End of Black Era - Ternyata Sineas Indonesia Bisa Bikin Film Fiksi Fantasi Keren

Apa yang bisa kamu harapkan dari film pendek apalagi berdurasi hanya dua belas menit? Sepertinya nothing ya gaes, kecuali film pend...

Saturday, 1 April 2017

"Ibuk, Semoga Pinggangmu Tak Sakit Lagi Ya"

"Boyokku loro, Pin" Curhat Ibukku pekan lalu ketika saya menengok beliau di Klaten

"Lha mesin cucine kenopo Buk?" Tanya saya ke Ibuk

"Wis seminggu rusak, Ibuk nguceki klambine Bapakmu dewe" Sambil memegangi pinggang beliau.

***

Ibuk, Perempuan yang Paling Saya Sayangi



Setiap dua minggu sekali saya bersama suami dan duo anak lanang selalu menyempatkan diri mudik ke Klaten. Ceileh, mudik gaes padahal cuma deket ini. Mengobati rasa kangen pada Bapak dan Ibuk serta adik adik saya.

Ibuk saya yang tidak pernah mengeluh sakit, kala itu sedikit curhat dan mengeluhkan rasa sakit di pinggang. Mendengar curahan hati Ibuk membuat saya merasa seperti ditempeleng, dalam hati saya merasa marah dan sedih. Kemana saja saya selama ini, orang yang saya kasihi berkesusahan dan saya masih sempat-sempatnya staycation di hotel berbintang.

Ibuk saya tinggal di Klaten bersama Bapak. Selama ini beliau membuka toko kelontong sembari melaksanakan tugasnya sebagai istri. Bapak setiap hari bekerja di proyek dan petang hari baru ada di rumah. Di usianya yang senja Ibuk masih melakukan semua tugasnya dengan suka cita, sejak kecil mengasuh anak-anaknya dan turut bekerja keras membantu ekonomi keluarga tanpa mengeluh sedikitpun. Dan mendengar beliau merasa kesakitan seperti kemaren, pasti beliau benar-benar sudah kepayahan.

Ibuk tak hanya perempuan yang melahirkan saya, tapi beliau memiliki banyak peran bagi saya dan ketiga adik saya.

1. Ibuk, Pengasuh dan Pendidik

Meskipun tidak berpendidikan tinggi, Ibuk mengasuh dan mendidik saya dengan sangat baik. Dengan sabar beliau mengasuh dan mengajarkan tentang kehidupan dan bagaimana saya menghadapi dunia ini.

Beliau mengajarkan anak-anaknya untuk bekerja keras dan tidak menjadi anak yang lemah. Apa yang beliau ajarkan sangat berguna bagi saya, karena hidup begitu keras tanpa semangat pantang menyerah pasti saya takkan bisa seperti sekarang.

2. Ibuk, Sahabat Saya

Jika ada seorang anak yang begitu takut dengan Ibunya dan tidak berani mengungkapkan apapun kepada Ibunya, kebalikannya yang terjadi pada saya. Ibuk adalah sahabat terbaik. Sejak kecil saya selalu menceritakan apa yang saya alami pada Ibuk, termasuk ketiga adik lelaki saya.

Ibuk juga akan menasehati saya layaknya sahabat, tidak mendikte dan tidak bersikap otoriter. Beliau selalu mendukung saya sehingga saya tidak perlu sembunyi sembunyi melakukan sesuatu. Kebebasan yang beliau berikan memberi rasa percaya diri dan kami merasa dihargai, tentunya kami jadi bertanggung jawab dengan kebebasan yang diberikan.

Pada Ibuk, saya bisa curhat apapun tanpa takut. Bagi aaya beliau adalah sahabat terbaik.

3.  Ibuk, Penolong Saya

Saat saya terpuruk, tak ada yang menolong. Dan Bapak hanya memarahi saya Ibulah yang selalu membantu. Memberi semangat dan berusaha sekuat mungkin menyelesaikan permasalahan saya. Bahkan, kadang tanpa saya cerita Ibuk sudah tahu saya sedang dilanda masalah, Ibuk selalu siap membantu. Hingga sekarang, saat saya sudah punya dua anak. Beliau tetap menjadi pahlawan.

4.  Ibuk, Teladan Orang Baik

Sering saya dan keluarga merasa jengel dengan Ibuk. Karena tak hanya sekali dua kali beliau dibodohi orang, dijahati orang tapi tetap mau membantu. Bahkan kadang kami merasa sangat benci dengan orang itu tapi Ibuk tetap berbuat baik pada orang itu dan tidak membencinya.

Apalagi terhadap orang yang pernah berjasa pada Ibuk, beliau akan selalu membantu dan membalas kebaikan orang itu.  Ibu sering tergerak hatinya dengan orang yang papa dan ketika membantu beliau tidak pernah melihat latar belakangnya. Entah terbuat dari apa hati Ibuk saya, saya pernah ingin seperti Ibuk, tapi kok rasanya nggak mampu berbuat sebaik beliau.


Ketika Mesin Cuci Rusak





"Kok mboten dilaundry mawon Buk?" Tanya saya

"Bapakmu ra gelem nek dilaundry, ra yakin resik, yowislah Ibuk cuci dewe"

Seperti yang sudah saya ceritakan, mesin cuci di rumah Ibuk sedang rusak. Ibuk saya terpaksa mencuci manual menggunakan tangan. Bapak saya kurang begitu senang dengan hasil cucian laundry. Lebih puas jika di cuci di rumah sendiri. 

Bapak saya memang tipe orang yang agak kolot, cuci baju jangan sampai tercampur dengan baju orang lain dan tidak suka jika masih ada noda di bajunya. Jadi Ibu selalu memastikan semua pakaian Bapak bersih dan rapi. 

Sebagai orang proyek pakaian Bapak kotornya melebihi pakaian orang lain apalagi yang hanya bekerja di dalam kantor. Setiap hari menempuh perjalanan 50 km dari Klaten Jogja ruatrdan keliling di proyek bangunan yang penuh debu dan semen.

Sebelumnya acara cuci mencuci beres, Ibuk hanya sedikit mengucek baju yang sangat kotor baru kemudian dicuci bersama baju yang lain di mesin cuci. Tapi semenjak mesin cuci rusak Ibuk terpaksa mencuci semua baju dengan tangannya.

Ibuk saya tipe orang yang tidak suka meminta belas kasihan kepada orang lain, apalagi sampai merepotkan anaknya. Tapi sebagai anak pertama, sudah seharusnya saya membahagiakan beliau, jangan sampai hanya karena cucian menumpuk dan pinggang Ibuk bertambah parah.

Mesin cuci yang teronggok di lantai dua rumah memang sudah uzur. Hampir 10 tahun lebih mesin tua itu membersihkan semua baju ke 6 anggota keluarga saya. Mungkin sekarang sudah waktunya dia diganti yang baru. Karat-karat di lapisan luar makin kentara dan keropos di sana sini. 

Kasihan mesin cuci tua itu

Lebih kasihan Ibuk saya jika harus mendera sakit pinggang berkepanjangan.


****


Ibuk saya pasti ingin sekali membeli mesin cuci baru, tapi beberapa minggu yang lalu beliau baru saja membeli Chiler untuk tokonya. Pasti tabungan Ibuk belum cukup untuk membeli mesin cuci yang harganya jutaan. 

Lalu bagaimana? 

Tenang pemirsah, beliau kan punya anak perempuan kesayangan, aka saya. Setelah berdiskusi dengan suami kami berniat untuk membelikan Ibuk mesin cuci baru. Uangnya patungan kami berdua, yah walaupun cuma PNS saya bisa menabung sedikit-sedikit terlebih untuk membantu orang tua itu.


Dimana Beli Mesin Cuci yang Bagus?




Di era digital sekarang, segala hal dituntut untuk lebih praktis termasuk urusan belanja. JIka dulu saya mesti cek harga di beberapa toko elektronik. Dimana membutuhkan uang trasport dan biaya parkir.

Sekarang saya tidak mau repot lagi. Kita bisa mencari spesifikasi barang yang dibutuhkan via internet, berikut harga dan kita bisa membandingkan toko online mana yang memiliki pilihan barang paling lengkap, harga murah, dan kredibilitas yang bagus.

Belanja di ELEVENIA Banyak Hepinya


Tak butuh waktu lama untuk menemukan  mesin cuci untuk Ibuk saya. Kemudahan dalam menemukan kategori barang di ELEVENIA benar-benar membantu saya. Tagline Klik, Cari, Hepi tak hanya isapan jempol.




Belanja di Elevania itu gampang dan cepet banget, karena kita tinggal cari barang sesuai kategori kebutuhan. Jadi ngga usah tersesat ke kategori lain yang bikin belanjaan membludag gaes. Seperti saat mencari mesin cuci tinggal cari kategori electronics http://www.elevenia.co.id/ctg-mesin-cuci


Kenapa Belanja di Elevenia?

1. Koleksi Barang yang Dijual Lengkap


Saat memilih barang, salah satu kriteria adalah toko tersebut menjual barang yang beragam dan lengkap. Misal kita sedang mencari baju anak, dan yang kita cari baju anak dengan bahan kaos, sedang toko tersebut hanya punya baju jenis kemeja. Kan jadi males dan pindak ke online shop lain.



Elevenia menyediakan beragam barang dari berbagai merek. Contohnya saat saya mencari mesin cuci untuk Ibuk. Saya langsung memilih kategori Elektonik.



Di kategori elektronik kita bisa memilih dari Brand atau jenis elektronik yang kita inginkan. Semua merk terkenal ada di ELEVENIA, jadinya puas memilih barang sesuai brand favorit.





Selain berdasar merk, kita juga bisa melakukan pencarian barang berdasar kategori spesial. Seperti barang yang kita butuhkan termasuk peralatan rumah atau hiburan. Di sub kategori peralatan rumah ada buanyak jenis mesin cuci, dari yang dua tabung, satu tabung, atau mesin cuci bukaan atas atau depan. Lengkap dan tinggal pilih mana yang sesuai dengan kebutuhan dan biaya tentunya.




2.  Harga Barang Murah



Selain kelengkapan jenis barang dan ketersediaanya, yang penting bagi keberlangsungan isi dompet adalah harga yang murah gaes. Kalau dulu nyari barang yang murah harus datang ke satu toko, nanya-nanya ke sales counter, pindah toko lagi sampai ketemu harga yang paling murah. Sekarang tinggal cek dari satu olshop ke olshop lain. Ketemu ELEVENIA harganya murah-murah, yawis belanja disini ajah.


3.  Belanja di Elevenia Terjamin Keamanannya



Dapat barang murah, sesuai merk impian tapi barang ngga nyampe-nyampe atau malah barang yang diterima tak sesuai pesanan. Itu bikin sedih gaes. Udah menunggu lama tapi barang malah hilang dan toko online tidak bertanggung jawab. Oh NO.

Kamu harus pintar memilih toko online atau portal jual beli yang track recordnya bagus. Cari yang memiliki ulasan  bagus serta transaksi juga aman. Karena data yang kita gunakan untuk proses pembayaran sangat penting jadi semua alat pembayaran harus tersertifikasi.


4.  Cara Pembayaran Gampang



Keribetan lain yang harus diminimalisir ketika belanja adalah cara pembayaran yang mudah dan tidak ribet. Berbelanja di ELEVENIA saya bisa memilih banyak cara pembayaran. Dari transfer via ATM, COD, online banking, atau menggunakan kartu kredit.

Saya sih lebih suka memakai online banking, setelah checkout data kita sudah ada di menu bank yang kita gunakan. Ngga perlu lagi mengingat nomor invoice atau besarnya rupiah yang harus dibayar. Saat kita memasukkan user id, besarannya sudah lansung terlihat.



"Yipiii, finnaly I found a washer machine for my mom gaes"



Berkelana di Elevania.co.id hanya beberapa menit saja saya sudah menemukan mesin cuci untuk Ibuk saya, dengan kriteria:

1. Mesin cuci satu tabung
2. Merk LG
3. Harga under 3 juta
4. Muat sampai 7 kg

Kenapa saya memilih mesin cuci tersebut?

Saya sekeluarga kadung jatuh cinta dengan brand LG, dari televisi, hingga mesin cuci semua LG. Mesin cuci yang lama merknya LG dan sudah 10 tahun bersama, mesin cuci di rumah saya sendiri juga LG dan sudah 6 tahun masih baik-baik saja.

Kalau sudah pakai mesin cuci nggak mau lagikan repot. Jadi pilih yang satu tabung, pekerjaan kita cuma memasukkan baju kotor, detergen dan klik, baju bersih dan sudah setengah kering. Jika memilih yang dua tabung, harus mengecek air, dan memindahkan cucian ke tabung satunya untuk dikeringkan. Ehm, ribet.



Semoga Ibuk saya suka dengan mesin cuci dari saya yang bakal langsung dikirim ke rumah Ibuk. saya tinggal menantikan curhatan Ibuk kalau pinggangnya sudah tidak sakit lagi dan beliau tertawa bahagia.

3 comments:

  1. Aduh kasihan ibunya. Semoga nanti kalau menang lomba blognya bisa beliin mesin cuci baru buat si ibuk ya Mbak Prim.

    ReplyDelete
  2. Kasihan ibunya Mbak, semoga bisa terwujud keinginan untuk beliin mesin cuci baru, aamiin. Salam buat beliau ya Mbak.

    ReplyDelete
  3. Semoga emak segera sehat ia, dan gak sakit pinggang .....
    di elevenia bnyk jenis mesin cuci nya ... sesuai in kebutuhan dah ...

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)