Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Si Pembunuh Mimpi

www.primahapsari.com
"Rasa malas itu adalah pembunuh mimpi paling berbahaya"

Akhir-akhir ini saya sedang dilanda kebimbangan, bingung memilih untuk lanjut kuliah atau enggak. Niat untuk kembali melanjutkan S1 sudah dari tahun kemaren dan mundur di tahun ini. Tapi hingga awal bulan Juni dimana pendaftaran kelas ekstension gelombang pertama sudah habis dan saya masih diam tanpa aksi.

Niat yang menggebu-gebu entah kenapa selalu hilang di hari penentuan. Padahal melanjutkan S1 sudah menjadi salah satu resolusi di tahun ini. Rencana sudah saya susun dari tahun-tahun sebelumnya. Bisa dibilang lanjut ke S1 menjadi gerbang untuk meraih impian mendapatkan beasiswa S2 sekaligus tugas belajar, dimana saya bebas dari tugas kantor dan hanya bertugas belajar. Artinya saya kuliah gratis, tetap digaji tapi nggak perlu ngantor. Suatu impian yang cukup muluk-muluk bukan?

Tapi,untuk bisa dapat beasiswa S2 saya harus sudah lulus S1 terlebih dahulu. Saya harus transfer dari D3 ke S1 dengan biaya sendiri dan kuliah di malam hari gaes. Yes, peraturan BKN melarang PNS untuk melanjutkan kuliah S1 yang masuk hari Sabtu Minggu. Begitupun akreditasi kampus harus sudah B keatas, nggak boleh sembarangan kuliah di kampus "embyeh-embyeh".

Tapi, akhir-akhir ini saya bingung apakah nanti saya bisa membagi waktu antara pekerjaan, kuliah dan keluarga. Dari pagi hingga sore saya ngantor, dan malamnya masih harus kuliah lagi. Apalagi sekarang banyak undangan acara blogger di weekend, hari dimana me time saya bersama keluarga. Tapi sayang juga jika saya melewatkan acara-acara tersebut. Tapi tetap saya membatasi hanya datang di acara blogger di sabtu saja atau minggunya sebulan maksimal 2x.

Saya mulai goyah dan berpikir untuk tidak kuliah saja, tidak menghabiskan uang, nggak usah mikir dan belajar, banyak waktu untuk keluarga dan berbagai alasan lain. Saya mencoba untuk mendapat dukungan dari suami jika saya tak perlu kuliah lagi karena mahal. Tapi jawaban suami, "bukannya ada gaji ke 13 dan 14 yang bisa digunakan untuk membayar uang masuk dan spp?" Yang berarti dia mendukung saya lanjut kuliah dan siap menemani duo anak lanang saa saya kuliah.

Nah, keputusan sekarang ada di tangan saya. Mampukah saya  membuang rasa malas, berani keluar dari zona nyaman dan mewujudkan impian saya sekaligus Ibu saya yang sudah tanya-tanya lagi tentang kuliah saya.

Akankah saya membuang mimpi-mimpi itu dan merasa "sok tenang" saat darah saya mendidih jika mendengar seorang kawan tertawa bahagia saat beasiswanya diterima. Atau merasa cukup puas "aku cukup seperti ini" tanpa berjuang lagi, tanpa berusaha lagi?

Ah, sepertinya saya harus membuang "the killer of dream" dari kepala dan hati saya. Masa kerja saya masih 30 tahun lagi dan sayang jika saya hanya sampai di golongan IIIB. Sayang jika ilmu saya hanya secethek sekarang. Tak malukah saya dengan pepatah "carilah ilmu hingga liang lahat?"

Comments

  1. Ayo mak semangat. Konon katanya orang sukses harus bekerja 2 kali lipat dari orang biasa :)

    ReplyDelete
  2. semangat, mudah2an belajar untuk mencari ilmu yang menjadi uatama bukan krn ingin naik golongan

    ReplyDelete
  3. terus akhirnya niat kuliah nggak mak? *gantung ceritanya*

    ReplyDelete
  4. Ayo Mak semangat mimpi jgn dibunuh tapi harus dipelihara biar terwujud. Sayasaja yang masa kerja sudah 30 tahun masih terus memburu mimpi

    ReplyDelete
  5. Go..go..go..mak Prima ! Lanjut kuliah aja ! :) *kompor*

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…