Skip to main content

Kisah Sukses Bu Enny Sigit, Depo Minyak Kutus-Kutus di Yogyakarta

"Bantu orang dulu, tolong orang dulu, setelah menolong rejeki pasti akan datang" itu pedoman yang dipegang oleh Servasius Bambang Pranoto, penemu Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras yang sekarang juga menjadi pegangan Ibu Enny Sigit dalam menolong orang disekitarnya sembuh dari sakit sekaligus membantu para reseller yang notabene teman, saudara dan handai taulan untuk menambah perekonomian keluarga dengan berjualan Minyak Kutus-Kutus.
Sabtu sore yang cerah saya berkunjung ke rumah Ibu Enny Sigit di kawasan Babarsari. Perempuan setengah baya yang masih terlihat enerjik. Keceriaan terpancar dari wajah beliau, meski sore itu tidak mengenakan makeup tapi Ibu Enny nampak segar dan bersemangat. Tak terlihat sedikit pun beliau pernah menderita berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk radang sendi yang mengharuskan lutut beliau disuntik dan disedot secara rutin. 
Beliau dengan ramah mempersilakan saya masuk ke rumahnya. Kami ngobrol di ruang depan yang sudah disulap seperti toko Mi…

Kaos Legendaris Dagadu Lebih Baru dan Seru


Semasa SMP saya dan teman teman merasa jadi anak "gaul" saat mengenakan kaos DAGADU. Kaos oblong bergambar khas Jogja atau bertuliskan aneka joke dan bahasa "walikan" menjadi fashion favorit di kala itu. Nah, jadi pada tahu khan umurku yang udah berkepala tiga. LOL.

Hingga sekarang kaos berlogo mata itu masih exist hingga sekarang. Jika dihitung hitung sudah hampir seperempat abad menjadi kebanggaan Jogja.  Cindera mata yang tak boleh ketinggalan saat berwisata ke Jogja dan bagi saya serta warga Jogja yg usianya diatas saya bisa jadi memory yang tak terlupakan.

Pekan lalu, saya dan beberapa teman blogger serta media berkesempatan diundang ke acara Launching Logo Mata Baru DAGADU yang berlokasi di Jogjatourium jl. Gedong Kuning. Sering sih lewat gedung unik yang jadi outlet utamanya DAGADU, tapi baru kemaren sempat mengulik isi Yogyatourium.


Relaunching "Dagadu Baru Seru" mengenalkan logo Mata Baru dari DAGADU. Direktur Utama PT. Aseli Dagadu Djokdja menuturkan jika Jogja sebagai kota adalah sebuah cerita . Sebuah kota adalah rangkaian cerita yang tak pernah ada habisnya , Dagadu sejak kelahirannya mencoba untuk tekun membaca cerita tentang Jogja dan dengan gembira menuturkan pada tamu yaitu wisatawan Jogja.


Latar Belakang Relaunching Dagadu Baru Seru

Banyak hal yang melatar belakangi keputusan PT. Aseli Dagadu Djokdja untuk melaunching Relaunching, antara lain:
1.  Masih banyak peminat gaya berbusana casual dengan kombinasi jeans n t shirt, khususnya anak muda. Dagadu juga harus bisa tetap bisa mengikuti gaya anak muda sekarang yg gaya komunikasi, berbusana dan paparan teknologi yang masif.

2.  Yogya telah berubah. Sebagai konteks dari Dagadu dan menjadi sumber cerita, Yogya banyak mengalami perubahan anak muda yg berganti, mahasiswa yg silih berganti, obyek wisata yang kekinian dan aneka kuliner yg penuh inovasi.


Sabtu kemaren, acara yg digelar oleh Dagadu sebagai moment Relaunching logo baru, dimana Dagadu lahir kembali, juga momentum yang membawa ide segar. Tak hanya logo Mata yang baru namun juga desain, layanan, bahkan rencana melahirkan brand baru dibawah bendera berlogo mata.


Ohya gaes Dagadu Djokdja telah meluncurkan 17 desain yang menawarkan gaya yang lebih simpel. Produk Dagadu pun lebih mudah didapatkan dengan banyaknya outletbDagadu dan bisa beli secara online juga di www.dagadu.co.id


Dagadu tak hanya akrab bagi generasi sembilan puluhan, tapi sampai sekarang masih diminati pecinta kaos oblong. Pada acara Relaunching kemaren Dagadu menggandeng banyak komunitas. Keseruan acara dari pagi hingga malam menyedot banyak pengunjung. Ada atraksi mural dari komunitas mural, dimana mereka langsung melukis dinding Yogyatorium, berbagai games dengan hadiah menarik, fashion show serta ditutup dengan perform band pada malam harinya.

Sobat Prima, Dagadu bukan sekedar kaos oblong tapi bisa menjadi bentuk ekspresi kebanggaan saya sebagai warga Jogja. Saya sendiri berharap kehadiran Dagadu akan tetap lestari hingga masa masa mendatang. Seperti sekarang Dagadu telah ada selaman25 tahun dan dengan inovasi serta mau mengikuti perkembangan jaman bisa bertahan. Perubahan memang perlu asal tidak meninggalkan kekhasan. Dagadu akan tetap bercerita tentang Jogja dengan cara yang selalu baru, sudut pandangan baru, gaya bertutur baru, mata baru agar ceritanya tetap terjaga seru.


Akhir kata, Jogja berubah maka Dagadu pun berubah, karena Dagadu adakah Jogja.


Salam, Dagadu!

Comments

  1. Dagadu masih eksis sampai sekarang, ya? Dulu, aku penggemar kaosnya. Ngakak waktu ingat tulisan yang gini, "Segoblok2nya orang goblok yang goblok, orang yangs empat2nya baca tulisan ini, apalagi sampai bersuara," parahnya, aku terlanjur baca. dengan suara keras pula.

    ReplyDelete
  2. Jadi nostalgia. Waktu jogja booming dulu di sekolah, kaos ini selalu jadi oleh2 paling ditunggu. ^_^

    ReplyDelete
  3. Dagadu ada jualan online ga mbak? Saya punya kaos dagadu, oleh2 kakak waktu ke Yogya. Itu aweeeet banget. Saya pakai lama. Dari zaman sekolah sampai menikah. Hehehe... Kaos andalan kalau les itu.

    ReplyDelete
  4. Bener. Dagadu adalah lambang Ygy..kita orang Sumatera suka nitip oleh2 kaos ini dulu..trus pas ke Ygy borong semuaaa...kereen..

    ReplyDelete
  5. Iya..aku juga bangga dulu klo bisa punya dagadu. Sayang, karena saking kerennya ...banyak yang mbuat dagadu dengan kualitas kw..

    ReplyDelete
  6. Dagadu tuh emang legendaris banget. Dulu waktu kecil belum ke Yogja namanya kalau belum beli kaos Dagadu. :)

    ReplyDelete
  7. Aku senang kaos Dagadu ini. Masih awet sampe sekarang. Aku pake kalo lagi jalan ke pantai dan sejenisnya. Kadang tak pake pas acara nggak resmi#hehehe

    ReplyDelete
  8. Saya ngacung besok balik Jogja. Ke sini ah. Thanks infonya, mbak :)

    ReplyDelete
  9. dagadu emang keren ya... waktu tahun 1998 (sma) banyak teman yang pake baju ini pas pelajaran olah raga .. bangga baget pake.. bilangnya itu oleh2 dari jogja..

    dan laris banget di daerahku kalo ada yng jual ..

    ReplyDelete
  10. Sepertinya ke Jogja mesti mampir nih, beli dan pake biar tambah hits dan selalu keren!

    ReplyDelete
  11. Dagadu, kaos favoritku jaman dulu, mba.

    ReplyDelete
  12. dari jaman aku SD ampe segini...dagadu mah oleh oleh wajib banget. padahal udah punya banyak

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …