Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Sepatu Cantik dan Nyaman itu Bernama The Warna Indonesia


Dengan langkah ringan saya menaiki tangga menuju lantai dua kantor saya. Sumringah dan semangat saya di hari itu memang sedang menggunung. Kenapa? Karena sepatu saya baru. Ayeeee. LOL




Begitu saya sampai kantor perhatian teman-teman langsung tertuju pada flatshoes merah ngejreng dengan hiasan batik di bagian depannya. Cocok ama kebaya dan jarik yang saya pakai di hari Rabu kemaren. Walaupun tak senada tapi tetap matching, apalagi ada nuansa batik pada sepatu merah yang saya kenakan. Karena selop saya sedang rusak, EL Red dari The Warna saya pakai sebagai pengganti selop di hari keistimewaan DIY yang lalu.


Rekan kantor saya penasaran dengan sepatu yang saya kenakan dan kepo belinya dimana. Dan langsung saya kasih tahu jika The Warna flatshoes bisa dibeli secara online melalui FB The Warna Shoes dan lihat di akun Instagramnya di The Warna

I Love Flat Shoes

Saya termasuk pencinta flatshoes karena nyaman dipakai dan nggak bikin kaki pegel. Begitupun saat di kantor saya lebih sering memakai flatshoes daripada yang ada haknya. Ada sih sepatu hitam berhak tinggi yang saya tinggal di kantor, hanya saya kenakan saat tugas resmi atau tampil di muka publik. Kalau untuk kerja yang sifatnya mobile, flatshoes tetetp juwaranya.


Ngomongin flatshoes  kadang bikin agak minder karena modelnya gitu-gitu aja. Terlalu biasa dan tidak menarik dan kurang berkelas jadi sering saya makainya "obrokan" sampai kumel juga saya biarin. Hingga suatu hari abang JNE datang membawa paket yang isinya El Red dari The Warna. Sepatu merah berbahan beludru lembut dengan batik emas di bagian depan. Cantiik beuuud mbakyu.
Temen ngantor baru.

Langsung donk saya coba dan enak banget ples NGGAK BIKIN LECET. Biasanya sepatu baru dipakai bikin lecet kaki diawalnya, apalagi saya sama sekali nggak pernah pakai kaus kaki. Nah sepatu The Warna yang saya pakai aman-aman saja di kaki hingga beberapa hari saya makai tidak ada gejala kaki lecet.


The Warna Buah Karya Anak Negeri


Sepatu The Warna merupakan sepatu handmade artinya bukan produk pabrikan melainkan hasil karya para pengrajin lokal dari Indonesia. Di buat dengan penuh ketelitian, satu persatu. So jangan heran jika sepatu The Warna ekslusif dan tidak pasaran. 

Sepatu flatshoes The Warna terbuat dari bahan baku kain nusantara seperti kain Batik, Tenun dan Songket dari seluruh Indonesia.  Bener-bener mencirikan Indonesia. Penggunaan kain nusantara sebagai upaya mengangkat kembali nilai kain asli Indonesia. Agar generasi muda tahu, ini lho batik, ini kain Songket asli dari Indonesia.Pilihan sepatu The Warna sangat beragam, kamu bisa intip di Instagram TheWarna  dan www.sepatumotif.com dan The Warna Katalog pasti bikin kamu mupeng dan pengen beli.

Untuk harga flatshoes The Warna masih terjangkau gaes, mulai Rp. 169.000 saja Ukurannya pun lengkap dari ukuran 35 hingga 43. Karena kaki saya lumayan panjang ((dan besar) ukuran 40nya The Warna pas banget di kaki saya. Padahal merklain dengan harga lebih murah pasti ukuran 40 nya nggak muat di kaki saya.


Nama The Warna pasti ada makna khusus yaitu Warisan Nusantara, proses pembuatannya pun pasti tidak mudah karena membutuhkan ketlatenan dan ketrampilan khusus.  Simak video pembuatan The Warna Indonesia ya gaes.



Tunjukkan Dirimu Cinta Indonesia!

Apa yang kamu lakukan saat mencintai seseorang? Pasti melakukan sesuatu untuk doi dan menjaganya kan. Begitu juga dengan cinta tanah air ((wuih berasa pelajaran PPKN yaa)). Kita tak perlu mengangkat senjata, berperang dengan penjajah atau berkoar koar "Guwe cinta Indonesia"

Just Action, tunjukkan dengan perbuatan. Mencintai Indonesia berarti memakai produk Indonesia. Bangga menjadi bagian dari Indonesia artinya bangga memakai produk negeri sendiri. Mencintai nusantara harus melestarikan warisan nusantara seperti kain batik, songket, tenun yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Nah? Kamu cinta Indonesia nggak gaes?

Padu Padan Fashion

Bagi temen temen online yang sering liat foto narsis saya di Facebook pasti tahu kalau saya Red Lovers, sering pake baju dan aksesoris merah ((karena punyanya cuma itu gaes)) LOL.

Saya punya batik merah dengan model Shanghai dan beberapa aksesoris seperti gelang dan kalung bernuansa sewarna, ditambah EL Red baru saya, sepertinya cakep yaa dipake kondangan. Kata temen saya yang komen di FB sih, saya makin mirip Ling-Ling. LOL



Ehm, menurut kalian saya cantik nggak pake kombinasi diatas? ((harus jawab cantik))

Comments

  1. Harus jawab ya.... Nggggggg
    Bertapa dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aqied, harus jawab (cantik)dulu yaa, jangan pake lama :D

      Delete
  2. wow sepatu flatshoesnya kelihatan berbeda daripada yang lain ya mba. Sukak banget :)

    ReplyDelete
  3. Cakeeeeep foton2ya... Makasih ya kak... :)

    ReplyDelete
  4. Sama mbaaa, sukaaa juga dengaan flatshoes!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Flatshoes lebih nyaman dipakai dan enteng ya mbak Kania.

      Delete
  5. Cantikkk mak, kalo aku milih aksesoris warna lain :D aksesoris warna merah agak 'mati' kalau dipadankan dengan blouse atau dress merah *imo hehehhe
    Sepatu batik ini keceh maak.. emang The Warna pintar kombinasiin warna sama motif batik ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak Ranny, kalau dipake barengan emang mati, aksesoris nggak keliatan yaaa. Cuma buat foto kok, hehehe.. The Warna kece ya Mak.

      Delete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …