Sunday, 24 April 2016

Green House, This is My Home

www.primahapsari.com

Tak ada hal yang lebih membahagiakan bagi keluarga kecil seperti saya, selain memiliki rumah sendiri. Ya, sejak 11 April yang lalu, saya, Mas Bojo dan duo anak lanang menempati istana kami. Yeee, walaupun ukurannya mini tapi itulah rumah kami, dimana kami akan tinggal dan hidup bersama.

Perjuangan memiliki rumah sendiri bagi kami tidak mudah. Kami berdua sama-sama berasal dari keluarga sederhana, dan kami tidak mengharapkan mendapat jatah rumah atau bagian tanah dari orang tua kami masing-masing. Walaupun kadang saya sedikit iri dengan teman yang sudah disiapkan rumah oleh orangtuanya, atau mendapat jatah tanah sehingga dia cukup membangun saja. Tapi, itu menjadi pendorong kami, saya dan suami untuk bekerja keras agar bisa memiliki rumah sendiri.

Saya, walaupun anak sulung di keluarga saya, tapi malah telat punya rumah. Dua adik laki-laki saya, sebelum menikahpun mereka sudah memiliki rumah. Pastinya beli sendiri, dari hasil kerja keras sendiri. Dan syukurlah, mbakyu mereka sudah bisa punya rumah sendiri sekarang.

Tiga tahun yang lalu saya  membeli sebidang tanah di Bantul, dekat kota dan tidak jauh dari kantor dimana saya bekerja. Harapannya sih, tinggal disana dan cuma 3 menit nyampe rumah. Tapi kami terlanjur kerasan tinggal di Kalasan dan anak sekolah di TK Mangunan yang ada di Kalasan mengharuskan kami untuk tetap tinggal tidak jauh dari Kalasan.

Tanah itu Pulung

Proses renovasi

Ada yang bilang tanah itu pulung, semacam jodoh jika sudah jodoh kita, takkan lari kemana. Om suami menjual rumahnya yang persis di sebelah rumah mertua saya (rumah yang saya tinggali sebelumnya), daripada jatuh ke orang lain, mending di beli keluarga khan? Dan suami membeli rumah itu. Rumah sederhana yang berukuran tak lebih dari 100 meter persegi.

Padahal dulu, saudara saya sangat ingin memiliki rumah itu dan nembung sama om hingga dua kali, tapi karena memang pulungnya ke kami, tanpa kami kejarpun datang sendiri.

Tapi kami tak bisa langsung menempati rumh itu, karena rumah belum dikeramik dan kami harus merenovasi sebelum ditinggali. Proses renovasi berlangsung agak lama, dari bulan Desember hingga akhir Maret. Pastinya butuh perjuangan, karena kebetulan proyek suami sudah selesai, keuangan mepet dan dengan seadanya uang kami lanjut renovasi.

Rejeki Selalu Datang

Untunglah, rejeki itu selalu ada. Disaat kami hopeless tak ada uang lagi untuk menyelesaikan teras, eh batu akik suami masih lancar dan batu ukuran besar terjual, lumayan yang 1,5 juta dan 2 juta laku, bisa buat beli keramik teras dan bayar tukang. Begitupun sekarang, pemasukan utama belum datang batu akik di Bukalapak.com masih aja laku dan bisa buat beli korden. Thanks Jesus.


Ohya, penghasilan dari blog lumayan juga menambah pemasukan bagi saya, ibaratnya penyejuk disaat oase. Yang utama belum ada ya penghasilan kecil2 masuk juga. Sekali lagi beryukur sama Tuhan.

Proses Pindahan Rumah

Walaupun belum selesai renovasinya, karena dinding samping rumah belum dicat kami memutuskan untuk segera menempati rumah baru. Tak sabar rasanya tinggal sendiri, mandiri dan anak-anak excited banget saat diajak tinggal di rumah baru. Mereka senang, mereka bahagia, kurang apa lagi coba?

Ruang keluarga dimana kami nonton tv dan bermain bersama

Senin Legi, 11 April 2015 dipilih suami sebagai hari baik, awal baik untuk memulai hidup baru di rumah baru. Minggunya kami angkut-angkut barang, agak kerepotan karena tidak ada yang membantu. Keluarga saya sedang ada acara sehingga terpaksa kami berdua kerja keras memindah beberapa perabotan.


Kamar tidur anak-anak
Minggu malam kami mulai tidur di rumah baru, hitungan Jawa di minggu malam itu sudah masuk di hari Senin. Ibu saya mewanti-wanti saya untuk membeli tikar baru, bantal baru, sapu. Beberapa "syarat" yang kami bawa masuk ke rumah sudah saya persiapkan, karpet sebagai pengganti tikar, bantal, beras, sapu dan lilin sebagai pengganti teplok.

Dapur mini kami
Suami sebagai kepala keluarga membawa lilin dan beras masuk pertama kali, sebagai lambang dialah pemimpin keluarga ini dan semoga rumah ini sellau diterangi. Tikar, bantal dan sapu sebagai lambang sebagai alas tidur, dan sapu agar rumah kami bersih. Tak ada yang buruk sebenernya dari kebiasaan orang Jawa dulu. Semuanya itu memang kami gunakan khan?

Proses pindahan selesai dan malam itu kami tidur di rumah baru. Anak-anak angler begitupun saya dan suami. Kami bahagia akhirnya kami bisa mandiri , bisa memiliki rumah sendiri setelah 5 tahun berkeluarga. Memang rumah kami belum sempurna, masih ada beberapa ruang yang belum dicat, dapur belum ada kitcen set. Yang penting rumah bisa ditinggali terlebih dahulu, dan saya sudah tidak tinggal di pondok indah mertua lagi.

Syukur tak terhingga kepada Tuhan yang telah berbaik hati pada kami, doa tiada henti dari kedua orang tua kami dan terimakasih atas kerja kerasmu Mas Bojo dan memberiku hadiah terindah.

Berikut beberapa gambar rumah saya, Green House.

Ini bukan papan catur, tapi teras rumah saya

Ruang tamu dengan furniture old style

Furniture ini usianya lebih tua dari saya, dan khusus saya minta dari Ibu saya, merupakan peninggalan dari simbah

Kamar mandi anak-anak

Tampilan depan rumah

Kamar tidur saya dan suami

Dinding kamar mandi dari pecahan keramik

Teras
Mas bro, mbak sis, jika lewat Jalan Solo-Jogja km13 atau di sekitaran Kalasan atau Prambanan, silakan mampir di Green House ya. Rumah saya tidak terlalu jauh dari jalan besar, saya dan keluarga akan sangat senang menerima kunjungan kalian.



35 comments:

  1. Senangnya pny rumah baru... ikut senang ya mba, selamattt ^_^

    ReplyDelete
  2. Waaaaaah keren sekali Mbak, selamat ya Mbaaaak. Aku juga masih nabung sedikit sedikit ini untuk beli rumah, doakan aku juga ya semoga menyusul memiliki rumah sendiri dan nggak numpang orangtua lagi Hehe. Selamat atas rumah barunya ya Mbak, semoga berkah yaaaa. Aaaamiiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga segera terwujud rumah impiannya ya Mbak Adriana

      Delete
  3. Alhamdhulilah...senengnya yg punya rumah baru. Moga2 berkah ya mbak :)

    ReplyDelete
  4. emang rasanya puas banget ya mak kalo bisa punya rumah dengan hasil dari jerih payah sendiri. aku dan suami juga dulu berjuang sendiri, mulai dari beli tanah kosong sampai bangun rumahnya. semua 100% dari uang kami sendiri tanpa minta orang tua sepeser pun. Dan rasanya itu sangat puas..:) selamat ya mak atas rumah barunya. semoga berkah untuk eluarga tercinta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Ari keren yaaa, semoga selalu berkah juga ya

      Delete
  5. Selamat ya mb atas rumah barunya. Semoga semakin berkah dengan tinggal dirumah baru. Doakan saya juga nyusul punya rumah sendiri. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mbak, semoga segera terwujud impiannya ya

      Delete
  6. Mbakkk, rumahnya keren!!! 100m2 mah gede. Rmhku cuma 36m2 Dan blom direnovasi pula.
    Iya mbak, Rumah itu emang jodoh2an. Kalo ga klik, ya berarti bukan rejeki.
    Salam kenal mbak.

    Akuratu.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di perumahan memang kebanyakan ukurannya segitu mbak, makasih sudah mmampir ya

      Delete
  7. Rumahnya cakep, mbak. Selamaaat. Ikut seneng liatnya. :)

    ReplyDelete
  8. Selamat atas rumah barunya ya Mbak. Semoga betah dan berkah :)

    ReplyDelete
  9. Selamat ya mbak...kurang lebih kita sama (eh nyama2 in hehhe) saya malah lebih parah , punya rumah setelah 7 tahun jadi kontraktor hehehhe. Btw semoga rumahnya semakin membawa kebahagiaan...

    ReplyDelete
  10. Selamat atas rumah barunya mak Prima..ndherek bingah :D

    ReplyDelete
  11. Selamat menempati rumah baru, Mak Prima. Aku juga suka rumah yang ukurannya kecil. Nggak capek bersihinnya. Nggak punya ART juga bisa di handle sendiri

    ReplyDelete
  12. Asyiiiiik, ayo main ke rumah mbakyu :-*

    ReplyDelete
  13. Baguss MakMa. Ini sih kece banget rumahnyaaa

    ReplyDelete
  14. Selamat mak prim, lega banget rasanya yaaa.. Semoga rumahnya selalu dilimpahi ketenangan, kebaikan, dan rejeki.. Aamiin..

    ReplyDelete
  15. PF rumah barunya makma.. Welcome to real home yaaaa... Duo krucils seneng pasti yaaa.. Semoga menambah kebahagiaan keluarga.. Aaamiinn

    ReplyDelete
  16. selamat pindahan mak prima,, semoga rumahnya penuh berkah ,, :* ikut seneng liatnya,,

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah.. Pasti seneng banget ya punya rumah sendiri ^_^..

    Doakan kami juga bisa nyusul mba ^_^

    ReplyDelete
  18. Mini tapi rumah sendiri itu lebih membahagiakan mba prima. Selamat ya semoga berkah untuk keluarga.

    ReplyDelete
  19. Mantab rumah baru. Tambah semangat pastinya ya... :D
    Kapan-kapan tak mampir ke rumah mbak prim. tapi kapannya itu yang agak susah...hehe

    ReplyDelete
  20. Rumahnya bagus mbak Prima dan Njawani sekali terutama perabot kursi dan cermin dengan meja bertaplak batik hehe

    Semoga betah di rumah baru dan berlimpah bahagia, aamiin :)

    ReplyDelete
  21. Alhamdulillah selamat, saya ngerasain juga momen begini, semoga awet rumahnya.

    ReplyDelete
  22. Waaah hunian baru, selamat Mbak Primaaaa. Saya bisa bayangin rasanya jadi 2 jagoan sampeyan, pasti seneng banget. Ingat dulu jaman kecil bapak ibu juga pindah-pindah, baru punya rumah sendiri saat saya kelas 3 SD. Meski rumah belum jadi kami boyongan, dan saya senangnya pol-polan :)

    ReplyDelete
  23. mak Prima selamat yo mak untuk rumah barunya. semoga berkah, keluarga bahagia dan sehat selalu. aku sering lewat jalan itu berarti ya. kalau nganter suami ke bandara aq lewat jalan kampung mak prima. kapan2 ta mampir yo kalau dirimu di rumah :)

    ReplyDelete
  24. Selamat ya Mbak Prima,
    semoga pulung ndapetin tanah dan rumahnya menjadi berkah utk semua keluarga.

    ReplyDelete
  25. Selamat ya mba. Moga berkah buat keluarga. Rumahnya asyik dan adem. Hommy banget.

    ReplyDelete
  26. Adek saya juga udah punya rumah, saya baru mau mulai bangun bulan depan Mbak. Perjuangannya juga beraaat tapi tanah ga perlu beli sich karena 3 kakak suami rumahnya jauh2. Jadi si bontot dapat tugas jagain orang tua.

    Selamat atas rumah barunya ya mbak:)

    ReplyDelete
  27. bisa sekalian main catur y ambak hehehe ,mirip. home sweet home banget

    ReplyDelete
  28. Dapure mini tapi apik, Mbak. Selamat omah anyare yo, Mbaaakk...

    ReplyDelete
  29. Rumahnya asri banget, Mbak.
    Desain minimalis + warna-warnanya juga serasi.
    Kayaknya adem banget :)

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts