Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Serba-Serbi Memberi ASI


Hai para bunda, pasti semua pada tahu donk jika ASI makanan terbaik bagi bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan dan selanjutnya bisa ditambah dengan makanan pendamping ASI. Begitupun saya selama hampir 1,5 tahun memberikan ASI pada duo anak lanang. 

Lho bukannya saya bekerja? Bagaimana ngasih ASI nya?

Pastinya sudah pada tahu donk tentang cara memerah ASI, alat penyimpan ASIP, teknis pemberian ASIP dan cara menyimpannya. Lima tahun lalu, memberikan ASI tidak secara langsung masih sangat jarang dan bahkan "Dipaido" sama mertua dan saudara. Tapi dengan semangat dan keyakinan, kedua anak lanang bisa menikmati ASI secara ekslusif selama 1,5 tahun.

Stok ASIP saat menyusui anak ke 2


Bagi ibu bekerja atau yang tidak sepanjang hari bersama si baby, memang harus lebih berjuang dalam pemberian ASI, beberapa kendala yang saya rasakan saat masih menyusui dulu antara lain:

1. Butuh dana khusus untuk membeli peralatan memerah dan menyimpan ASI


  Saat ekonomi belum stabil dan setelah menikah langsung dikaruniai anak itu hal yang patut disyukuri, tetapi setelah punya baby dan berencana memberi ASI saya harus memiliki alat pemerah seperti pompa yang saya beli online, karena di toko offline masih susah nyarinya dulu. Beli kulkas baru untuk menyimpan ASIP karena kulkas mertua kecil dan freezernya tidak muat untuk menyimpan puluhan botol kaca. Selain itu saya juga harus mengkoleksi puluhan botol kaca untuk menyimpan. Belum lagi saya juga harus punya botol susu/dot, memang sih menggunakan dot tidak dianjurkan tetapi mertua tidak bisa memberi ASI pake cupfeeder atau sendok, agak repot kata beliau. Jadi memang butuh dana khusus ya bunda. Beda saat di rumah, memberikan ASI bisa langsung.  

2.  Kurang dukungan dari lingkungan


   Memberikan ASIP tidak secara langsung atau melalui dot masih sangat awam bagi lingkungan saya 6 tahun yang lalu. Bagaimana cara menghangatkan susu atau mencairkan dulu dari kulkas, harus perlahan-lahan di jelaskan ke mertua. Belum lagi mertua lebih menganjurkan minum sufor daripada repot repot memerah dan kawatir si baby akan kehabisan stok ASI. Jujur, kurang dukungan terkadang membuat strees dan produksi ASI menurun.

3. Saya tidak bisa mengikuti acara/tugas luar kantor

    Selama memberi ASI, saya jarang bahkan tidak pernah keluar kantor dalam waktu yang lama. Setiap 3 jam saya harus memerah ASI. Jika saya ikut tugas luar kantor saya bakal kesulitan mencari tempat untuk memerah ASI. Untungnya atasan memahami dan tidak pernah memberi tugas keluar kantor, walaupun kadang saya bosan selalu standby di kantor.

4. Tidak adanya tempat khusus untuk memerah

 

    Di kantor saya hingga sekarang belum ada tempat khusus untuk memerah ASI. Bahkan jika sekarang saya menyusui lagi, terpaksa harus memerah ASI di toilet. Untung toiletnya bersih, sekarang di dekat toilet bisa untuk memerah walaupun masih di sebelah toilet.

5. Kelelahan dan stress membuat ASI menurun

 

    Saya tahu tentang ASI bisa diperah hanya seminggu sebelum cuti saya berakhir. Artinya saya belum menyimpan ASIP yang banyak. Bisa dibilang waktu menyusui anak pertama sistem penyimpanan ASIP saya kejar tayang. Jadi hasil perahan hari ini diminum sehari berikutnya plus satu botol dari stok. Jika sehari saja saya tidak memerah atau frekuensi memerah berkurang bisa jadi baby saya bakal kehausan karena minum ASInya berkurang. 

Sebisa mungkin saya selalu menjaga konsumsi makan agar kualitas dan kuantitas ASI terjamin. Bagaimanapun ASI itulah sumber energi utama bagi bayi saya. Terkadang stres dan kelelahan mendera, membuat produksi ASI menurun. 

Produksi ASI yang tidak lancar selain diimbangi makan sayuran hijau, juga ditambah dengan minum suplemen ASI yaitu ASI Booster Tea, ASI Booster Tea merupakan minuman teh pelancar ASI alami pertama di Indonesia yang bisa meningkatkan jumlah ASI hingga 900% hanya dalam waktu 24 Jam.

Keunggulan ASI Booster Tea :
 
• Melancarkan ASI hingga 900% dalam waktu 24 Jam – 72 jam
• 100% herbal yang aman untuk ibu & bayi
• Lebih ekonomis, tanpa konsumsi susu formula
• Sudah dikonsumsi jutaan ibu menyusui

Komposisi ASI Booster Tea :


ASI booster Tea (walaupun tanpa kandungan daun teh) adalah sebuah suplemen penambah ASI yang terbuat dari bahan alami (herbal) dengan komposisi Fenugreek seed, fenugreek powder, FENNEL SEEDS,Fennel powder, ANISE, cinnam venum, alpinia powder, dan habbatussauda. ASI Booster Tea bisa didapatkan secara online di www.nakibu.com







Lalu, apa sih yang bikin saya bersemangat dan berjuang memberikan ASI Ekslusif pada anak-anak saya?

1. ASI is the best for baby

Manfaat ASI semua pasti sudah tahu donk, atau googling saja dan kalian bakal menemukan puluhan manfaat ASI bagi baby dan ibunya. Karena tahu ASI lah yang terbaik, saya ngga bakal memberikan yang lain. Toh ASI saya lancar, tidak ada masalah dengan produksi ASI, bayi juga tidak alergi, kenapa memberi yang lain

2. ASI itu gratis
Jika tadi saya agak mengeluh dengan pengeluaran untuk membeli alat tempur ASIP, itu hanya di awal. Setelahnya gratis karena ASI ngga perlu beli. Anggaran untuk membeli sufor itu besar lho, apalagi saat masih dibawah 6 bulan, susu berkualitas tinggi harganya super mahal.

3. Menyusui itu menyenangkan
Ya, momen menyusui itu sangat menyenangkan. Bisa menatap anak secara langsung, merasakan dia menghisap dada, saat dia bercanda sambil minum atau ketika si kecil mulai nakal menggigit. Kalau saya merindukan masa ketika si kecil minum ASI dan tangan satunya nyubit-nyubit perut, bikin geli. Hingga sekarang saya masih pengen "neteki" si kecil. Hahaha, bahkan sama anak kedua yang usianya sudah 3,5 saya terkadang nanyain dia minta nenen nggak sambil meluk-meluk dia.

4. Praktis
Saat pergi kemana-mana yang paling rempong pasti Ibu. Apalagi jika masih bayi, bawaannya segambreng. Dari popok, baju, selimut belum lagi jika memberi susu via dot. Susu, thermos air panas, air putih, dot harus dibawa sepaket. Jika menyusui langsung, tinggal slep dan ngga perlu nunggu lama.

Bunda, semua Ibu pasti menyayangi dan mencintai putra-putrinya. Segala hal yang terbaik pasti akan kita berikan bagi si kecil. Bagi saya, memberikan apa yang sudah menjadi hak anak termasuk ASI adalah suatu kebahagiaan. Bahagia mereka bisa menikmati dan merasakan manfaat ASI, bahagia dan merasa puas atas perjuangan demi mereka. Apapun pilihan seorang Ibu pasti demi kebaikan si kecil.

Semoga selalu sehat ya bunda, dan salam sayang buat si kecil.


Comments

  1. Hehe, iya Mak. Serba-serbi menyusui itu bikin gimana gitu, ya... yang jelas tiap ibu pasti ingin memberi ASI pada anaknya. Semangat NgASI, mak! aku juga konsumsi ini. Enak pait2 seger hehe

    ReplyDelete
  2. Kebayang ya pas kudu tugas ke luar kota, selagi ASI eksklusif. Keinget dulu ada teman kantor yang mengharuskan tugas luar kota hingga sebulan lebih, dia nyetok dulu. Dan di sana dia jg memerah ASInya. Di mana dia sampai belain bawa cooler box untuk menaruh ASInya tsb.
    Perjuangan seorang ibu itu emang luar biasa ya. Saya pun sedang menantikan masa2 ini nih mbak hehe. Tfs ;)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…