End of Black Era - Ternyata Sineas Indonesia Bisa Bikin Film Fiksi Fantasi Keren

Apa yang bisa kamu harapkan dari film pendek apalagi berdurasi hanya dua belas menit? Sepertinya nothing ya gaes, kecuali film pend...

Wednesday, 30 November 2016

Traveling ke Museum-Museum di Bali


Bali tak bisa dilepaskan dari kota Denpasar. Ibukota provinsi Bali ini memang erat kaitannya dengan Pulau Dewata. Saat ke Bali menggunakan pesawat pasti kita landing di Denpasar airport baru kemudian jalan-jalan keliling Bali.

Wisatawan yang berkunjung ke Bali pasti ke pantai lagi pantai lagi padahal banyak obyek wisata di Bali selain pantai. Khususnya di kota Denpasar kamu bisa mengeksplore dari museum, pura hingga desa wisata.
Pokoknya kali ini saya nggak akan membahas wisata pantai ataupun wisata yang berbau air yaaa. 

Yuk langsung aja disimak barang kali bisa jadi referensi wisata kamu ke depannya nanti.

1.      Museum Bali Denpasar

Hasil gambar untuk museum bali denpasar
Museum Bali Denpasar, juga disebut dengan nama museum negeri propinsi Bali Denpasar, artinya museum ini dikelola oleh pemprov provinsi Bali. Museum Bali Denpasar, menyimpan banyak sekali pengetahuan yang menyangkut peradaban manusia dari zaman ke zaman, khususnya pada masyarakat Bali. 

Ide awal untuk mendirikan museum negeri propinsi Bali Denpasar, datang dari seorang yang bernama W.F.J Kroon. W.F.J Kroon adalah orang asing yang menjabat sebagai seorang asisten residen Bali selatan dari tahun 1909-1913.

Awalnya di mulai pada tahun 1910, dari pembangunan gedung Arca. Ada 3 orang yang menjadi arsitek dari pembangunan gedung Arca, yaitu:
·         I Gusti Gede Ketut Kandel
·         I Gusti ketut Rai
·         Curt Grundler (warga negara Jerman)

Lalu apa bedanya museum Bali Denpasar dengan museum Bali yang lain?

 Hasil gambar untuk museum bali denpasar


Museum Bali Denpasar termasuk kategori museum etnografi, anda harus memiliki minat akan sejarah atau menyukai melihat banguan arsitektur khas Bali, jika minat ini tidak ada, akan susah untuk merasakan manfaatnya.

Koleksi museum terdiri dari koleksi etnografika seperti peralatan yang digunakan saat zaman pra sejarah, peralatan upacara keagamaan dan adat, perkembangan seni dan budaya masyarakat Bali, dari jaman ke jaman. Tentunya dengan anda melihat koleksi museum anda akan dapat membandingkan, bentuk dari peradaban masyarakat Bali jaman prasejarah dan zaman modern.

Selain belajar sejarah peradaban manusia Bali jaman purba pengunjung juga bisa menggunakan museum ini untuk foro prewedding.

Lokasi Musium Bali Denpasar
Museum Bali terletak di pusat kota Denpasar, berada di jalan Mayor Wisnu Denpasar Bali 80232. 

2.       Museum Lukisan Sidik Jari

Museum Sidik Jari Denpasar
sumber gambar :rentalmobilbali.net

     Mendengar namanya pasti kalian merasa agak aneh, kok lukisan dari sidik jari ya. Tapi memang di museum ini menyimpan lukisan yang digambar dengan teknik menempelkan jemari yang penuh cat ke kanvas.

Tehnik melukis dengan sidik jari sebenarnya ditemukan I Ngurah Gede Pemecutan secara tidak sengaja. Sebuah kegagalan yang berhasil. I Ngurah Gede Pemecutan berkisah awalnya inspirasi itu muncul saat ia mengerjakan lukisan tari baris, tepatnya pada 9 April 1967. Lukisan yang tak kunjung selesai membuatnya kesal. Ia pun berusaha merusak lukisan itu dengan menempelkan jemari yang penuh cat ke permukaan kanvas. Setelah beberapa waktu ditinggalkan, I Ngurah Gede Pemecutan merenungi lukisan tersebut dan muncul inspirasi untuk membuat lukisan menggunakan jari telunjuk.


Gede Ngurah Rai Pemecutan
sumber gambar : rentalmobilbali.net
     
    
Tujuan dari bapak Gede Ngurah Rai Pemecutan untuk membangun museum Sidik Jari Denpasar,     sebagai tempat untuk memajang aneka koleksi lukisan hasi karyanya, serta memajang puisi hasil karyanya yang ditulis diatas batu.

Di museum Sidik Jari Denpasar, pengunjung tidak hanya dapat melihat lukisan dan puisi saja, melainkan pengunjung yang ingin mendalami budaya Bali terutama seni tari Bali dapat belajar disini. Di museum ini diadakan kursus seni tari Bali, kursus melukis, kursus seni musik Bali dengan pengajar profesional.

Sobat Prima, mengenal Bali tak hanya lewat pantainya, kita juga bisa mengenali Bali lewat budaya melalui museum- museum yang banyak tersebar di Bali. Selamat berlibur.

14 comments:

  1. Lukisan sidik jari unik banget y mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, nggak ngebayangin ngelukis pake jari gitu

      Delete
  2. Sudah lama banget nggak ke Bali niiih, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoo ke Bali mas, ngangenin emang Bali tuh

      Delete
  3. ternyata wisatanya macem2 ya... Saya taunya cuma pantai, bedugul dll :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha kan kemaren abis ke Bali ama ASUS mas :)

      Delete
  4. Pengen ke Bali juga neh, semakin mupeng baca tulisan ini neh

    ReplyDelete
  5. Bener banget, Mbak. Kebanyakan wisatawan yang datang ke Bali itu seringnya datang ke pantai, padahal kalau dilihat-lihat di Bali juga banyak museum sejarah dan karya seni yang cantik-cantik. Tapi aku belum pernah ke Bali, sih, tau dari baca-baca aja.. ^^

    ReplyDelete
  6. Justru dibanding pantainya, saya seneng ke Bali karena liat pura-pura dan bangunannya yang artsy. Wishlist nih kalau ke Bali mampir kedua Museum di atas. :D

    ReplyDelete
  7. Banyak museum yang unik ya mbaaa.. kalau ke Bali memang pilihan tempat yang mau dikunjungi banyak bangeet

    ReplyDelete
  8. Saya suka traveling ke suatu tempat mengunjungi museumnya. Entah kenapa selalu ada daya tarik tersendiri. Ini bisa jadi referensi nih kalau ke Bali.

    ReplyDelete
  9. Karena baca, jadi dapet ilmu lagi. Huuuu. Lukisan sidik jari, karya seni yang baru aku tau, Thanks for sharing, btw.

    Salam,
    Syanu.

    ReplyDelete
  10. kebanyakan dari kita (jadi gak semua) pas traveling itu durasinya hanya sebentar. Jadi yg dicari yg leyeh2... Kl ke museum, gak bisa buru2... ETAPI saya jg baru tau ada museum lukisan sidik jari ini...

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)