Skip to main content

Kisah Sukses Bu Enny Sigit, Depo Minyak Kutus-Kutus di Yogyakarta

"Bantu orang dulu, tolong orang dulu, setelah menolong rejeki pasti akan datang" itu pedoman yang dipegang oleh Servasius Bambang Pranoto, penemu Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras yang sekarang juga menjadi pegangan Ibu Enny Sigit dalam menolong orang disekitarnya sembuh dari sakit sekaligus membantu para reseller yang notabene teman, saudara dan handai taulan untuk menambah perekonomian keluarga dengan berjualan Minyak Kutus-Kutus.
Sabtu sore yang cerah saya berkunjung ke rumah Ibu Enny Sigit di kawasan Babarsari. Perempuan setengah baya yang masih terlihat enerjik. Keceriaan terpancar dari wajah beliau, meski sore itu tidak mengenakan makeup tapi Ibu Enny nampak segar dan bersemangat. Tak terlihat sedikit pun beliau pernah menderita berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk radang sendi yang mengharuskan lutut beliau disuntik dan disedot secara rutin. 
Beliau dengan ramah mempersilakan saya masuk ke rumahnya. Kami ngobrol di ruang depan yang sudah disulap seperti toko Mi…

Pelebon Agung, Daya Tarik Tersendiri dari Ubud



Setiap mendengar kata Ubud, ingatan saya tertuju pada suami artis cantik Happy Salma. Tjokorda Bagus, lelaki ganteng itu memang berasal dari Ubud dan bukan sembarang orang, doi merupakan Putra Raja Ubud. Ganteng, Kalem, pangeran lagi, how you so lucky jeng Happy?

Kembali ngomongin Ubud, satu daerah di Bali ini memiliki pesona yang tak dipunyai daerah lain. Kawasan wisata Ubud kaya akan nilai sejarah, seni dan budaya yang melekat erat. Mungkin ini ada hubungannya dengan kerajaan Ubud yang masih ada hingga sekarang.

Ubud berada di kabupaten Gianyar, secara administratif, Ubud merupakan sebuah kecamatan di Bali yang terhimpun dari 13 banjar yang membawahi 6 desa adat. Topografi wilayah Ubud pada umumnya dikelilingi persawahan serta hutan-hutan yang diapit oleh jurang dan sungai. Nah, jika kamu sering melihat lukisan pemandangan persawahan hijau dengan terasering yang begitu indah, bisa dipastikan sang pelukis memang menggambarkan Ubud.

Jujur, saya penasaran sekali dengan prosesi Ngaben yang tak hanya unik tapi memerlukan anggaran biaya yang sangat besar. Di Ubud sendiri Ngaben sering diadakan, karena pastilah ke liburan di ubud bali akan memberikan sensasi tersendiri,  melihat langsung prosesi  pembakaran jenazah yang tak hanya menyita perhatian wisatawan lokal tapi turis asing juga.

Ngaben adalah upacara terakhir dan yang paling penting dari setiap kehidupan Bali. Jiwa dilepaskan sepenuhnya dari tubuh untuk naik ke surga dan akan bereinkarnasi. Tujuannya untuk mengirim jiwa almarhum untuk kehidupan selanjutnya. Bagi masyarakat Bali, yang meninggal hanya sementara dan akan bereinkarnasi akan mendapatkan ketenangan terakhir di Moksha (pembebasan dari reinkarnasi dan siklus kematian).

Megahnya Prosesi Pelebon Agung (Ngaben) di Ubud

 

Setahu saya ngaben keluarga kerajaan yang terakhir yaitu Prosesi pelebon agung cucu tertua penglingsir Puri Agung Ubud, Tjokorda Putra Widura. Prosesi ngaben tak hanya menarik tapi bikin geleng-geleng, ada upacara ini terdapat bade tumpang sia setinggi 21 meter dengan berat delapan ton. Sementara lembu silem beratnya satu ton. Biasanya memakan waktu persiapan 1-2 bulan mulai dari pembuatan bade atau menara yang akan digunakan untuk ngaben.

Upacara itu juga merupakan pelepasan atau perpisahan orang meninggal yang sangat berbeda. Tak ada isak tangis kesedihan, namun kegembiraan yang tampak di wajah keluarga, maupun masyarakat. Sebab menurut kepercayaan mereka, kematian merupakan berkah dari Tuhan yang harus disyukuri. Kematian dianggap bukan akhir, melainkan awal untuk menuju proses reinkarnasi
 
Warga turut bahu-membahu mengusung Bade atau tempat jenazah setinggi 25 meter dengan sukarela. Ada yang unik dan berbeda dalam upacara itu. Nah, inilah yang menjadi daya tarik wisata pulau Bali. Tak hanya keindahan alam yang luar biasa, namun juga budaya yang tidak akan ditemui di tempat lain. 

Comments

  1. pernah denger acara ngaben di TV, berarti orang sana hebat ya kalau ada yg meninggal gak nangis, duh kalau saya mah gak bisa. kucing saya mati aja udah dikuatin tetep aja nangis terisak-isak :P

    ReplyDelete
  2. Wah... dulu ke Bali nggak begitu menikmati wisatanya, karena jadwalnya KKL dan banyak yang ga sesuai sama rencana. Kapan ya bisa ke sana lagi.. menjelajah Bali :D

    ReplyDelete
  3. akuuu mauuu dolan ke Ubud :) Mupeng banget dgn suasana tenang bin nyaman di sana
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Ritual di Bali yang selalu eksotis dan bikin penasaran ya Mbak

    ReplyDelete
  5. Seketika jadi kepingin liburan ke Ubud :D

    ReplyDelete
  6. Yang aku suka dari UBud...sawahnya mbak. Penataannya bagus. Alamnya cantik.. Asri lah.. Padahal saya terakhir lihat Ubud 13 tahun silam...aduh, sekarang pasti tambah bagus

    ReplyDelete
  7. Ubud bikin kangeeen.. :) Suka bgt sama suasana Ubud.. Aku belum pernah liat langsung upacatmra ngaben.. Menarik bgt ritualnya ya mba, persiapannya jg lama..

    ReplyDelete
  8. kepengen juga lihat acara Ngaben..
    iya Ubud itu cantik banget deh... bentang alamnya bagus

    ReplyDelete
  9. Dibalik ritual yang diselenggarakan, modalnya banyak memang.
    Sedari dulu Ngaben selalu menjadi pusat tontonan siapa aja.

    ReplyDelete
  10. Jadi kangen Ubud! Suasananya memang tiada duanya..

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …