rujak. Tuing, tuing. Tapi kata mas Alan enak-enak aja sih, ehm jadi penasaran 'kan.

Sayang, saya berada di Banyuwangi cuma 3 hari dan jadwal padat sesi pemotretan ((berasa anggota asia top model)) jadi nggak sempet keliling kota Banyuwangi. Tapi di malam terakhir saya mengajak mas Bojo untuk kulineran di luar hotel. Tahu sendiri menu di hotel kayak gitu, bosen. Sedang siang makannya seadanya di deket tempat wisata.

Dari hotel saya sudah merencanakan mau makan Ayam Betutu Mbak Timah yang sepertinya kami lewati saat perjalanan dari Stasiun Karangasem menuju Watudodol. Tanpa menyalakan GPS akhirnya warung makan Ayam Betutu Mbak Timah terlewatkan.  Sebenarnya bukan hanya terlewat atau salah belok, lebih ke labilan hati saya gaes. Ayam Betutu udah beberapa kali coba saat di Bali ataupun di resto daerah Jogja tapi tadi kadung bilang ama Mas Bojo makan Ayam Betutu ajah, jadi kalau berubah pikiran pasti saya dibilang plinlan. Tapi yoben lah, wis biasa kali'. Dari rumah pengen apa eh sampai jalan berhentinya di warung apa. LoL.

Tapi jangan salahkan saya mas mbak, mending punya #istrilabil dari pada #bojokugalak :P. Btw kalau kamu  squad #suamitakutistri atau #suamimanutan? Pasti keduanya 'kan. Ngaku wae daripada tak bilangin istrimu. 

Lhah malah nggladrah.

Singkat cerita.

"Yank, stop"

"Ada apa cinta?"

"Itu ada warung Nasi Tempong, makan disini saja ya"

"Baiklah istri kesayanganku"

Itu expektasi saya.

Realitanya.

"hop,hop,hop, berhenti sini aja yank"

"Walah, senengane mandeg ndadak"

"Jare ayam betutu?"

"Wis kebablasen je"

"Walah, yowislah" dengan muka ditekuk dan manyun 

((dipersilakan pake translator ya gaes))




Spanduk berwarna kuning cerah seketika tertangkap dalam lensa mata saya. Disusul suara "Hop, hop" tadi kami segera memarkirkan kendaraan di depan warung yang tepat berada di pinggir jalan besar.  Tepatnya jalan apa kami juga nggak tahu wong asal ngikutin jalan lurus dari arah Ketapang menuju kota Banyuwangi. Tapi di gambar selanjutnya ada alamat lengkapnya gaes, jadi apabila kamu ke Banyuwangi bisa mencari alamatnya dengan mudah.



Nah, ada alamatnya tuh gaes Nasi Tempong Bu Umiyati di Sukowidi. Jangan lupa dicatet ya. 

Warung sederhana dengan dua lansia yang dengan ramah melayani kami membuat saya jadi ingat sama simbok  atau simbah saya. Namun usia senja tidak mengurangi kegesitan Bu Umiyati dalam menyiapkan Nasi Tempong unuk kami.

Seorang Bapak yang juga sepuh menanyakan menu apa yang kami pesan. Spontan saya mendekati meja etalase dan melihat-lihat menu apa saja yang tersedia. Saya memesan lele sedangkan Mas Bojo memilih telur. ((halah endog maning kang)).




Saya tertarik sama cobek yang digunakan. Begitu besar dan simbah yang jual mahir banget mencampur bahan dan menguleg sambel hingga lembut. Yang tak kalah menarik perhatian saya yaitu buah merah yang bentuknya perpaduan antara labu dan tomat. ((setelah saya googling ternyata namanya buah Ranti)). Mungkin dulu ada perkawinan antara buah labu sama tomat dan lahirlah si ranti ini. apa seh.



Tanpa menunggu lama simbah kakung atau penjual yang laki-laki menghidangkan dua piring nasi dan dua piring lauk. Saya segera membuka nasi misterius saya alias nasi tempong. Kenapa misterius? Lha isinya kagak kelihatan gaes. Kerupuk putih ukuran besar nampak menutupi isi piring, hanya buntut si lele yang nampak kipat kipit.

Saya singkapkan si kerupuk putih dengan segenap hati dan "badalah lawuhe akeh nemen". Saya jadi inget sama obrolan saya dengan mas Alan. Doi bercerita kalau Nasi Tempong itu lauknya banyak banget. Ternyata memang bener gaes. Di piring yang tersaji ada tempe goreng, tahu, bakwan jagung, 3 potong ikan asih, serta lele yang tadi saya pesan sebagai "lauk" plus kerupuk. Sedang di piring mas bojo isinya sama cuma lelenya diganti telur dadar.  Lalapannya juga nggak kalah banyak gaes, ada daun pepaya, bayam, kemangi, labu siam dan sambal yang kayaknya top markotop. 

Sebelum memulai makan saya agak "mblenger" duluan, ngebayangin lauk yang mesti saya habiskan. Tahu isinya gini kan nggak perlu pesen lele, pake ikan asin aja 'dah enak. ((yaelah dasar udik, emak pelit))

"Buk, maem"

Saya tersadar dari "kemblengeran" setelah anak lanang minta disuapin. Segera saya pindah lele ke piring nasi sebelum tersentuh sambal. Acara menyuapi selesai saya segera minta tambah nasi dan mengeksekusi ikan indosiar dan sambal Nasi Tempong khas Banyuwangi. Rasanya mirip sambal tomat tapi ada sensasi asam dari jeruk limau, terasi asli pesisir dan buah ranti. Sambelnya enak gaes, bedalah sama sambal tomat di Jateng DIY. Maknyus.

Jujur saya agak kerepotan menghabiskan lauk, meskipun lele sudah dilahap anak lanang tapi makan pake sambal, bakwan jagung n ikan asin saja udah cukup, belum lagi tahu tempe mas bojo dilempar ke saya, makin eneg tho. Saya kewalahan menghabiskan gaes.



Sebenarnya nasi Tempong mirip-miriplah sama pecel lele di Jawa tetapi penyajian serta porsi lalapannya jauh lebih banyak nasi tempong. Kalau pecel lele lalapan cuma timun dua iris sama daun kemangi, di Banyuwangi lalapan nasi tempongnya hampir setengah piring sendiri dan saya baru sekali ini makan labu siam yang tidak disayur alias cuma di rebus saja.

Ehm, menikmati kuliner lokal memperkaya pengetahuan serta citarasa. Saya jadi tahu adanya buah Ranti, enaknya ikan indosiar, dan sambal nasi tempong yang menggugah selera. Bagi kamu pecinta pedas, wajib hukumnya menikmati sambal khas Banyuwangi gaes. Untuk level kepedasannya bisa request kok. Kalau masih belum terasa pedes juga, sini dengerin suara saya yang "pedes".



Comments

  1. Nah, ini to penampakan Nasi Tempong. Bulan2 lalu mampir Banyuwangi, dijak makan Nasi Tempong, ga ngerti aku. Malah jadinya makan Rujak Soto sama Sate Lalat

    ReplyDelete
  2. Eh buah ranti itu kalo di aceh perasaan banyak mba. Aku inget bntuknya.. Tp mama slalu bilang namanya tomat sayur hahahaha.. Jd memang utk di sayur aja.. Jd sbnrnya naso tempong ini ciri khasnya, sambelnya itu lah yaa.. Ok ok... Kalo ke banyuwangi aku hrs coba jg

    ReplyDelete
  3. Nasi tempong itu favorit saya dan teman-teman kantor. Yang disukai adalah, lauknya banyak macamnya

    ReplyDelete
  4. Saya jadi penasaran sama cobeknya, sebesar apa ya ? kok tidak di photo.
    Saya tidak kuat dengan pedas... nyerah deh.
    Ranti ,kalau dikampung saya yaitu buah tomat yang kecil-kecil.

    ReplyDelete
  5. Nasi tempong pedesnya kayak habis ditempong gitu po mbak Ma , wkwkwk

    ReplyDelete
  6. Uwaaa,ini mah paket komplit,ada kerupuknya haha

    ReplyDelete
  7. Mbak enaknya ngrasain makanan tradisional org Banyuwangi. BTW pas ke sana gak sempat njajal staycaion di penginapan Mbak Anne? hehe

    ReplyDelete
  8. Buat sambal biasanya pake ranti, bukan tomat *kata bapak penjual sayur langgananku. Ntar kapan2 mau coba ah nyambel pake ranti. Duh ini nasi tempong banyak banget ya isinya, komplit. Kok di spanduk malah nggak ada tulisan sedia nasi tempong ya. Ikan indosiar itu ikan asinnya?

    ReplyDelete
  9. Aku le mbayangke melu kemecer mbak, enaaaaak

    Ah ini komen penuh "kearifan loka" ahahahaha.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …