Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Ketika Ujian Hidup Menerpa



Pernah kah kalian merasa sedang berada di titik nadir dan mendapat cobaan begitu berat hingga merasa menjadi manusia paling sengsara di dunia?

Pasti pernah donk. Sekalipun belum setidaknya dalam hati pernah bertanya kepada Tuhan "Kenapa ini terjadi pada saya?"

Begitupun saya kerap merasa seperti itu, tapi beberapa tahun belakangan saya memilih untuk selalu nerimo dan berbesar hati dengan segala permasalahan hidup atau memang Tuhan sedang memudahkan hidup saya? Mungkin hanya Tuhan yang tahu.

Hingga hari ini saya diingatkan Tuhan, ketika cobaan datang bisa sehebat dari apa yang pernah kita bayangkan. Beruntun tanpa henti seperti ombak yang menghempas pantai. Memang, bukan saya yang mengalami cobaan berat, tapi saudara saya yang dalam rentang waktu terakhir mendapat cobaan berat.

Ayahnya yang notabene paman saya divonis kanker dalam sebulan belakangan, seminggu yang lalu ibunya mendadak terkena serangan stroke dan baru Jumat diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dan Sabtu ini si bungsu yang berniat pulang di weekend untuk membesuk ibunya terkena kecelakaan hingga patah tulang. Saya mengira dia mengendarai motor kok sampai kecelakaan hingga pata kaki, eh ternyata naik mobil dan mobilnya yang baru beberapa bulan dia beli remuk. 



Sejenak saya merenung, beratnya beban mereka. Satu cobaan datang dan cobaan datang yang lebih berat beruntun berdatangan. Entah bagaimana kabar bulek yang mendengar berita kecelakaan putra kesayangannya.

Sungguh, menyaksikan mobil yang remuk itu hati saya turut hancur. Rencana saya untuk menengok bulek dalam minggu-minggu ini saja belum terlaksana eh malah ada kejadian lagi. Mereka memang tinggal di kota yang berjarak 5 jam dari sini. Sehingga belum menemukan waktu yang pas setelah sebulan yang lalu membesuk paman.

Saya tertegun, memikirkan semuanya ini.

Apakah saya kuat jika ini terjadi pada saya?

Membayangkannya saja kepala saya sudah berat, Saya yang sering jumawa, saya orang yang kuat karena telah melewati banyak cobaan dan beban hidup. Tapi nyatanya, cobaan ketika keluarga sakit itu sangat berat. 

Merawat seorang saja tak hanya melelahkan secara fisik, materi bahkan jiwa, Apalagi jika 3 anggota keluarga, Sungguh membutuhkan hati baja. Terlebih jika kita sendiri sudah punya keluarga yang pastinya juga harus mengurusi anak anak dan suami.

Semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada semua orang untuk melalui semua cobaan berat. Jika Tuhan memberikan cobaan yang berat dari orang lain, itu karena memang kamu ditakdirkan lebih kuat dari mereka.

Memang berbicara memang sangat mudah, teori itu mudah tapi prakteknya sangat sulit.

Tapi tidak adakah harapan bagi manusia saat terpuruk?

Pastinya ada. Harapan adalah satu-satunya motivator agar kita kuat. Harapan untuk sembuh, bisa berkumpul dengan keluarga adalah merupakan harapan. Untuk meraihnya dengan jalan melewati ujian ini dan bersabar.

Sering kita merasa menang, bahagia, selalu bersukacita, mungkin inilah saatnya kita belajar ketika ujian datang. Kita harus belajar semakin sungguh dan ketika ujian selesai dengan nilai yang bagus, kita akan naik kelas, menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Comments

  1. ketika ujian datang menerpa yang bisa kita lakukan hanya pasrah dan berprasangka baik padaNya yaa Mbaa.

    bingung mau komen apa. Semoga keluar paman dan bule Mba Prima diberi kekuatan menghadarp ujian ini, aaamin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih doanya mbak Ira, semoga keluarga mbak Ira juga selalu dalam lindungan Tuhan.

      Delete
  2. Pernah sekali mba, rasanya seperti ingin meratapi nasib. Tapi kalau habis dengar cerita seperti saudara mba ini, kok rasanya malu sudah ngeluh sebegitunya.. Semoga saudara mba ini diberikan kekuatan dan keluarga yg sedang sakit diberikan kesembuhan. Amiiin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih doanya mbak Nabila, semoga dirimu juga selalu sehat ya.

      Delete
  3. Harus selalu Optimis ...
    Berdoa dan Berusaha maksimal ....

    ReplyDelete
  4. ya Allah, kalau baca cerita gini jadi merasa malu sama Tuhan. mudah galau padahal urusan amsih sepele seputar diri sendiri doang

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…