End of Black Era - Ternyata Sineas Indonesia Bisa Bikin Film Fiksi Fantasi Keren

Apa yang bisa kamu harapkan dari film pendek apalagi berdurasi hanya dua belas menit? Sepertinya nothing ya gaes, kecuali film pend...

Friday, 4 August 2017

Hati-Hati, Ada Buto Galak di Waroeng Pitoelas

Nasi Golong yang berbentuk bulat, Nasi Babon di Pincuk Daun Pisang, 
Mentari beranjak ke peraduan ketika saya memarkir kendaraan di depan bangunan berdesign joglo. Selasar joglo nampak lega meskipun banyak tamu yang datang. Saya hempaskan pantat di sebuah kursi kayu yang masih kosong. Usai say hello bareng temen-temen blogger Jogja dan Kompasioner saya segera mengambil makanan yang telah disiapkan di sudut belakang.




Simbah berkerudung merah dengan ramah menawarkan beberapa menu yang disediakan di Waroeng Pitoelas 17. Ada Nasi Golong, Nasi Babon, Cangkem Buto dan Buto Galak. Namanya unik ya gaes. Bukannya maruk yes, tapi demi terpuaskan rasa penasaran saya pesen semuanya. LoL.


Nasi Babon



Dengan tanah penuh makanan saya menuju tempat duduk dan menikmati menu makanan tempo dulu itu sembari mendengarkan penjelasan dari Ibu Shinta, owner Waroeng Pitoelas 17. Bu Shinta memberi nama warungnya dengan nama yang unik dan khas bukan tanpa alasan. Ada makna luhur luhur, Pitoelas sendiri memiliki 2 makna, yaitu Pitulungan (pertolongan) dan Welas Asih (belas kasih). Melalui nama itu Bu Shinta berharap semoga usaha warung miliknya mendapatkan pertolongan dan belas kasih Tuhan.

Bagi saya Waroeng Pitoelas sangat menarik. Masakan yang diolah langsung oleh tukang masak rumahan ini menghasilkan cita rasa yang otentik. Tastenya beda sama masakan restoran yang cenderung berasa sangat gurih. Aroma asap tungku juga memberi rasa tersendiri pada setiap masakannya.

Oke kita ulas satu persatu menu di Waroeng Pitoelas ya gaes.

1.  Nasi Babon




Nasi putih, suwiran ayam, telur pindang, tahu terik serta sayur lodeh pepaya sudah terhidang di depan mata. Tanpa menunggu lama saya langsung melahap Nasi Babon itu. Ya, inilah menu Nasi Babon. Sayurnya pedes seimbang sama manis dari tahu terik dan telur pindang. Nasi Babon semakin nikmat karena wadahnya daun pisang. Istilah Jawanya di Pincuk. 

2. Nasi Golong






Berbeda dengan Nasi Babon, penyajian Nasi Golong tidak menggunakan daun tetapi di piring besi. Nasi putih yang dibentuk bulat dilengkapi dengan sayur sambel goreng kentang, mihun goreng tanpa kecap dan telur dadar yang dipotong kecil-kecil. Ingatan saya melayang ke masa kecil, dimana masih sering dapat nasi kondangan atau kenduren. Besek berisi nasi putih, sayur sambel goreng kentang, mihun dan nasi putih yang dibulet-bulet selalu jadi rebutan saya dan adik-adik saya.

3. Cangkem Buto dan Buto Galak




Sekilas gorengan ini sama dengan gorengan biasanya, tapi setelah digigit kita bakal mendapat kejutan. Gorengan yan ukurannya lebih kecil namanya Buto Galak, tahu isi sayur ples sambal didalamnya. Itulah mengapa namanya buto galak, yang artinya raksasa galak. Saat memakannya kita bakal kepedesan karena sambal didalamnya. 

Gorengan satunya berukuran lebih besar. Jauh lebih besar dari gorengan biasa yang sering kita beli atau kita masak sendiri. Raksasa identik dengan badannya yang besar. Begitupun dengan gorengan Cangkem Buto yang dalam bahasa Indonesia berarti Mulut Raksasa.  Gorengan ini terbuat dari gembus dengan isi sayur.


Lalu berapa harganya?




Tenang gaes, seporsi Nasi Babon atau Nasi Golong dan air kendi yang segar serta sepiring lotis buah bisa kamu tebus dengan harga 17 ribu saja. Menu lain yang tak kalah enak ada Telo Kasur, ubi singkong special yang rasanya empuk banget.



Waroeng Pitoelas 17 buka dari jam 10 pagi sampai jam 12 malam gengs. Kamu bisa menikmati santap siang, ditemani semilir angin persawahan atau mau kogkow bareng geng dan ngopi-ngopi di malam harinya boleh banget lho.  




Bagi kamu yang hobi poto-poto, ada spot kekinian dengan tema JADUL. Ada sepeda ontel, sepeda motor bebek Yamaha yang umurnya jauh lebih tua dari saya atau sekedar menikmati barang-barang lama koleksi empunya warung.





Lokasinya gampang ditemukan kok, dari Jalan Jogja Solo Km 13, dari arah barat belok kanan setelah Pom Bensin Kalasan, lurus sekitar 1 km dan sebelum pertigaan pohon beringin ada perempatan kecil, belok kiri dan Waroeng Pitoelas ada di sebelah kanan kamu.

Jadi, kapan kamu ke Waroeng Pitoelas 17 bareng keluarga atau geng kamu gaes?


***

Waroeng Pitoelas
Alamat : Jebresan, Tanjung, Berbah, Sleman
Jam operasional : 10.00 WIB -  24.00

5 comments:

  1. Piringnya jadul banget, jadi inget dulu kalo pulang skolah ke tempat simbah makan nasi pake krupuk piringnya besi kek gitu...

    ReplyDelete
  2. Tempatnya enak, njawani dan angin sawahnya semilir. Jawa banget!

    ReplyDelete
  3. Sekalian tengokin ponakan ganteng, Nathan dan saka, trus kita melipir ke sini ya.

    ReplyDelete
  4. Seruuu banget tempatnya ini. Aku suka desainnya jadul trus makanannya murah yaa. Kalau ke Jogja mau mampir ah kesitu.

    ReplyDelete
  5. Aishh kalo ke Jogja lagi andaikan bisa pengen mampir. Menunya nostaljik banget yah

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)