Tuesday, 14 June 2016

Salah Makan Bikin Traveling Kacau



Jalan berkelok-kelok dan naik turun membuat kepala saya agak pening. Kontur jalan di Bandung memang tidak ramah bagi kamu yang lagi nggak enak badan atau sering mabuk. Sebenarnya saya tidak pernah mabuk darat hanya saja pagi sebelum berangkat saya sarapan sosis dan saos doank. Ternyata perut saya yang terbiasa makan nasi kaget saat diisi makanan ala barat. LOL. ((Kalo suka gaya emang hasilnya gini)).

Ditambah mobil travel yang saya tumpangi kurang bonafit dan AC disetel terlalu dingin. Alhasil kepala pening dan perut saya melilit gara-gara salah makan. Untung Tolak Angin cair meredakan penderitaan saya dan saya bisa tidur selama perjalanan.

Selama di Bandung saya menginap di salah satu hotel berbintang 4  di dekat stasiun. Lumayan lah hotelnya, hanya saya saja yang katro dan salah pilih menu sarapan. Saat itu kami memilih hotel berdasar saran dari agen travel yang kami sewa selama di Bandung. Jika solo traveling saya bisa  pesan kamar hotel online  melalui Mister Aladin yang memiliki banyak pilihan hotel dan pilihan harga sesuai budget kita.

Saya terbangun saat mobil mulai memasuki daerah Ciwidey, terlihat hamparan kebun teh menghijau dan pohon pucuk merah berjajar di pinggir lembah. Saya hanya bisa bersyukur ternyata Tuhan begitu baik dan memberikan pemandangan yang indah bagi umatnya.




Tak berapa lama sebuah danau terlihat, orang Bandung menyebutnya Situ Patenggang. ((Sumber Wikipedia)) Menyebutkan jika situ Patenggang berasal dari bahasa Sunda, pateangan-teangan (saling mencari). Mengisahkan cinta Putra Prabu dan Putri titisan Dewi yang besar bersama alam, yaitu ki Santang dan Dewi Rengganis. Mereka berpisah untuk sekian lamanya. Karena cintanya yang begitu mendalam, mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang sampai sekarang dinamakan "Batu Cinta". Dewi Rengganispun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (Pulau Asmara /Pulau Sasaka). Menurut cerita ini, yang singgah di batu cinta dan mengelilingi pulau asmara, senantiasa mendapat cinta yang abadi seperti mereka.



Beberapa perahu nampak bersandar di pinggir situ. Saya bersama teman-teman segera menyewa perahu dan berkeliling situ sembari merasakan udara Ciwidey yang makin dingin. Sobat Prima, jika kamu berwisata di Bandung terutama di daerah pegunungan jangan lupa menggunakan baju tebal atau jaket yaa, jangan sampai acara traveling kamu berantakan karena sakit.



No comments:

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts