Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Indahnya Persahabatan yang Sehatea






“Selamat datang dek, semoga betah ya disini bersama kami” Dengan ramah perempuan muda itu menyalami saya dan mengucapkan selamat datang pada saya dan dua rekan saya. Kami bertiga baru saja diterima menjadi pegawai di sebuah kantor pemerintah dan itu hari pertama kali masuk.


Pegawai di kantor saya berjumlah 19 orang ditambah kami tiga orang jadi 22 pegawai. Diantara semua rekan kerja dia memang yang paling muda disusul kami bertiga. 

Menjadi pegawai di kantor pemerintah yang notabene pegawainya generasi x yang berusia diatas 40 tahun membuat kami bertiga harus bisa beradaptasi lingkungan baru dan working style yang berbeda. Untunglah ada dia, perempuan ramah yang bisa menjembatani antara pegawai baru dan senior.

Mbak Fiena, begitu saya dan dua rekan saya memanggil dia. Usia saya dan Mbak Fiena terpaut 2 tahun. Sehingga sudah sepantasnya saya memanggil dia dengan sebutan Mbak. Frekuensi saya bertemu dengan rekan kerja di kantor terutama dengan Mbak Fiena melebihi waktu saya bertemu dengan anggota keluarga sendiri. Di kantor kami bersama lebih dari 8,5 jam, sedang di rumah jam efektif hanya satu jam sebelum berangkat dan 4 jam sebelum tidur malam. Tak heran jika saya dan Mbak Fiena begitu dekat  dan saya sudah menganggap dia seperti “mbak” saya sendiri.

Tak terasa sudah lebih dari 7 tahun kami bersama. Bersenda gurau, saling mengejek dan tak jarang bersitegang karena “kesoktahuan” saya dalam memecahkan masalah. Beruntung, Mbak Fiena selalu sabar dan tahu jika saya yang lebih muda memang harus “diemong”.


Dulu, sahabat saya banyak. Sewaktu SMA punya geng berempat yang selalu kompak. Semasa kuliah punya teman dekat yang sering bolos bareng demi nonton film baru di kost. Tapi dibalik “nakalnya” mereka, mereka peduli saat ada satu diantara kami yang kepayahan membayar SPP dan mereka iuran menyokong padahal saya tahu sendiri mereka sendiri kesusahan membayar uang kos.

Sekarang sahabat saya di dunia kerja salah satunya Mbak Fiena. Meski kami berbeda keyakinan, usia kami tak sebaya, background pendidikan berlainan, gaya berpakaian kami tak sama tapi kami saling mensupport, saling membantu, saling menasehati dan sehati.


 

Sobat Prima, kunci dari persahabatan adalah sehati. Apapun perbedaan yang ada tak akan jadi jurang pemisah, justru saling melengkapi. Sang senior memberi pengetahuan baru bagi si junior. Si junior menularkan serial India baru kesayangan pada sang senior agar tidak sepaneng dan menikmati istirahat siang.  Senior memberi kesempatan junior ijin saat putranya sakit dan menggantikan pekerjaannya. Begitupun sebaliknya.




Sehati membuat semua orang yang “berbeda” akan merasa sama karena dalam hati mereka menemukan kesamaan. Kami sama-sama ingin melayani masyarakat, kami berdua seorang ibu, kami hanyalah manusia dan dengan tujuan yang sama semua perbedaan itu bukan penghalang.

Jujur, akhir-akhir ini dunia maya begitu hangat. Bukan karena kabar baik tapi panasnya isu SARA yang bergulir membuat banyak persahabatan hilang, persaudaraan putus, silaturahmi  pupus. Padahal di dunia nyata tak begitu lho. Semua baik-baik saja. Saya masih merasa aman dan nyaman di lingkungan kerja saya yang notabene semua teman saya berhijab. Mereka selalu peduli dan kami menjaga kerukunan.

Anw, saat di rumah momen yang hangat itu ketika  minum teh. Anak-anak sukanya minum teh manis, begitu pula Mas Bojo. Begitu senja tiba kami berempat duduk santai sambil minum teh. Mengobrol bersama atau nonton tivi. Suasana begitu blend dan kami menikmati moment itu. 

Saat duo anak lanang teriak “Buk bikinin teh, yang manis ya”. Saya langsung tanggap, mereka ingin minum teh kemudian duduk di teras sambil bercengkrama. 

Begitupun di kantor, saya yang sering melewatkan makan siang demi berat badan lebih memilih minum teh hijau bersama teman dan melihat Anandhi bersama. Dilanjut bergosip saat iklan dan ketika teh habis kami kembali ke job masing-masing.




Ohya, teman-teman pasti suka minum teh hijau juga ‘kan. Teh Hijau favorit saya The Hijau Kepala Djenggot. Sejak kecil di rumah teh Kepala Djengot sudah jadi minuman sehari-hari saya dan keluarga. Tapi semakin kesini saya lebih menyukai Teh Hijau Kelapa Djengot. Tentunya semakin dewasa saya jadi tahu manfaat lebih dari teh hijau.

Pasti kamu tahu donk teh hijau sudah menjadi minuman keluarga selama berabad-abad khususnya di daerah Asia. Beberapa tahun belakangan banyak penelitian yang khusus meneliti tentang kandungan teh hijau serta manfaatnya.



Dari situs Kompas.com saya merangkum manfaat positif dari mengkonsumsi teh hijau, antara lain :

Teh hijau mengandung katekin, sejenis antioksidan yang ampuh melawan radikal bebas dan mendorong perbaikan sel yang rusak. Katekin juga memainkan peran penting dalam manajemen berat badan.Satu studi menemukan bahwa orang yang rutin minum teh hijau dapat menurunkan indeks massa tubuh dan persentase lemaknya hanya dalam 12 minggu.



Tips Menurunkan Berat Badan Dengan Minum Teh Hijau

Nah, saya mau sedikit berbagi tips khususnya yang ingin menurunkan berat badan atau mengecilkan perut. Saya rutin minum Teh Hijau Kepala Djenggot rutin setiap pagi dan malam. Tanpa gula ya gaes. Rasanya nggak pahit kok. Satu gelas gunakan satu buah teh celup saja, seduh dengan air hangat dan nikmati selagi masih hangat. Jika rutin diminum dalam 2 minggu akan terasa perubahan pada perut. Dengan catatan harus rutin ya, karena saya pernah bolong-bolong minumnya dan efeknya kurang terasa. Selain perut mengempis, efek lainnya badan lebih fresh dan nggak gampang sakit.

Sobat Prima, kegembiraan tak terkira itu saat ada yang mengucapkan selamat ketika saya berhari raya. “Selamat Natal ya dek” meskipun hanya via Whatsapp itu membuat saya merasa punya sahabat yang turut bahagia ketika saya bahagia.  Di dalam tubuh yang sehat pasti ada jiwa yang sehat. Bisa menerima perbedaan dan keanekaragaman serta saling menghargai.

Temans, kalian pasti juga punya cerita persahabatan ‘kan. Yuk share cerita #Sehatea kamu di komentar agar bisa berbagi dan menjadi inspirasi teman lain. Jangan lupa tuliskan juga cerita inspiratif kamu di blog. Siapa tahu perbedaan yang menjadikan kalian #Sehatea bisa membawa aura perdamaian dan ketentraman. 





Comments

  1. Aku dulu suka minum ini juga buat ngelangsingin badan hehe...

    ReplyDelete
  2. Sahabat2ku sma dan kuliah sdh entah kemana, lost contact, pdhl dulu kalo main kemana gitu seru bangget...

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…