Wednesday, 8 June 2016

Anak Belum Bisa Cebok Sendiri? Ini Caranya Moms



Tak terasa Mas Nathan anak mbarep saya hampir berusia 5 tahun di bulan depan. Ada rasa senang sekaligus haru, karena saya sudah menjadi Ibu selama 5 tahun. Dan saya bakal melewati "masa kritis" seorang anak. Kata teman kantor, kata Ibu saya, kata tetangga yang lebih sepuh setelah anak berusia 5 tahun dia akan lebih sehat, tahan banting dan lebih mudah diatur. Ketika saya curhat anak sedang sakit atau sedikit mengeluh kenapa anak habis pilek kemudian batuk, mereka menasehati ya memang seperti itu anak balita, rentan terkena penyakit, sering rewel. Walaupun anak saya terhitung jarang sakit, dalam setahun paling batuk pilek sekali dan beberapa kali sariawan.

Selain lebih kebal terhadap penyakit ada beberapa hal yang mulai tumbuh di jiwa anak usia 5 tahun. Yaitu kemandirian, anak-anak slalu berusaha melakukan segala hal tanpa dibantu walau kadang malah bikin lama. Tapi sebagai Ibu saya memang harus sabar, karena kalau anak-anak tidak diberi kesempatan berusaha, berlatih dan mencoba lantas bagaimana dia bisa mandiri kelak?

Mbakyu, jengsis, masbro, bagi kalian yang sudah memiliki buah hati tak ada hal yang membahagiakan selain anak kita sudah memiliki pencapaian, misal usia satu tahu sudah bisa jalan, usia 1,5 tahun sudah bisa minta pup sendiri atau diusia 4,5 tahun anak sudah tidak mau diceboki artinya dia bisa membersihkan dirinya sendiri setelah BAB. 
Memang tidak ada patokan umur berapa anak sudah bisa cebok sendiri tapi menurut saya di usia 4 tahun anak-anak sudah bisa diberi pengertian secara pelan pelan. Kalau sudah besar harus bisa cebok sendiri, tidak usah dibantu orang lain termasuk orang tuanya. 

Mungkin beberapa tips yang saya terapkan pada anak saya bisa dipraktekkan ya mbayu atau jengsis para bunda:

1. Jangan mendoktrin jika cebok sendiri itu jijik, karena mereka bakal jijay dan nggak mau memegang pantat mereka.

2. Jangan memaksa secara keras, tapi suruh anak untuk mencoba apakah tangannya sudah bisa mencapai pantat atau belum, jika sudah berarti mereka sudah harus cebok sendiri.

3. Ajarkan cara membersihkan dengan benar, menggunakan sabun  dan bilas sampai bersih sampai berulang-ulang

4. Ajari anak untuk cuci tangan dengan sabun setelah cebok.

5.  Beri pujian  setiap kali dia habis cebok sendiri dan berikan reward saat mereka benar-benar bisa cebok sendiri tanpa dibantu lagi.

Mas Nathan juga tidak serta merta mau cebok sendiri, butuh pendekatan selama beberapa hari, baru dia mau mencoba cebok sendiri. Tapi masih saya dampingi dan saya cebok ulang untuk memastikan kebersihannya. Terkadang saat habis BAB dia minta saya yang nyebokin tapi saya tolak dengan halus. Pastikan untuk selalu konsisten agar anak terbiasa dan tidak bingung.

Mbakyu, jengsis para bunda, melatih hal-hal kecil memang terlihat sepele tapi jika tidak diajarkan sedini mungkin akan merepotkan kita, membuat anak tergantung pada orang lain dan terlambat untuk mandiri. Selalu cintai dan sayangi anak, tapi tetap tegas dan jangan manjakan mereka ya moms.

3 comments:

  1. Bisa nih, nanti jengsis istriku tak suru baca artikel ini. manpangat banget...

    ReplyDelete
  2. dek paksi belom bisa klo cebok BAK masih harus dibantu nih
    dia anaknya jijikan dan synya blom tega..klo pipis udah pintar
    btw wajah baru nih blognya...seger dan cerah

    ReplyDelete
  3. wah anak kita seumuran mba :D Juli nanti 5 tahun, ini saya juga lagi proses ngelepas dia dari dotnya. Udah berhasil sih dari 3 hari yang lalu, next step mungkin cebok yah :D

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts