Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Tips Traveling Bareng Keluarga Besar



Mendekati akhir tahun seperti sekarang membuat saya baper. Bukan karena pekerjaan menumpuk di kantor tapi inget Desember yang lalu saya bisa liburan bareng keluarga besar saya ke Bali. Bukan hanya tempatnya yang istimewa tapi seluruh anggota keluarga saya bisa ikut semua. Dari kedua orang tua, saya sekeluarga, adik sekeluarga dan kedua adek yang saat itu belum menikah.



Mengingat moment itu saya bahagia sekali karena bisa mengajak kedua orang tua menyaksikan indahnya pulau Bali. Kalau saya sendiri sih sudah 5 kali ke Bali tapi nggak bosen bosen juga dan pengen ke sana lagi. Kali aja ada yang mau ngajakin saya. Hahaha.



Sobat Prima, berlibur dengan banyak orang itu nggak gampang lho. Saya inget pas sampai di daerah Nusa Dua, saya berdebat dengan adek saya karena lokasi yang kami tuju selanjutnya belum fix.  Saya pengen ke Tanjung Benoa tapi keluarga yang lain nggak setuju. Di Tanjung Benoa percuma kalau nggak mencoba water sport disana. Akhirnya di hari kedua kami ke pantai Nusa Dua dan kebetulan dekat dengan hotel kami menginap.




Dari pengalaman saya traveling bareng keluarga besar dan piknik berempat sama balita, saya mau bagi tips buat teman semua agar liburan bersama keluarga besar lebih menyenangkan dan seru. 

Berikut lima tipsnya ya temans :


Sesuaikan Destinasi Liburan Sesuai Minat Anak dan Orang Tua

Piknik bareng keluarga besar itu harus bisa mengakomodir keinginan dan keperluan semua orang gaes. Setiap orang punya minat tersendiri ketika berlibur. Orang tua dan anak pengen duduk-duduk bersantai ditaman sedang yang muda pengen clubbing #eh. Nah harus ada yang menyimpan ego diri yaa, agar nanti bisa disesuaikan dengan itinerary liburan. Jika kita sudah mengetahui minat dari masing-masing, maka kita akan mudah menyusun itinerary ketika liburan nanti. 

Semisal saat wisata di Bali, kalau keluarga nggak suka panas dan air, lebih baik berwisata ke daerah Kintamani atau daerah Ubud. Beda lagi jika keluarga suka dengan margasatwa bisa wisata ke taman safari aja. 

Pilih Destinasi Wisata Yang Tepat

Poin utama  yang harus diperhatikan adalah pemilihan destinasi wisata. Dimana ini merupakan hal paling penting jika kita ingin merencanakan liburan bersama keluarga. Nggak mungkin kan kita memilih destinasi wisata seperti  daerah Kuta saat malam. Anak-anak pasti ngantuk dan disana banyak cafe serta club yang nggak cocok sama anak-anak dan orang tua. Walaupun beberapa destinasi wisata populer juga belum tentu cocok untuk wisata keluarga. Dan juga sebaliknya, jika kita memilih destinasi wisata yang khusus hanya untuk anak-anak.


Utamakan Kepentingan Anak

Berlibur dengan anak-anak apalagi perjalanan jauh dan harus menginap itu nggak mudah. Kita harus fleksible dan mengutamakan kepentingan mereka. Orang dewasa lebih mudah menyesuaikan diri daripada anak-anak. Maka dalam menyusun liburan keluarga, sebaiknya kita lebih mementingkan faktor anak. Mulai dari minat si anak, stamina, serta persiapan jika si anak kelelahan. Peralatan P3K serta obat-obatan untuk si anak harus benar-benar dipersiapkan sebelum berangkat liburan. Contoh gampang mencari menu makan, saya sih pengen yang pedes-pedes atau mencoba menu yang belum pernah saya makan di Bali, tapi anak saya yang masih balita pasti ngga doyan, akhirnya yang tua ngalah dan nyari menu makan yang familier dengan mereka 

Utamakan Interaksi Dan Komunikasi

Ketika berlibur bersama keluarga, utamakan interaksi antara si anak dan orang tua. Mungkin jika orang dewasa senang berlibur ke objek wisata seperti museum, dimana mereka bisa melihat sejarah masa lalu. Tapi mungkin si anak tidak peduli akan hal itu, lebih baik rencanakan liburan dengan sedikit aktifitas dan ada interaksi dan komunikasinya.

Libatkan Semua Orang

Didalam liburan keluarga tidak boleh ada yang pasif. Dimana setiap kelurga mulai dari anak, ibu, dan ayah harus berperan serta aktif dalam liburan. kegiatan seperti outbound di alam bebas serta camping bisa menjadi alternatif menarik untuk liburan keluarga. Dimana setiap keluarga bisa berperan aktif dalam kegiatan liburan.
Itulah beberapa tips untuk merencanakan liburan keluarga yang seru. 
Sobat Prima, lima tips tadi bisa kalian terapkan saat mau liburan nanti. Bali pasti jadi destinasi favorit banyak orang, satu tempat yang belum saya eksplore di daerah Seminyak. Banyak pantai disana dan resort kece yang langsung menghadap pantai. Informasi lengkap bagi kamu yang ingin ke Seminyak Bali bisa kepoin webnya  Seminyak Bali Travel ternyata di sana banyak event dan festival budaya.

Ehm, ngomongin Bali saya jadi baper lagi kan, cos sampai sekarang belum ada planning akhir tahun nanti kami mau piknik kemana, apalagi adik ipar saya lagi hamil. Kemungkinan besarnya tetep ada acara piknik tapi yang deket -deket ajah. So, mari kita lihat isi tabungan dulu. LOL

Comments

  1. Jangan lupa bawa minyak kayuputih dan antangin. Hehehehe

    ReplyDelete
  2. Pasti seru travelling bersama keluarga. :) Sekalian ajak Opa dan Oma

    ReplyDelete
  3. Betul mba, pagi yang sudah mempunyai anak harus mendahulukan kepentingan anak ya, intinya happy family lah

    ReplyDelete
  4. seru bisa jln2 bareng keluarga besar, saya malah belum pernah barengan kluarga besar. Saya merantau jadi jarang pulang hehe.

    ReplyDelete
  5. Mantap tipsnya, emang berlibur bareng keluarga itu tidak mudah pasti banyak kerepotan dan keribetan di dalamnya #malahcurhat

    ReplyDelete
  6. Asyik ya bisa traveling bareng keluarga..

    ReplyDelete
  7. Serunya ya bisa liburan bersama keluarga, jadi teringat liburan bareng keluarga besar ke perkebunan teh ciwidey, memang seru :)

    ReplyDelete
  8. mungkin kalau di keluargaku aku yang paling pasif.. hehe
    cuman bisa ketawa-ketiwi doang.

    ReplyDelete
  9. Menyatukan isi kepala 2 orang itu susah, apalagi kepala banyak orang. Harus ada yang mengalah kalau liburan bareng keluarga besar. Ga bisa semuanya memaksakan kehendak ya, Mbak :D

    ReplyDelete
  10. Iya sih kalo udah namanya liburan bareng keluarga besar, pasti melibatkan semua anggota keluarga ya kalo bisa. Dan biasanya yang aman untuk anak2 :D

    ReplyDelete
  11. saya travelling bareng empat orang aja kadang rempong, ngak kebayang kalau bareng keluarga besar lebih rempong tapi asik kayaknya ya mbak jadi lebih dekat dengan keluarga besar

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …