Mides, Mie Bercitarasa Unik Kuliner Tradisional Bantul




"Buk" Terdengar  teriakan Saka dari kamar, itu berarti anak lanang sudah bangun.

 Sambil kucek-kucek mata dia tanya "Ibuk libur ndak?"

"Iya dek, kan sekarang hari Sabtu, Ibuk libur sama besok minggu"

"Horeeeee" Terdengar teriakan dek Saka yang kegirangan begitu tahu saya hari ini libur.


**********************************************************************



Menu favorit anak-anak dan bapaknya sih mie goreng. Biar ngga bosen saya masakin menu mie yang beda dengan mie goreng biasanya.



MIDES gaess. Ada yang sudah pernah denger atau malah sudah mencicipi kuliner khas Bantul ini?
Saya sendiri tahu kuliner Mides baru sekitar 4 tahunan ini, semenjak jadi pegawai di Bantul. Kuliner tradisional Bantul ini berbahan dasar mi tapi mie nya berbeda dengan mie yang sering kita lihat di pasaran. Mides terbuat dari tepung singkong, dengan tekstur kenyal dan bentuknya bulat agak kotak dengan ukuran lebih besar dari mie kebanyakan.Mides sendiri kepanjangan dari Mie pedes, biasanya dimasak pedas, cocok banget buat kamu pecinta kuliner pedas. 

Mides merupakan  kuliner tradisional dari Pundong, dibuat secara home made  oleh warga sekitar Pundong. Dulu sih cuma ada di Pundong tapi sekarang sudah ada beberapa warung Mides di daerah Bantul kota. Tapi, kalau mau yang rasanya otentik sih saya dan teman-teman kantor menyempatkan melipir ke Pundong dan menikmati "nyamleng"nya Mides khas Pundong.

Nah, sekarang bahan mides juga dijual dibeberapa penjual sayur, tapi tetep cuma bisa ditemukan di Bantul. Itupun dengan jumlah yang terbatas. Jadi bagi yang pengen masak Mides bisa beli bahan mentahnya dan dimasak dirumah.

Pagi ini saya mau masak Mides tapi yang nggak pedes. Lha gimana tuh. Ya tetap berbahan mi pentil (nama lain dari mi Pundong) dengan resep yang sama hanya minus cabe. Kan anak lanang belum doyan makanan pedes. Yang penting mereka makan lahap dan tahu kalau Mides itu salah satu kuliner nusantara.

Resep Mides ala Prima


Mides bisa diolah menjadi dua menu masakan sesuai selera, dibikin mi godok/rebus bisa, digorengpun makin enak. Berhubung anak lanang suka yang goreng, saya bikin mides goreng ajah ya gaes.



Berikut resepnya :


  • Bahan utama Mides yang bisa di dapatkan di Pundong atau di pasar Bantul
  • Telur
  • Sayur seperti kubis, tomat, daun seledri dan loncang
Bumbu   :

  • Bawang putih
  • Merica
  • Kemiri
  • Ebi
  • Garam
  • Jangan lupa tambahkan cabe jika ingin pedas

Bagaimana cara memasaknya :


Gampang banget gaes, tidak beda jauh dengan masak mie goreng biasa, cekidot ya :
  • Haluskan semua bumbu
  • Masukkan dalam minyak, tumis dan masukkan telur
  • Setelah telur masak, masukkan aneka sayuran
  • Sayuran mulai empuk masukkan mie dan aduk sampai matang.
Ohya pemirsah, ciri khas dari Mides adalah aroma ebi yang sangat terasa, jadi jangan lupa Ebi sebagai bumbu utama. Berbeda dengan mie goreng lain, mides biasanya tidak ditambahi ayam ataupun bakso. Jadi kita bisa merasakan otentiknya mi kenyal dan ebi yang gurih.

Nah ini dia penampakan Mides ala saya yang masih di penggorengan.




Ehm, look so yummy 'kan pemirsah. Tanpa menunggu lama langsung saya sajikan ke piring  dan mempersilahkan mas Bojo mencicipi kuliner khas Bantul yang ternyata dia belum pernah rasakan. Yaelah, istrinya cari makan di sana tapi mas Bojo belum pernah makan Mides khas Pundong. Sepertinya perlu diajak keliling Bantul nih mas Bojo.

Tapi e tapi sebelum Mides habis dilahap mas Bojo dan duo anak lanang wajib hukumnya diambil gambarnya donk. 




Jepret. Jepret. 

Upload di sosmed
Baru deh silakan dilahap.

Hahaha, emak kekinian banget ya saya pemirsah. Harus donk, abadikan setiap moment apalagi gambar masakan sendiri, kuliner khas lagi, yang pasti jarang ada dan biar pada tahu. Ini lho Mides endes kuliner khas Buantul. Bantu promoin produksi daerah juga 'kan.

Ngomongin soal potret memotret, pastinya butuh trik khusus agar hasil foto bagus dan menarik. Apalagi memotret makanan itu ngga gampang. Selain dibutuhkan kamera yang bagus,  kita juga harus tahu juga tips memotret makanan agar menghasilkan gambar makanan yang menarik.

Ohya, memotret tak selalu harus memakai kamera digital atau SLR, manfaatkan gadget yang ada saja pemirsah. Pastinya kita semua punya smartphone, nah kenapa nggak pake kamera smartphone saja. Tapi, pastikan kemampuan kamera smartphone kamu nyahud ya biar hasilnya cakep #kayaksaya.

Apabila jika kualitas kamera smartphone kamu hampir setara dengan kamera, ngapain juga kita repot-repot pake kamera. 'Kan memakai smartphone lebih praktis dan mudah.


Ada yang mau tahu tipsnya apa ajah? Berikut nih tips n trik memotret makanan  menggunakan smartphone :

1.  Cahaya yang cukup



Image Source: ohmyveggies.com

Memotret obyek apapun sebaiknya didukung dengan lighting yang cukup. Waktu terbaik sih dari pagi sampai jam 10 dan menjelang senja dari jam 2 hingga pukul 4. Memotret makanan pastinya membutuhkan cahaya yang terang agar obyek terlihat jelas. 

Selain waktu, tempat juga mempengaruhi cahaya. Sebaiknya kita memotret diluar ruangan seperti teras ataupun jika di dalam ruangan cari dekat jendela agar cahaya matahari bisa masuk. Dan hindari juga memotret makanan dibawah sinar matahari langsung.

Saya pernah membaca sebuah artikel yang cukup cadas, jika cahaya tidak mendukung apalagi gelap. Sudah lupakan acara motret memotret, langsung dilahap saja karena hasilnya hanya membuat kecewa. 

2.  Tambahkan properti pendukung


sumber gambar :Texture_Amanda


Seperti halnya Adam, rasanya tak lengkap tanpa ada Hawa. Begitupun saya, rasanya ada yang kurang tanpa ada kamu. #Eheem.

Makanan tanpa properti tambahan rasanya juga ada yang miss. Kita bisa menaruh cangkir, sendok garpu, tatakan kayu, serbet cantik, tatakan, bunga dan properti lain. Jika kebetulan sedang di resto kita bisa memanfaatkan barang yang ada di meja seperti botol saus atau gelas minuman, 

Dengan penambahan properti apalagi yang unik dan nyambung dengan makannya, pastinya  fotonya lebih menarik dan sedap dipandang mata.

3.  Perhatikan angle/sudut pandang saat memotret

sumber gambar :http://ikakoentjoro.blogspot.co.id/2016/03/5-tips-sukses-memotret-makanan-di-rumah.html


Ngomongin sudut pandang, bisa sesuai selera tapi juga sudah ada aturan tak resmi. Misal makanan berkuah bagusnya kita ambil dengan sudut 45 derajad. Untuk gambar flatlay bisa tegak lurus. Atau kamu juga bisa memotret makanan dari samping. Ada juga beberapa angle yang bisa kamu coba seperti BEV (bird eyes view), 10-20 derajad, dan horisontal. Untuk sekarang sih yang lagi kekinian memotret dari atas walaupun kita harus lebih bekerja keras dengan jinjit atau naik ke kursi. Jadi memotret jangan asal, tapi perhatikan juga sudut pandang saat membidik obyek.

4. Perhatikan komposisi obyek


sumber gambar : Pinteres


Kita bisa mencoba komposisi "Rule of third" dimana bidang foto dibagi menjadi tiga bagian sama besar baik itu secara vertikal ataupun horisontal. Akan ada 9 area dengan luas sama besar, akan ada 4 titik temu. Letakkan obyek di salah satu 4 titik temu tersebut. Kenapa harus seperti itu? Karena saat melihat gambar mata secara natural lebih tertuju pada titik tersebut dibandingkan pada titik tengah foto.

5. Hindari Fitur Flash


Hasil gambar terlalu terang karena flash

Poin penting selanjutnya jangan memotret makanan menggunakan flash, hasilnya enggak banget. Saat memotret makanan hindari pengunaan flash, karena cahaya dari flash hanya akan melunturkan warna aslinya dan menghasilkan bayangan yang bikin foto kurang bagus serta mengacaukan colour balance.


6. Potret makanan saat masih fresh



Makanan akan terlihat menarik jika masih segar. Penampilan yang berwarna-warni juga membuat hasilnya lebih hidup. Apabila makanan tidak colourfull bisa diimbangi dengan penambahan pernak pernik foto tadi. Atau juga diakali dengan alas foto dan background yang kontras. Jangan lupa segera jepret kulinermu setelah disajikan, jangan menunggu lama karena tampilannya akan berbeda. Sayur bisa layu atau jika es akan meleleh.

7.  Kenali smartphone kamu dan maksimalkan aplikasi yang ada





Tak kenal maka tak sayang. Pelajari setiap fitur kamera di smartphone kamu. Hingga saat memotret kamu bisa mengubah-ubah fokus, ketajaman, cahaya ataupun filter. Jangan lupa kamu bisa mengedit gambar dengan berbagai aplikasi.





Nah, itu tadi 7 tips memotret makanan dengan menggunakan smartphone kamu. Kalau saya menggunakan ASUS Zenfone 2 yang sudah hampir dua tahunan ini menemani saya. Selain speknya yang lengkap  saya juga suka banget sama kameranya. Kinclong 'sis. 



Apalagi Zenfone 2 ini dilengkapi PixelMaster Camera dimana PixelMaster merupakan teknologi ASUS yang menggabungkan softwar, hardware dan desain optik untuk menghasilkan gambar yang luarbiasa. Dengan PixelMaster Zenfone akan menghaslkan foto berkualitas tinggi.




























Kamera dari Zenfone 2 kesayangan saya mampu memotret dengan resolusi besar, untuk videopun sudah Full HD. Resolusi yang besar didukung teknologi autofokus dengan laser dan dapat mempercepat pencarian fokus obyek hanya dengan waktu 0,3 detik. Autofukus ini bisa bekerja dengan jarak yang dekat dataupun jauh.






Kelebihan dari kamera ASUS tak lain dan tak bukan bisa bekerja maksimal dalam kondisi kurang cahaya sekalipun. Jadi saat memotret makanan dan cahaya kurang solusinya make kamera smartphone ASUS gaes. Kamera ini mengambil gambar dan video 400% lebih terang saat minim cahaya. Itu pastinya berkat teknologi Asus Pixel Master 2. Nah, di Zenfone 3 teknologi Pixel Master diatas Zenfone 2 yang pastinya hasilnya juga lebih bagus. Ah, jadi pengen ganti henpon #nunggugajian.



Sobat Prima, jangan lupa kalau ke Bantul cicipin enaknya Mides Pundong, atau jika berkenan mampir ke gubuk saya, dengan senang hati akan saya masakin. Jangan lupa cintai kuliner nusantara ya, jangan sampai deh kuliner nusantara warisan leluhur hilang ditelan waktu karena kita sendiri tak mau "nguri-uri".



Kalau tadi saya sudah masak, nyuapin anak lanang, jepret kuliner dan exist di sosmed, rasanya saya perlu istirahat sebentar dan menikmati weekend. Jangan lupa cintai kuliner nusantara, dan selamat liburan temans.


Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.

Comments

  1. Mungkin ada yang belum tau, kalau Bantul itu ada di Jogjakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak yg tahu kalo Parangtritia itu di Jogja, tapi ga tahu kalau di Bantul juga mas.

      Delete
  2. Mides aku baru denger Mbak Prim, difoto menggunakan teknologi hape yang canggih makin pingin ngabisin makanan yaaa.

    Aku mau beli foam board ach, supaya pencahayaan foto semakin maksimal, TFS y

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suamiku aja juga ngga ngerti Mak Astin, hehehe..

      Delete
  3. Aku kok tertarik sama mides ya.. besok kalo mudik ke Bantul bisa coba neh kayanya.. kalo yang di pundong itu tepatnya di mana lokasinya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pundong itu di daerah selatan mas, lewat Jalan Parangtritis,

      Delete
  4. Mbak, kalau aku ngejogja dibikinin Mides yah, penasaran gimana rasanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaaap, ayo kerumah ntar ke Candi kalasan Mak Witri

      Delete
  5. Waah makasih infonya Mak Prim.. Sudah lama saya dengar teori Rule of Third,cuma gak ngerti alasannya kenapa. Baru dijelasin disini bahwa objek harus mengenai 1 titik pertemuan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama mbak, saya juga lagi belajar ini.

      Delete
  6. Poin 1 penting banget ya, cahaya cukup. Tapi kalau kepepet nggak dapet cahaya, bisa diakali diterangin pakai aplikasi juga, Mak MaHap. Mides aku belum pernah ngicip nih. Pernahnya mie lethek. Jadi pengin ngicip, pengen kesampleng wkwkwk. Sukses lombanya, Mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mi Lethek juga khas Bantul Mak Ges. Makasih ya udah mampir

      Delete
  7. Makasih mba tips memotret makanan nya, saya hasil jepretan masih kurang bagus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belajar bareng yuk mbak, biar hasil jepretan makin kece.

      Delete
  8. Ini sama dengan mie lethek nggak sih mbak Prim? kayaknya kok enak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda mbak Ika, mie lethek ukurannya lebih kecil dan rasanya juga beda.

      Delete
  9. Pengen ngumpulin properti buat foto itu tapi di rumahku nggak ada cahaya yg cukup nih. Harus ke luar rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kalau foto-foto juga di teras kok mbak Leyla, didalem gelap.

      Delete
  10. Laaahh...
    ternyata dijualnya terbatas ya, dan hanya ada di Bantul. Terus aku nyicip e piye? Main ke rumah Mbak Prima wae yo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Main ke JOgja mbak Ika, ntar tak masakin atau langsung jelong2 ke Pundong

      Delete
  11. Wow penasaran sama mides ini, unik juga ya.
    Btw soal lighting di potret-memotret aku paling nggak bisa, belum paham, padahal seneng banget kalo motret makanan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hasil jepretan mbak Lianny mah cakep2, apalagi foto makannnya, kece abis.

      Delete
  12. jadi laper dan jadi pengen punya asus #eh ;p

    ReplyDelete
  13. menggoda banget euy...lezaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jelas lah, apalagi kalau udah nyicip jeng Innayah.

      Delete
  14. waah aku baru tahu nih Midesnya bantul mba...klo ke sana mau icip bikinan mba prima ah

    ReplyDelete
  15. Waaah coba ya mides ini dijualan kemasan di supermarket, bisa nyobain nggak perlu jauh2 kesana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ide bagus itu Mak Lus, selama ini cuma ada di warung sayur itupun dengan jumlah terbatas, next time kalau ngobrol ama dinas perindakop atau pas ke Pundong saya sampaikan.

      Delete
  16. saya udah curiga pas baca namanya Mides... eh, bener singkatan dari mie pedes :) Setuju, makanan yg baru dihidangkan itu mesti buruan difoto, karena warnanya masih cerah dan kl kelamaan ntar keburu dimakan atau malah dingin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih yummy pas masih panas mbak, kebul kebul, hehehe.

      Delete
  17. Mie Lethek juga khas dari Bantul sis..

    ReplyDelete
  18. mides, pedesnya berasa kaya samyang gak ya? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pedesnya mungkin bisa, tapi tastenya beda kaka.

      Delete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)