Friday, 16 September 2016

Tips Belanja Online


Ada yang mau pamer nih gaes. Siapa? Saya. LOL


Beberapa hari yang lalu sebuah paket datang di meja saya. Kebetulan saya sedang tugas luar, sehingga yang menerima paket rekan kerja saya. Begitu saya sampai di kantor teman saya nyeletuk, "wah dapet hadiah henpone lagi nih". Jawab saya "emang isinya henpone tapi beli sendiri, masak dapat hadiah terus".



Langsung saya buka paketnya dan Xiaomi Redmi Note 3 Pro berwarna gold sudah ada di tangan saya. Henpon yang beberapa minggu belakangan sudah saya incer dan akhirnya kebeli juga berkat beberapa job dari ngeblog #BloggerMataDuitan.

Sobat, postingan kali ini bukan review gadget so tenang nggak usah panik karena kurang picnic #eh. Saya cuma ingin berbagi kenapa saya setahun 2 tahun belakangan sering membeli barang via internet atau berbelanja tidak di toko fisik tapi di online shop.

                                                                                                                                                           
Apa nggak takut barang nggak nyampe?
Apa tidak kawatir barang tidak sesuai?
Apa tidak waswas data kita dibajak orang?
Edebraei,dan lain lain.


Dulu sih pernah merasa negatif thingking terhadap online shop gitu dan kejadian sekali beli sandal ada cacatnya dikit. Ohya, saya jarang membeli baju atau sandal sepatu melalui online shop karena sering tidak sesuai ukurannya di kaki atau badan. Untuk barang lain seperti kamera, gadget, pernak pernik saya pasti beli via olshop karena banyak pilihan dan sampai saat ini selalu dapat produk yang sesuai dengan yang saya inginkan.

Ohya gaes, mbaksis. Jika kamu pengen mencoba berbelanja secara online tak perlu banyak kawatir asal kalian tahu beberapa tips belanja online. Sekarang  saya tenang berbelanja online karena toko dan cara pembayarannya legal serta ada beberapa hal yang harus diperhatikan ya, seperti :

1. Teliti dahulu online shop dimana kamu akan berbelanja
Tips ini harus dilakukan kalau situs online shop kurang terkenal, Periksa nomor telepon si penjual dan hubungi. Kamu juga bisa mencari rekam jejak atau review dari pembeli lain dengan mengunjungi mesin pencari Google atau Yahoo kemudian masukkan nama situs web itu. Carilah ulasan dari konsumen mereka. Kalau ada yang tidak beres, sudahlah, tinggalkan saja situs web itu.

2. Baca baik-baik kebijakan situs web terhadap data pribadi
Jangan sampai di kebijakan itu ada poin yang menyebutkan kalau pengelola situs web boleh memberikan data pribadi ke pihak lain. Baca juga kebijakan pengembalian barang. Karena barang yang dibeli tidak bisa dilihat secara fisik, harus ada garansi kalau barang yang dikirim cacat, kamu boleh mengirim barang cacat itu kembali dan tentu saja diganti dengan barang baru atau uang kamu kembali.


3. Periksa paket barang dengan membaca deskripsi produk baik-baik.
Curigailah pada barang bermerek yang dijual dengan potongan harga yang sangat besar.

4. Jangan mudah tergoda barang murah
Jangan buru-buru jatuh cinta pada tawaran barang dengan harga murah yang datang dari e-mail, apalagi meminta ID dan password tanpa izin dari pemilik e-mail. Itu biasanya kerjaan spammer.

Tapi hati-hati, spammer bisa juga merayu. Ia mengirim e-mail yang seolah-olah datang dari perusahaan baik-baik. Sebaiknya, kunjungi situs web perusahaan baik-baik itu dan langsung belanja darisana. Jangan via e-mail atau jendela pop-up.

5. Cari tanda kalau situs web itu aman
Tanda itu biasanya berupa gambar gembok di baris status (status bar) browser. Sebelum memasukkan informasi pribadi, periksa tanda itu ada.

Ketika kamu diminta untuk memasukkan informasi pendaftaran nomor kartu kredit, lihat alamat situs web. Harusnya alamat situs web berubah dari http ke 'shttp' atau 'https'. Artinya informasi pembayaran itu dienkripsi, lebih jvnkzc punya antivirus. Lebih baik lagi kalau punya anti spyware dan firewall. Ingat, peranti lunak keamanan itu harus di-update secara teratur agar PC terlindung dari ancaman terbaru. Baiknya, atur saja proses update secara otomatis.


7. Pilih Cara Pembayaran teraman
Pembayaran biasanya dilakukan dengan kartu kredit. Dengan kartu kredit, kamu punya bukti kuat kalau kamu sudah melakukan transaksi kalau barang tidak diantar atau tidak sesuai pesanan.

Tapi, karena banyaknya pencurian nomor kartu kredit, pembayaran dengan menggunakan sistem seperti PayPal, Transfer Kirim, atau COD boleh dipertimbangkan. Alternatif pembayaran yang aman dan praktis lainnya bisa dengan sompet elektronik semacam Dompetku dari Indosat. Dengan saldo yang terisi di Dompetku, kamu bisa membayar berbagai tagihan dan pembayaran belanja online di market place dengan Dompetku. Aplikasi ini bisa di unduh di Appstore dan playstore.

8. Periksa harga total.
Harga barang, plus ongkos bungkus, plus ongkos kirim, mudah-mudahan ada diskonnya. Bandingkan harga total dari suatu situs web dengan situs web lain.

9. Simpan bukti transaksi
Bagaimanapun bukti fisik tetap diperlukan apalagi saat ada kendala, Simpan bukti transfer, nota pembelian,Termasuk deskripsi produk dan harga, kuitansi digital, dan juga salinan e-mail antara kamu dengan penjual.

10. Matikan PC setelah transaksi
Kalau PC dinyalakan terus, bisa saja sudah ada garong yang sudah menanamkan malware, mengambil alih kendali PC dan melakukan transaksi.

Sudah tidak taku belanja online kan gaes?

2 comments:

  1. jangan tergoda harga murah. yup betul, karena yg tadinya ga niat belanja jadi pengen borong ><

    ReplyDelete
  2. Point terakhir itu nyeremin banget mbak. Selama ini aku nggak pernah berpikir sama sekali untuk mematikan komputer setelah transaksi online.
    Informasi Tips Belanja Online ini berguna banget. Makasi ya kak^^

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts