Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Anak Boleh Bermain Gadget, Asal Orang Tua Tahu Cara Mengaturnya



Gadget oh gadget.  Tak lagi menjadi barang idaman para Bapak Kekinian atau Emak Jaman Now, tetapi Anak Milenial juga mulai kecanduan gadget. Ngaku deh mams nggak usah pencitraan "Enggak kok, anak saya cuma main gundu" "Sorry ya, anak saya belajar terus, nggak kenal itu gadget"

Pruuut. Barang sekali atau beberapa kali anak kita pasti pernah memegang apa yang namanya gadget, entah itu cuma dengerin musik, main games atau liat yutub. Nah, yang terakhir itu bikin perekonomian keluarga terganggu. Kuota internet cepet abis ciin.

Begitupun sama Mas Nathan yang bahkan sejak  didalam kandungan sudah berinteraksi dengan gadget. Tentunya di dalam perut dia nggak mainan hape tetapi emaknya yang nyetelin lagu religius atau ayat-ayat suci. Huahahaha. Pencitraan ciin, pas anak pertama malah seringnya nyetel lagu Justin Bieber. LoL.

Setelah usia satu tahun dia kecanduan gadget dan minta disetelin video lagu-lagu sebelum bobok, kalau enggak bakal nangis. Blah. Karena saya pelit   ibu hemat video yang dia sukai sudah saya download di kantor, di rumah tinggal disetelin jadi nggak boros kuota deh. LoL.

Jujur kecanduan gadget pada anak bukan hal yang membanggakan tetapi suatu tanda jika saya gagal jadi emak teladan. Hiks. Pengalaman buruk tentu tak saya ulangi, dia sangat jarang memegang gadget saya pun juga meminimalisir penggunaan handphone  di depan anak-anak tentunya agar mereka tidak iri. Masak iya, saya asyik-asyikkan main gadget dan mereka enggak, bisa direbut 'kali.

Boleh kok anak main gadget asal tetep diawasi dan waktunya dibatasi

Sebagai orang tua khususnya kita para  Ibu harus bisa mengatur penggunaan gadget pada anak dengan tepat. Mau tahu caranya mams? Monggo silakan disimak:

1. Berikan Gadget Sesuai Usia Anak


Yakin nih mau memberikan gadget atau meminjami gadget kita pada si kecil? Pastikan jika anak umurnya sudah diatas 4/5 tahun dan kita harus mendampingi anak saat menggunakan gadget. Kita juga harus mengawasi apa yang anak kita lakukan dengan gadget tersebut. Pemberian gadget di bawah usia 4 tahun kurang tepat karena bisa menghambat  aktivitas anak yang sedang dalam masa emasnya belajar banyak hal melalui interaksi  dan eskplorasi menggunakan panca indra.

2.  Beri Batasan Waktu


Sampai saat ini saya masih meminjamkan gadget saya atau duo anak lanang menggunakan tablet mereka sendiri, tetapi saya memberi batasan waktu yang jelas. Sebelum mereka bermain dengan gadgetnya saya sudah memberi tahu mereka bermain gadget setengah jam atau berapa menit. Mereka juga harus berjanji untuk menepati waktu. 

Untuk anak usia 5 tahun waktu yang ideal biasanya setengah jam dalam sehari. Jika anak mulai besar, waktu bisa disesuaikan sesuai kebutuhan dan kesepakatan. Semakin dini anak-anak diajari tentang disiplin termasuk dalam penggunaan gadget, semakin kecil pula kemungkinan anak jadi kecanduan gadget di kemudian hari.

3. Hindari Sering Memegang Gadget


Sapa perhatikan jika sesampai di rumah saya tidak memegang gadget, anak-anak juga tidak terpikir untuk bermain gadget. Saya sendiri harus konsisten dan menyimpan erat gadget di tas. Jadi jangan marah kalau anak-anak main gadget terus , pasti dia meniru apa yang mam n paps lakukan. Bener kan. PR banget bagi saya, saya terkadang masih memegang gadget saat menemani anak nonton tivi atau belajar. Lha gimana kalau blas nggak mengecek notifikasi di gadget takutnya ketinggalan nggak dapet job. LoL. 

Bukannya tidak boleh menggunakan  gadget ketika di rumah bersama anak, tapi sewajarnya dan tidak membuat anak merasa diabaikan. 

4. Sesuaikan Aplikasi dan Fitur Gadget


Gadget tidak selalu berdampak buruk, sebab pada kenyataannya apabila penggunaanya tepat gadget juga dapat membantu anak belajar banyak hal. Bagi anak yang masih balita, saya memilih aplikasi atau game yang bersifat edukatif dan interaktif untuk melatih daya ingat, mengenal warna, nama hewan dll. Sedangkan untuk anak usia sekolah kita bisa menyediakan aplikasi belajar. Sekarang banyak banget aplikasi yang menunjang belajar anak dan materinya sama yang diberikan di sekolah.

5. Dampingi Anak


Saat anak asyik bermain game rasanya saya bisa bebas ngapa-ngapain tanpa gangguan. Tapi itu keliru, justru disaat anak bermain gadget, kita dampingi dan diberi pengarahan. Apalagi seperti saya yang sebagian besar waktu ada di kantor. Mendampingi duo anak lanang merupakan salah satu cara menghangatkan kebersamaan dalam keluarga. Kita bisa mengawasi apa yang dia mainkan atau dia tonton. Atau malah bermain bersama, anak akan belajar bersosialisasi juga.

6. Tetapkan Zona Bebas Gadget


Bukan cuma waktu yang dibatas saat bermain gadget, anak juga harus dibatasi tempatnya. Misal saat di ruang makan atau keluarga seluruh anggota dilarang memegang gadget. Ruang makan ya waktunya untuk makan bersama atau ruang keluarga untuk berkumpul dan bercengkrama bersama anggota keluarga yang lain.

Comments

  1. Tapi sekarang manusia seperti monster, kalau tidak megang gadget semenit, rasanya dunia kiamat dan terasa ketinggalan infromasi.

    ReplyDelete
  2. Bagus sekali infonya mba..Kita harus benar - benar menjaga anak ketika bermain Gadget, karena banyak sekali konten yang tidak sesuai dengan usianya. Asalkan sesuai dengan kebutuhan, mungkin gadget juga akan memberikan dampak yang baik. Selain itu jangan sampai mereka sampai kecanduan.

    ReplyDelete
  3. Informasi yang bagus sekali mba. Peran orang tua memang penting agar anaknya terhindar dari efek negatif dari gadget. Dan jangan sampai mereka kecanduan dengan gadget

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…