Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Bagaimana Rasanya Nggak Punya Mobil?



Sore ini saya jalan berempat sama Mas Bojo dan duo anak lanang mencari stagen di toko perlengkapan bayi. Besok pagi mas ada acara pentas seni di sekolah dan harus membawa stagen. Informasi baru diberitahukan hari ini. Sepulang dari kantor saya langsung ubyek nyari stagen di lemari-lemari tapi kok nihil. Saya emang nggak bakat nyimpen barang kecil printil-printil macam stagen dan kaos kaki. Seinget saya, akhir semester yang lalu dipakai tapi kok sekarang nggak ada. Terpaksa tadi nyari di toko perlengkapan bayi, berempat boncengan motor.

Ehm, Sobat Prima  cerita sedikit ya, mobil kesayangan saya sudah semingguan ini dijual. Mas Bojo sedang nggak ada proyek dan kami memutuskan untuk untuk menjual Avanza silver kesayangan dulu, dan memakai uangnya untuk operasional proyek sedang sisanya untuk beli mobil lagi dengan harga dibawah 100 juta. Selama ini mas Bojo nganter sekolah dan ke proyek selalu pake mobil, sedang motor saya yang menggunakan. Jadi untuk wira-wiri kami memutuskan beli Vario dulu sampai dapat mobil yang sesuai. Nyari mobil bekas memang tidak semudah membalikkan tangan gaes, jadi harus sabar.

Sedih nggak mobil dijual?



Sedihnya bukan karena  belum punya mobil lagi sih. Tapi si silver sudah menemani kami selama lebih dari 4 tahun ini. Menemani kami jalan-jalan sampai ke Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang beberapa kali. Banyak kenangan lah sama si silver. Itu yang bikin agak sedih.

Anak-anak sih malah happy kami beli motor matic, mereka memang pengen banget punya Vario biar bisa bonceng di depan. Dan bener lho, mereka nggak pernah nanyain mobilnya, malah kesenengen kalau jalan naik motor.

Nah, hari ini kami boncengan berempat tapi duo anak lanang di depan semua. Saya bisa bonceng sambil pegangan ke Mas Bojo. Dalam hati saya berkata "Ternyata ada untungnya juga ya nggak punya mobil. Bisa boncengan kayak jaman pacaran, bisa lebih mesra. Hahahaha."

Saya sudah lama banget nggak boncengan motor sama Mas Bojo. Naik mobil mana bisa mesra, duduknya aja sendiri-sendiri. Belum lagi anak-anak pasti rempong kalau di dalam mobil. Minta cemilan lah, minta minumlah, ngantuklah. Terkadang bawa mobil itu lebih ribet daripada bawa motor.


Bisa Puas Ngemall


Jika pergi berempat pasti kami bawa mobil. Naik motor hanya jika saya pergi sendiri urusan kerjaan. Kalau sudah di rumah dan harus pergi berempat pasti bawa mobil.  Terlebih jika mau belanja atau ke mall. Nnggak enaklah saya pergi sendiri dan suami nggak diajak, ntar dia marah dikira nggak dianggap. Tapi kalau ke mall juga nyebelin. Maksudnya, kita mau beli apa ya langsung menuju ke counter barang tersebut. Beli barang. Langsung pulang, kadang makan dulu tapi nggak sempet muter-muter keliling mall.

Nah, sekarang saya jalan ke mall cuma bertiga ama anak lanang. Nggak perlu minta anter mas bojo. Kami bertiga bisa puas keliling-keliling, terutama saya. Sudah dua kali kami ngemall ke mall yang deket seperti Ambarukmo Plaza dan Hartono Mall. Anak-anak puas bisa main di playground tanpa ada yang bersungut-sungut ngajakin pulang. Hahaha.. 

Kenapa sih para lelaki nggak betah lama-lama dimall?

Sobat Prima, hidup memang tidak selalu diatas. Tak jarang roda berputar dan sekarang berada di bawah. Sedih? Nggak usah lah. Nikmatilah hidupmu dan selalu bersyukur. Doain ya saya segera dapet mobil yang cocok atau malah mas Bojo dapet proyek gede dan bisa beli mobil yang lebih baru. Siapa tahu, Tuhan punya rencana yang lebih indah.

Okey gaes, bekerja lah semaksimal mungkin di tiap titik hidupmu. Let it Go and Let It God. Saya lupa ngutip darimana semoga jangan dicap plagiator ya #eh.

Comments

  1. Mobil di rumah yow habis dijual.... Sedih, tapi ada positifnyaaaaa.... Aku ajarin Juna naik bus, dia malah senenggg

    ReplyDelete
  2. kulik2 blogku dongg... ada tips nyari mobil second. Hahaha... tapi samaan deh sm luna. Dia lebih suka naik motor ketimbang mobil. Katanya kalo naik mobil dia nanti bobok. Trs enaknya naik motor itu bs peluk suami dri belakang. Hihihi... itu kalo krucilnya enggak ikut.

    ReplyDelete
  3. Insyaallah dapat gantinya, Mbak. :D

    ReplyDelete
  4. Semoga segera ada rezeki lebih lagi ya mbak, biar dapet ganti lebih bagus daru avanzanya 😊

    ReplyDelete
  5. Aamiin. Semoga lekas dapat mobil barunya ya Mbak. Bener, beli mobil, beli rumah itu jodoh-jodohan katanya. Kalau enggak cocok ya gak nyaman rasanya. Tapi kalau udah klik di hati, ya hayuk aja dibeli, selama ada uangnya. hehehe :)

    ReplyDelete
  6. Ada yang unik nih "Sobat Prima" begitu akrab di telinga saat mendengarkan siaran radio di kota saya "Prima FM" ^_^

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …