Skip to main content

Tips Sebelum Membeli Laptop Terbaru dan Berkualitas

Tidak bisa dipungkiri jika saat ini laptop menjadi benda primer bagi sebagian  orang. Hal tersebut karena laptop digunakan sebagai alat bantu kerja, yang  berpengaruh pada keberlangsungan hidup satu keluarga. Akan tetapi, meskipun sudah berkutat dengan laptop dalam keseharian, seringkali     orang-orang bingung ketika akan membeli ​laptop terbaru
Biasanya karena terkendala harga, atau ketidaktahuan mengenai spesifikasi  laptop masa kini yang beredar di pasaran. Oleh sebab itu, sebelum  benar-benar berburu ke toko laptop, coba perhatikan beberapa tips ini. 
Kiat-Kiat Sebelum Membeli Laptop Baru : Generasi laptop masa kini sudah semakin canggih dan hampir menyamai    komputer dalam hal spesifikasi. Inilah mengapa laptop juga sering disebut  sebagai ​mini PC. Oleh  sebab itu, membeli laptop pun tak ubahnya mencari komputer, ada banyak   pertimbangan yang harus diperhatikan. Antara lain: 

1. OS Seperti Apa yang Ingin Diinstal pada Laptop Anda
Sampai saat ini, sistem operasi yang paling …

End of Black Era - Ternyata Sineas Indonesia Bisa Bikin Film Fiksi Fantasi Keren


Apa yang bisa kamu harapkan dari film pendek apalagi berdurasi hanya dua belas menit?

Sepertinya nothing ya gaes, kecuali film pendek itu bergenre dokumenter dengan cerita membumi yang mengoyak rasa kemanusiaan. Selain itu pasti hanya film pendek "biasa" yang diputar kemudian terlupakan.

Tapi, judgement saya terbantahkan begitu menyaksikan pemutaran film pendek berjudul End of Black Era - The Incident yang diputar pada hari Jumat (16 Juni 2017) pekan lalu. Bertempat di Jogja Village Inn, saya bersama beberapa teman blogger serta rekan dari beberapa komunitas lain menyaksikan amazingnya imajinasi seorang Yuris Aryanna yang dia tuangkan dalam sebuah film kolaborasi bersama Yongki Ongestu seorang moviemaker.

Apa Sich Screening Film itu?




Pasti kalian penasaran kayak apa sih film End of Black Era yang pastinya bukan sekedar film pendek tanpa value. Oke, sebelum lanjut saya mau sedikit bercerita tentang obrolan kami ( beberapa blogger) bersama dengan Yuris Aryanna dan Yongki Ongestu di Owl Cafe sehari sebelum pemutaran film.





Yuris Aryanna merupakan seorang designer costume yang memiliki studio di Jakarta. Sejak SMA dia memiliki tokoh karakter  imajinasi yang dia gambar dalam sketsa. Karena memang tertarik dengan dunia design dia menekuni studi design dan  akhirnya dia bisa mewujudkan tokoh imajinatif dalam sebuah film.

Yongkie Angestu dan Yuris Aryanna


Lalu siapa Yongki Ongestu itu? Dia merupakan owner dari Aegnima Picture, dia sendiri juga seorang fotografer dan director. Nah, mereka bersinergi menghasilkan  film yang tak hanya keren tapi juga menonjolkan budaya lokal  dan memberi perhatian lebih pada kostum dalam sebuah film.

Saat diundang via email oleh Yuris untuk mengikuti acar Screening Film End of Black Era, sejenak kening saya berkerut dan bertanya-tanya, screening film itu apa ya?

Screening film tak ubahnya seperti riset terhadap sebuah film, setelah film diputar dilanjutkan dengan acara diskusi yang melibatkan praktisi film, pemerhati film, dan penonton dari berbagai background untuk kemudian dari kritikan dan koreksi dari penonton untuk kelanjutan film tersebut.

Begitu pula dengan Screening Film yang diadakan oleh Yuris Laboratory bersama Aegnima Picture pada 16 Juni yang lalu. Saya sih sudah excited dari hari sebelumnya setelah membaca pamflet dan melihat gambar-gambar adegan dari film End of Black Era yang mirip film-film barat bergenre fantasy.

Review End of Black Era - The Incident


Sebelum film End of Black Era - The Incident diputar, ada dua film dokumenter yang juga dibuat oleh Aegnima Picture diputar di cinema room Jogja Village Inn Hotel. Ada dua film dokumenter tentang Almarhum Mbak Resos seorang pengrajin tenun  lurik gendong dan pak Zubaidi pengrajin tembaga.

Pak Zubaidi merupakan pengrajin yang tinggal di Kotagede, Yogyakarta. Beliau jatuh bangun menjalani profesi dari pengrajin emas, perak hingga berakhir di tembaga. Film dokumenter ini bercerita tentang curahan hati Pak Zubaidi yang dengan susah payah menekuni kerajinan tembaga meskipun pendapatannya tidak seberapa. Bantuan dari pemerintah yang diharapkan juga tidak sampai pada orang yang layak mendapatkan karena ketika ada program bantuan banyak orang yang mengaku sebagai pengrajin sehingga pengrajin sesungguhnya hanya mendapat bantuan sedikit. Saat ini pengrajin tembaga di Jogja hanya tinggal beberapa orang.

Film dokumenter selanjutnya menceritakan tentang Mbah Reso yang sudah almarhum. Di rumahnya yang terlihat tidak layak huni Mbah Reso masih tetap berkarya membuat tenun lurik disela-sela dia mengolah sawah. Tenun lurik yang dibuat oleh Mbah Reso sangat spesial. Kenapa? Karena proses pembuatannya bukan dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) tapi dengan teknik gendong. Pembuatannya sangat RUMIT gengs. Hanya dengan kayu sepanjang 2 m sebanyak 3 atau 4 buah kemudian benang ditenun. Dan didaerah Bayat, Klaten tinggal Mbah Reso yang  beberapa orang yang bisa membuat tenun lurik gendong. FYI, satu kain tenun lurik yang dibuat MBah Reso dalam waktu satu minggu hanya seharga dua puluh ribu. BAYANGKAN !

Kerajinan Lokal Menjadi Properti Film Fantasi

Pastinya bukan tanpa sebab Yuris dan Yongki mengangkat cerita tentang kerajinan tembaga dan tenun lurik, tapi dua orang ini memang ingin mengangkat kerajinan tradisional/lokal bisa mendapat nilai lebih, terutama di dunia hiburan dan film.


Yuris dan Yongki memakai kerajinan dari tembaga dan lurik buatan Mbah Reso, seperti aksesori telinga berbentuk sayap yang dikenakan Neewa dan penduduk desa terbuat dari tembaga hasil karya pak Zubaidi. 
 
Begitupun dengan mahkota dan tombak trisula yang dibawa Sang Malapetaka itu juga kerajinan tembaga buatan pak Zubaidi. Kain lurik yang dikenakan Neewa. Kain lurik itu merupakan hasil kerja tangan Mbah Reso yang menggunakan teknik gendong.

Lalu gimana sih jalan cerita film pendek End of Black Era?






 

Pernah lihat film fantasi 'kan? Semacam Avatar atau The Lord of The Ring. Nah, film ini hampir mirip lah. Film bergenre  fantasi ini bercerita tentang  Neewa yang sedang dikejar-kejar oleh Enemy karena Neewa ini membawa  Talisman (jimat). Film pendek ini baru prolog jadi sebagai awal, sehingga cerita lengkapnya belum ada. 



Yang unik dan menonjol pastilah costume, bukan sekedar baju ya gengs tapi seluruh properti dari alas kaki, perhiasan hingga di tokoh antagonis yang warna mukanya biru macam avatar. Saya kok ngerasa film ini kayak film buatan luar negeri padahal bikinin anak negeri 'lho!

Mbak Yuris, memang ingin memperkenalkan tentang costume dan berharap  film-film lokal juga lebih memperhatikan tentang costume dan bisa ikut menggunakan produk lokal seperti kerajinan tradisional dan turut mempromosikan.

Ngomongin costume artist ternyata kalau mau bikin costume bagus macam film fantasi memang harganya mahal. Di film End of Black Era, Yuris menjelaskan jika rompi dari kulit lembu harganya hampir 40 juta, kemudian untuk muka yang warna biru dari lateks harganya juga puluhan juta, itupun hanya awet satu jam.

Bajunya dari bulu angsa asli lho.

Satu lagi 'nih yang menarik dari film End of Black Era yaitu Bahasa Angin yang digunakan dalam dialog film ini. Sepintas saya juga penasaran yang diomongin sama pemain film ini bahasa apa, karena bahasa daerah bukan, Inggris bukan latin juga bukan. Ternyata menggunakan bahasa angin yang khusus diciptakan, hurufnya ada bahkan kamusnya sedang dalam proses pembuatan. Jenis huruf bahasa angin ada di pamflet yang hurufnya mirip huruf Jawa.



Screening film End of Black Era - The Incident kayaknya hasilnya positif, banyak pihak yang mengapresiasi hasil karya sineas muda Yuris dan Yongki. Dari penggunaan kerajinan tradisional hingga kostum serta storynya yang memang bagus. Saya sih berharap film ini akan berkelanjutan dan ada versi film layar lebar dan tayang di bioskop seluruh Indonesia. Ciayo Yuris  Yongki.

  


Comments

  1. Saya kagum sama bangga ada film pendek yang penuh animasi hehe. Andai durasinya seperti film holywood

    ReplyDelete
  2. Ntr aku mau nonton trailer filmnya pas udah di rumah. Kyknya memang seru mba. Moga2 film lengkapnya nanti cepet ada.. Btw itu febri juga diundang yaa :D. Ya ampuunnn di mana2 tuh anak kalo foto ga prnh ga antik yak wkwkwkw :p

    ReplyDelete
  3. huwooww.. keren banget mbak.. persiapannya matang banget ya, film pendek yang benar-benar dipersiapkan secara detail kaya gitu. Aku pun berharap diapresiasi ke layar lebar, biar puas nontonnya

    ReplyDelete
  4. makasih sharingnay, hal ayng baru bagiku

    ReplyDelete
  5. Pengen nonton versi panjangnya mba Prim. Bagus banget itu, karya anak Indonesia.
    Bangga banget sama mereka, semoga selalu mmeberikan inspirasi. Takjub banget, akhirnya kewujud ya imajinasi bisa menjadi karya.

    ReplyDelete
  6. mirip mirip lord of the rings kah fantasy nya ??

    mantep nihh

    ReplyDelete
  7. dari effect maupun desain karakternya sudah bisa untuk menyamai film hollywood, salut banget deh

    ReplyDelete
  8. keren sudah sekelas hollywood tuh. coba film indonesia yang lainnya dibuat kayak gini. pasti tuh bioskop penuh terus.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …