Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Review Drama Korea: The Time We Were Not In Love





Berbicara mengenai drama Korea memang tidak ada ujungnya ya. Soalnya semakin banyak yang bagus. Apalagi sekarang drama Korea sedang menjamur-jamurnya di Indonesia. Bukan hanya para remaja putrid saja lho yang suka nonton drama Korea, para ibu sekarang ini juga menyukai drama Korea. Wah kayaknya drama Korea memang menjadi primadona para wanita ya.


Membicarakan drama Korea tidak bisa lepas dari The Time We Were Not In Love. Drama Koreadari SBS dengan 16 episode ini memiliki genre komedi, drama dan romantis. Dengan pemeran utama Ha Ji-Won dan Lee Jin-Wook akan membuat kisah cerita didalam drama yang satu ini sangat menarik. Dibumbui juga dengan lagu-lagu OST-nya yang juga mendapatkan gelar sebagai “top 30 best Korean drama OST of all time” dijamin makin membuat kamu baper.


Didalam Drama Korea yang satu ini mengajarkan kepada kita bahwa hal yang sulit dilihat bisa terjadi pada sesuatu yang berada tepat didepan mata. Hal ini seperti hubungan antara Choi Won dan Oh Ha-na yang sudah berteman sepanjang hidup mereka. Persahabatan selama 20 tahun antara Choi Won dan Oh Ha-na membuat mereka melewati banyak kejadian hal bersama-sama.


Selama 20 tahun, benih-benih asmara yang tumbuh diantara mereka tidak disadari dan terabaikan. Bahkan persahabatan antara keduanya masih tetap erat walaupun keduanya memiliki kekasih masing-masing. Saat mendekati ulang tahun ke 30, Ha-Na menerima email kocak dari Choi won. Didalam email itu choi won mengatakan bahwa pria itu seperti anggur yang berubah menjadi sebotol anggur.


Semakin lama usia anggur didalam botol, semakin enak rasa anggur itu. Sedangkan wanita seperti buah anggur yang lama kelamaan menjadi keriput dan seperti kismis. Hal ini membuat Ha-Na tidak terima. Ha-Na akhirnya memberikan taruhan kepada Choi Won, bahwa dia bisa menikah lebih dulu sebelum mereka menginjak umur 35 tahun.


Apakah mereka menyadari perasaan antara yang satu dan yang lain diantara mereka? Ataukah mereka masih buta dengan perasaan yang dimiliki antara keduanya? Lantas apakah Ha-Na bisa memenangkan taruhannya dan menikah sebelum umur 35 tahun? Ayo segera tonton kisah cinta mereka berdua di drama Korea The Time We Were Not in Love.

Comments

  1. Aku udah nontoooon!
    Ini dramanya cocok banget ditonton sama mereka yang sedang terjebak 'friendzone' nih mbaaak hahaha...

    ReplyDelete
  2. Ahh, jd pengen nonton bun.
    klo blogger merekomendasikan dan mereview film yg ditonton psti bagus. chus chek filmnya ah. mkasih bunda :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …