Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Pelebon Agung, Daya Tarik Tersendiri dari Ubud



Setiap mendengar kata Ubud, ingatan saya tertuju pada suami artis cantik Happy Salma. Tjokorda Bagus, lelaki ganteng itu memang berasal dari Ubud dan bukan sembarang orang, doi merupakan Putra Raja Ubud. Ganteng, Kalem, pangeran lagi, how you so lucky jeng Happy?

Kembali ngomongin Ubud, satu daerah di Bali ini memiliki pesona yang tak dipunyai daerah lain. Kawasan wisata Ubud kaya akan nilai sejarah, seni dan budaya yang melekat erat. Mungkin ini ada hubungannya dengan kerajaan Ubud yang masih ada hingga sekarang.

Ubud berada di kabupaten Gianyar, secara administratif, Ubud merupakan sebuah kecamatan di Bali yang terhimpun dari 13 banjar yang membawahi 6 desa adat. Topografi wilayah Ubud pada umumnya dikelilingi persawahan serta hutan-hutan yang diapit oleh jurang dan sungai. Nah, jika kamu sering melihat lukisan pemandangan persawahan hijau dengan terasering yang begitu indah, bisa dipastikan sang pelukis memang menggambarkan Ubud.

Jujur, saya penasaran sekali dengan prosesi Ngaben yang tak hanya unik tapi memerlukan anggaran biaya yang sangat besar. Di Ubud sendiri Ngaben sering diadakan, karena pastilah ke liburan di ubud bali akan memberikan sensasi tersendiri,  melihat langsung prosesi  pembakaran jenazah yang tak hanya menyita perhatian wisatawan lokal tapi turis asing juga.

Ngaben adalah upacara terakhir dan yang paling penting dari setiap kehidupan Bali. Jiwa dilepaskan sepenuhnya dari tubuh untuk naik ke surga dan akan bereinkarnasi. Tujuannya untuk mengirim jiwa almarhum untuk kehidupan selanjutnya. Bagi masyarakat Bali, yang meninggal hanya sementara dan akan bereinkarnasi akan mendapatkan ketenangan terakhir di Moksha (pembebasan dari reinkarnasi dan siklus kematian).

Megahnya Prosesi Pelebon Agung (Ngaben) di Ubud

 

Setahu saya ngaben keluarga kerajaan yang terakhir yaitu Prosesi pelebon agung cucu tertua penglingsir Puri Agung Ubud, Tjokorda Putra Widura. Prosesi ngaben tak hanya menarik tapi bikin geleng-geleng, ada upacara ini terdapat bade tumpang sia setinggi 21 meter dengan berat delapan ton. Sementara lembu silem beratnya satu ton. Biasanya memakan waktu persiapan 1-2 bulan mulai dari pembuatan bade atau menara yang akan digunakan untuk ngaben.

Upacara itu juga merupakan pelepasan atau perpisahan orang meninggal yang sangat berbeda. Tak ada isak tangis kesedihan, namun kegembiraan yang tampak di wajah keluarga, maupun masyarakat. Sebab menurut kepercayaan mereka, kematian merupakan berkah dari Tuhan yang harus disyukuri. Kematian dianggap bukan akhir, melainkan awal untuk menuju proses reinkarnasi
 
Warga turut bahu-membahu mengusung Bade atau tempat jenazah setinggi 25 meter dengan sukarela. Ada yang unik dan berbeda dalam upacara itu. Nah, inilah yang menjadi daya tarik wisata pulau Bali. Tak hanya keindahan alam yang luar biasa, namun juga budaya yang tidak akan ditemui di tempat lain. 

Comments

  1. pernah denger acara ngaben di TV, berarti orang sana hebat ya kalau ada yg meninggal gak nangis, duh kalau saya mah gak bisa. kucing saya mati aja udah dikuatin tetep aja nangis terisak-isak :P

    ReplyDelete
  2. Wah... dulu ke Bali nggak begitu menikmati wisatanya, karena jadwalnya KKL dan banyak yang ga sesuai sama rencana. Kapan ya bisa ke sana lagi.. menjelajah Bali :D

    ReplyDelete
  3. akuuu mauuu dolan ke Ubud :) Mupeng banget dgn suasana tenang bin nyaman di sana
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Ritual di Bali yang selalu eksotis dan bikin penasaran ya Mbak

    ReplyDelete
  5. Seketika jadi kepingin liburan ke Ubud :D

    ReplyDelete
  6. Yang aku suka dari UBud...sawahnya mbak. Penataannya bagus. Alamnya cantik.. Asri lah.. Padahal saya terakhir lihat Ubud 13 tahun silam...aduh, sekarang pasti tambah bagus

    ReplyDelete
  7. Ubud bikin kangeeen.. :) Suka bgt sama suasana Ubud.. Aku belum pernah liat langsung upacatmra ngaben.. Menarik bgt ritualnya ya mba, persiapannya jg lama..

    ReplyDelete
  8. kepengen juga lihat acara Ngaben..
    iya Ubud itu cantik banget deh... bentang alamnya bagus

    ReplyDelete
  9. Dibalik ritual yang diselenggarakan, modalnya banyak memang.
    Sedari dulu Ngaben selalu menjadi pusat tontonan siapa aja.

    ReplyDelete
  10. Jadi kangen Ubud! Suasananya memang tiada duanya..

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…