Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Review Hotel Fave Diponegoro Semarang



Hotel berwarna pink itu menjadi pilihan saya saat memenginap di Semarang beberapa waktu yang lalu. Melalui situs booking online saya sudah memesan kamar di Fave Hotel seminggu sebelumnya. Saya memang selalu merencanakan liburan kami jauh-jauh hari. Takutnya kalau pesen mepet kamar  not availabe dan harganya cenderung naik mendekati hari H. 

Kenapa sih saya memilih hotel Fave Semarang?




Karena harganya cenderung murah gaes. Lewat Mister Aladin saya dapet harga sekitar tiga ratusan ribu lebih dikit. Saya memang nyari hotel yang murah karena seharian berencana jalan-jalan. Berada di hotel hanya saat tidur malam dan habis breakfast langsung check out.

Nah, kayak apa sih hotel Fave Semarang itu? Simak review saya gaes.




Sesuai rencana sekitar jam 3 sore kami sudah sampai di hotel Fave Diponegoro Semarang. Saya langsung check in karena memang sudah booking sebelumnya lewat situs on line. Proses check in tidak berbelit-belit, cukup KTP saya dan kami sudah mendapat kunci kamar. Sementara itu Mas Bojo dan anak lanang leyeh-leyeh di sofa.





Fave Diponegoro Semarang tidak terlalu luas, lukisan dengan nuansa pink terpajang di dinding sepanjang lorong. Bikin suasana meriah sih. Kamar saya ada di lantai 4 sebelumnya saat booking saya memesan untuk dapatkamar di lantai atas. 






Kamar yang saya pesan standart room  dengan luas 18 m , ya setimbang lah dengan harganya. Lantai tidak berkarpet, setiap kamar dilengkapi akses wifi, alat mandi, sandal, gantungan baju. Karena saya membutuhkan air panas untuk bikin susu dek Saka saya butuh teko pemanas air dan pesen langsung ke resepionis. Untungnya sih nggak ada biaya tambahan.

Penampakan meja yang so cleaning, nggak ada apa-apa maksudnya

Ohya, di kamar tidak disediakan cangkir dkk nya ya seperti teh, gula atau kopi, tapi saya tetep bisa ngopi pakai cangkir yang ada ditoilet dan bawa kopi instan sendiri. Sudah persiapan gaes.




Fave Hotel Diponegoro ada di Semarang bagian atas, pemandangan dari kamar cukup indah. Matahari tenggelam ataupun terlihat langsung dari sini, rumah-rumah penduduk terihat kecil dan anak-anak seneng bisa lihat Kincir Angin yang terus berputar, sepertinya sih dari toko roti Holland.






Breakfast Time

Bangun pagi langsung sarapan donk, pastinya setelah mandi. Air panas di Fave Hotel lumayanlah, hanya airnya nggak lancar masuk ke pembuangan jadi agak menggenang. Tapi sofar no problemlah, anak-anak hepi mandi pake shower, cuma agak was-was kalau mereka kepleset karena lantainya licin.





Menu makan di Fave Hotel Semarang lumayan lah, ada nasi, mie, ayam, sayur, roti, bubur ayam. Sesuai lah dengan harga yang dibayar, jadi jangan bandingin ama hotel bintang 4 atau lima yaa. Seperti biasa, duo anak lanang sukanya mie goreng ama omellete dan jus jambu.




Yang paling saya suka dari Fave Hotel Diponegoro Semarang yaitu suasana restonya, open door dan ada di rooftop. Angin pagi menemani sarapan saya pagi itu, sembari melihat suasana kota Semarang. Segaaaaar.


Si ibuk minum kopi , si kecil minum jus, bapaknya? minum susu ajah 


Selesai sarapan ngapain?

Keliling Semarang donk, perut kenyang saya packing dan langsung check out dari Fave Hotel Semarang. Cukup puaslah dengan Hotel Fave, dan langsung meluncur ke Lawang Sewu.

Ceritapikniknya disini yaaa Pesona Lawang Sewu

Comments

  1. ealah duo anak lanang asyik bener nih menikmati jus nya. BTW itu di daerah tembalang apa atasnya lagi jeng hotelnya??

    ReplyDelete
  2. Thanks reviewnya mbak, soalnya mau coba nginep disana :D

    ReplyDelete
  3. ini ga ada kolam renangnya ya mbak?

    ReplyDelete
  4. Terpesona sama rooftopnya mba.. Nikmatin senja bareng keluarga sejuk banget kayaknya ya hehe

    ReplyDelete
  5. Nyaman banget keliatannya nginep di Fave ya. Ngeliat duo si kecil di kasur itu rasanya jadi pengin bobok juga hahaha. Segarnyaaa menikmati kota Semarang di pagi hari *duh kok jadi pengin liburan nih :D

    ReplyDelete
  6. Bangunan Fave itu di mana2 hampir sama, dan bener sih, Fave itu murmerrr...heheh

    ReplyDelete
  7. Wah sebelum mudik biasanya mampir lama di semarang. Boleh nih buat list tempat nginap berikutnya. Terima kasih review-nya ya. :D

    ReplyDelete
  8. Itu meja di kamarna bener bener cleaning tak ada ornamen2 sama sekali ya mbak. Trus bikin kopinya, ada pemanas airnya g mbak?

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …