Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Hati-Hati, Ada Buto Galak di Waroeng Pitoelas

Nasi Golong yang berbentuk bulat, Nasi Babon di Pincuk Daun Pisang, 
Mentari beranjak ke peraduan ketika saya memarkir kendaraan di depan bangunan berdesign joglo. Selasar joglo nampak lega meskipun banyak tamu yang datang. Saya hempaskan pantat di sebuah kursi kayu yang masih kosong. Usai say hello bareng temen-temen blogger Jogja dan Kompasioner saya segera mengambil makanan yang telah disiapkan di sudut belakang.




Simbah berkerudung merah dengan ramah menawarkan beberapa menu yang disediakan di Waroeng Pitoelas 17. Ada Nasi Golong, Nasi Babon, Cangkem Buto dan Buto Galak. Namanya unik ya gaes. Bukannya maruk yes, tapi demi terpuaskan rasa penasaran saya pesen semuanya. LoL.


Nasi Babon



Dengan tanah penuh makanan saya menuju tempat duduk dan menikmati menu makanan tempo dulu itu sembari mendengarkan penjelasan dari Ibu Shinta, owner Waroeng Pitoelas 17. Bu Shinta memberi nama warungnya dengan nama yang unik dan khas bukan tanpa alasan. Ada makna luhur luhur, Pitoelas sendiri memiliki 2 makna, yaitu Pitulungan (pertolongan) dan Welas Asih (belas kasih). Melalui nama itu Bu Shinta berharap semoga usaha warung miliknya mendapatkan pertolongan dan belas kasih Tuhan.

Bagi saya Waroeng Pitoelas sangat menarik. Masakan yang diolah langsung oleh tukang masak rumahan ini menghasilkan cita rasa yang otentik. Tastenya beda sama masakan restoran yang cenderung berasa sangat gurih. Aroma asap tungku juga memberi rasa tersendiri pada setiap masakannya.

Oke kita ulas satu persatu menu di Waroeng Pitoelas ya gaes.

1.  Nasi Babon




Nasi putih, suwiran ayam, telur pindang, tahu terik serta sayur lodeh pepaya sudah terhidang di depan mata. Tanpa menunggu lama saya langsung melahap Nasi Babon itu. Ya, inilah menu Nasi Babon. Sayurnya pedes seimbang sama manis dari tahu terik dan telur pindang. Nasi Babon semakin nikmat karena wadahnya daun pisang. Istilah Jawanya di Pincuk. 

2. Nasi Golong






Berbeda dengan Nasi Babon, penyajian Nasi Golong tidak menggunakan daun tetapi di piring besi. Nasi putih yang dibentuk bulat dilengkapi dengan sayur sambel goreng kentang, mihun goreng tanpa kecap dan telur dadar yang dipotong kecil-kecil. Ingatan saya melayang ke masa kecil, dimana masih sering dapat nasi kondangan atau kenduren. Besek berisi nasi putih, sayur sambel goreng kentang, mihun dan nasi putih yang dibulet-bulet selalu jadi rebutan saya dan adik-adik saya.

3. Cangkem Buto dan Buto Galak




Sekilas gorengan ini sama dengan gorengan biasanya, tapi setelah digigit kita bakal mendapat kejutan. Gorengan yan ukurannya lebih kecil namanya Buto Galak, tahu isi sayur ples sambal didalamnya. Itulah mengapa namanya buto galak, yang artinya raksasa galak. Saat memakannya kita bakal kepedesan karena sambal didalamnya. 

Gorengan satunya berukuran lebih besar. Jauh lebih besar dari gorengan biasa yang sering kita beli atau kita masak sendiri. Raksasa identik dengan badannya yang besar. Begitupun dengan gorengan Cangkem Buto yang dalam bahasa Indonesia berarti Mulut Raksasa.  Gorengan ini terbuat dari gembus dengan isi sayur.


Lalu berapa harganya?




Tenang gaes, seporsi Nasi Babon atau Nasi Golong dan air kendi yang segar serta sepiring lotis buah bisa kamu tebus dengan harga 17 ribu saja. Menu lain yang tak kalah enak ada Telo Kasur, ubi singkong special yang rasanya empuk banget.



Waroeng Pitoelas 17 buka dari jam 10 pagi sampai jam 12 malam gengs. Kamu bisa menikmati santap siang, ditemani semilir angin persawahan atau mau kogkow bareng geng dan ngopi-ngopi di malam harinya boleh banget lho.  




Bagi kamu yang hobi poto-poto, ada spot kekinian dengan tema JADUL. Ada sepeda ontel, sepeda motor bebek Yamaha yang umurnya jauh lebih tua dari saya atau sekedar menikmati barang-barang lama koleksi empunya warung.





Lokasinya gampang ditemukan kok, dari Jalan Jogja Solo Km 13, dari arah barat belok kanan setelah Pom Bensin Kalasan, lurus sekitar 1 km dan sebelum pertigaan pohon beringin ada perempatan kecil, belok kiri dan Waroeng Pitoelas ada di sebelah kanan kamu.

Jadi, kapan kamu ke Waroeng Pitoelas 17 bareng keluarga atau geng kamu gaes?


***

Waroeng Pitoelas
Alamat : Jebresan, Tanjung, Berbah, Sleman
Jam operasional : 10.00 WIB -  24.00

Comments

  1. Piringnya jadul banget, jadi inget dulu kalo pulang skolah ke tempat simbah makan nasi pake krupuk piringnya besi kek gitu...

    ReplyDelete
  2. Tempatnya enak, njawani dan angin sawahnya semilir. Jawa banget!

    ReplyDelete
  3. Sekalian tengokin ponakan ganteng, Nathan dan saka, trus kita melipir ke sini ya.

    ReplyDelete
  4. Seruuu banget tempatnya ini. Aku suka desainnya jadul trus makanannya murah yaa. Kalau ke Jogja mau mampir ah kesitu.

    ReplyDelete
  5. Aishh kalo ke Jogja lagi andaikan bisa pengen mampir. Menunya nostaljik banget yah

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…