Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

NDX A.K.A - Grup Dangdut Hip Hop Fenomenal dari Bantul

NDX

Jujur saya tidak terlalu suka lagu dangdut, malah lebih suka campur sari atau langgam. Tapi gara-gara lagu
Sayang" Via Vallen saya jadi kesetrum suka lagu dangdut. Beberapa rekan di kantor sering menyetel lagu dangdut koplonya Via Vallen dan mau nggak mau telinga saya jadi familier dengan lagu itu dan sering di rumah tanpa sadar bersenandung "Sayaaaaaang" tapi nggak hapal lagunya. Jadi cuma satu kata diawal " Saaaaayaaaaaang" dan itu saya ulang-ulang hingga di protes suami dan anak-anak.

Saya jadi ingat sindiran suami saat saya kembali 
"Sayaaaaang, opo koe krungu tangise atiku mengharap engkau kembali" 

dan tiba tiba dia nyeletuk sapaan MC saat konser dangdut koplo 
"Maseh bersama MOOONAAATAAAA" dengan aksen persis MC dangdut gitu dan muka saya langsung merah karena "kekeplak" sindiran dia dan malu. LOL.


Begitupun di rumah, mas Nathan langsung protes begitu denger simboke nyanyi "Saaaayang". 

"Ibuk ki, nyanyi kui terus"
"Maaap mas" LOL

Sueeeer, lagu sayang bener-bener nyetrum ke saya dan banyak orang, apalagi Jumat kemaren senam Aerobik di kantor iringannya lagu Sayang tapi versi Hip-Hop dan makin kece dari versi aslinya. Instruktur yang bersemangat dan lagu yang enak bikin gerakan makin bertenaga dan keringat dleweran.



Usai senam dan beristirahat saya kepo, lagu sayang tadi yang nyanyiin siapa atau siapa yang menggubahnya yaa. Nuansa dangdutnya berkurang dan jadi lebih gaul ((tapi tetep duangdut)). LOL

Buka You Tube dan searching lagu Sayang, keluar Via Valen dan penyanyi dangdut koplo lainnya. Cobain satu-satu dan taaraaaaaaa. Ketemu dech lagu yang dipake iringan senam tadi. Penyanyinya bernama NDX A.K.A Familia.

Siapa sih anak muda yang mencover banyak lagu , khususnya dangdut ini?

Emak cantik kepo donk dan memutar lagu - lagu yang dinyanyikan oleh NDX A.K.A Familia. Bagus-bagus ternyata dan banyak video mereka saat konser di beberapa daerah. WOW. Berarti grup ini udah femes yaaa, dan pasti penghasilannya juga banyak.

Profil NDX A.K.A

Tahu nggak gaes, pendiri grup hip hop NDX A.K.A ternyata berasal dari Siluk Imogiri. Lhah, ternyata orang Mbuantul gaes. Kok saya nggak pernah ketemu pas survey bansos ke Imogiri yaaa. ((Dia lagi konser keles)). LOL

Bangga donk, walaupun belum sekelas artes nasional atau interneseynel doi cukup banyak penggemar di Jateng DIY bahkan mungkin Jatim juga. Yonanda Frisna Damara mendirikan NDX A.K.A pada tahun 2011 , grupnya beraliran hip-hop dangdut dan hampir semua lagunya berbahasa jawa dan lebih 90% semua lagunya bertema tentang cinta yang mayoritas mengisahkan kegalauan cinta.

Tema cinta-cintaaan pasti mudah lengket dan diterima anak muda seperti saiya ((eh saya udah over young  dink)). Hingga sekarang NDX telah menciptakan dan mencover 45 lagu. Kata Yonanda "Inspirasi lagunya itu ada dari pengalaman sendiri. Tapi kebanyakan dari curhatan teman. Biasanya kalau lagi pada kumpul itu semua diomongkan. Semua yang ada dikeluarkan dan diceritakan. Dari situ kadang bisa jadi lagu," 

 

Tunjukkan Karyamu Via Internet




Seorang anak muda yang kreatif seperti Yonanda Frisna Damara bisa kamu tiru gaes   . Berawal dari iseng membuat lagu kemudian merekamnya dan diupload di internet mengantarkannya menjadi penyanyi hip hop dangdut terkenal di Jawa. Melakukan pekerjaan sesuai passion dan bisa berhasil itu kebanggaan tersendiri lho. Apalagi belum banyak penyanyi hip hop seperti dia.

Video di atas saat NDX A.K.A konser di sebuah SMK bisa jadi bukti jika anak muda sekarang bisa dekat dengan musik dangdut. Video konser NDX telah dilihat hampir 1,5 juta kali. Jumlah yang wow gaes. Pemilik video itu bisa dapet dollar dari GA. 

NDX a.k.a familia mulai terkenal sejak lagu yang berjudul "Bojoku digondol bojone" yang di upload internet tahun 2013 tersebut di download oleh ratusan ribu remaja di jawa khususnya Yogyakarta dan sekitarnya.Sejak saat itu NDX a.k.a tambah bersemangat untuk fokus dalam dunia musik hiphop, dalam perjalanan karirnya Ndx a.k.a bertemu dengan PJR MC dan untuk lagu-lagu terbarunya PJR di sematkan dalam NDX a.k.a menjadi NDX A.K.A ft PJR.Di web Reverbnation sampai saat ini hiphop nomor satu di daerah jogja dan sekitarnya masih di pegang oleh NDX a.k.a.

Ketenaran NDX a.k.a familia melebar ke Jawa Timur dan Jakarta, diperkirakan nama NDX a.k.a akan semakin dikenal. Dan di kabarkan sudah ada label yang menawari kontrak dan ada juga yang ingin membeli lagunya, namun Yonanda selaku personil NDX a.k.a menolaknya bukan karena dia sombong namun Yonanda masih senang berjuang sendiri dan berjuang bersama teman-temannya.





Kepopuleran di sosial media bisa untuk berbisnis

Tak hanya di You Tube, tapi diInstagrampun Yonanda begitu populer. Gimana enggak, follower IGnya 40 K gaes. Ngalah-ngalahin artes ibukota tuh. Mengetahui peluang itu dia juga label sendiri. Dari kaos, topi,  baju dan aksesoris dengan brand NDX tersedia di store original di Siluk Imogiri. Banyaknya "Familia" sebutan untuk fans NDX membuka peluang untuk berjualan aksesoris. Pasti para fans seneng donk pake kaos dengan tulisan idola mereka. 
Sobat Prima, apapun hobbymu, asal positif terus kembangkan. Jangan pernah lelah saat ada orang "mengunderestimate" kamu. Yonanda pasti dulu mengalaminya, diejek kok suka dangdut sih, musik kampung. Tapi, saat sukses orang lain hanya bisa melongo.

Anak muda, teruslah berkarya, show your talent!

Comments

  1. Sebenarnya lagu yang berjudul "Sayang" itu milik Om Wawes yang juga merupakan grup dangdut dari Jogja, namun di remix sama NDX menjadi lebih ngebit...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oo, malah baru tahu saya mas kalau Om Wawes penciptanya, semoga beliau juga dapet royalti dari penyanyi lain yang terkenal berkat lagunya ya.

      Delete
  2. Wih keren baru tahu saya mbak hip hop bisa didangdutin memang keren deh.

    ReplyDelete
  3. waah band lokal yang bakal menglobal kayaknya ya mbaa, btw pliisss translate hahaha..
    klo cepet2 gitu gak mudeng akuuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, mbak Ophi nggak bisa bahasa Jawa yaa, sini main ke Jawa tak ajari boso Jowo nanti.

      Delete
  4. Lagunya keren mbak. Tapi baru denger sekarang. Seru seru...hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, emang baru terkenal di Jateng Jogja sih

      Delete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…