Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Ruang Kelas Baru TK Eksperimental Mangunan





Tahun ini anak sulung saya naik ke kelas B, bagi yang belum punya anak TK pasti nggak tahu apa sih kelas A atau B. Dulu jaman saya masih TK adanya kelas nol besar dan nol kecil. Kelas nol kecil lebih junior setara dengan kelas A di masa sekarang.



Kelas tidak berpagar dan adi satu dengan warga sekitar


Selain  naik kelas, dia juga harus pindah kelas ke ruangan yang baru. Lebih tepatnya kembali ke bangunan TK Mangunan yang lama. Awal didirikan oleh Romo Mangun TK Mangunan memang ditujukan bagi warga sekitar yang tidak mampu sekolah. Kelas menggunakan rumah warga sekitar, tidak ada pagar dan di bangunan sekolah yang barupun demikian. Tidak ada pagar pembatas antara sekolah dan area masyarakat, tidak ada sekat antara sekolah dan masarakat.




Anak-anak kelas TK di tahun ini terpaksa kembali ke ruangan kelas yang lama karena di SD ada penambahan kelas murid baru. Penambahan jumlah murid di kelas 1 SD sehingga harus ada ruang kelas baru dan anak kelas TK yang menempati ruang TK lama. Ruang kelas TK pun bertambah, karena murid baru tahun ini lebih banyak hingga kelas dibuat pararel A1 dan A2.





Nathan dan teman-temannya agak kecewa dengan pemindahan kelas karena ruang lebih sempit dan ruang kelas agak tertutup. Beda dengan saat di komplek lama yang jadi satu dengan SD. Arena bermain juga terbatas, di SD ada lapangan luas dan kolam serta sungai kecil. Tapi hingga sekarang anak-anak TK juga sering bermain ke kompleks SD karena memang jaraknya hanya 100 meteran.


Latar belakang pemindahan kelas selain dibutuhkan ruang baru, agar perangkat mainan anak TK seperti perosotan, ayunan, dll tidak digunakan anak kelas SD. Sebelum nya berbagai mainan memang ditempatkan di dekat kelas SD dan selalu dipakai bermain anak SD yang nota bene lebih besar.

Ruang kelas B




Ruang untuk TK yang baru jumlahnya lebih banyak, ada kantor TK, kelas A1, A2, B, joglo untuk belajar menari, ruang bermain dan beberapa ruangan lain. Saya suka dengan kelas TK yang sekarang karena lebih ceria, banyak mural bertema anak-anak dan membuat kelas hidup.







Kelas di TK Mangunan memang sederhana, bukan gedung bertingkat dan berpagar tinggi. Tapi saya senang anak-anak belajar kesederhanaan.  Tidak terkungkung di gedung berpagar tapi masih bisa berbaur dengan masyarakat.


Comments

  1. Saya senang lihat gambar-gambar di dindingnya, Mbak :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …