Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Benarkah Cobaan Datang dari Tuhan?

Pukul setengah tiga tepat saya keluar dari kantor dan berencana akan mampir ke salon deket rumah untuk potong rambut. Rambut saya sudah terlalu panjang, hampir melampau pinggang dan saya agak kerepotan untuk merawat.

Saya ada waktu agak selo cuma di hari Jumat, dimana saya bisa pulang kantor lebih awal. Di hari Senin sampai Kamis jam 5 saya baru nyampai rumah dan ngga tega untuk mampir-mampir lagi, keburu kangen ama duo anak lanang.

Tapi lagi-lagi  rencana saya gagal. Sampai di depan kantor desa Timbulharjo saya harus menghentikan motor karena ada razia oleh polisi. Saya segera menepikan motor dan seorang polisi setengah baya meminta surat-surat saya. Sembari saya mengeluarkan STNK, Pak Polisi menanyakan saya dari mana dan saya jawab dari Pemda dan akan pulang ke Kalasan. STNK di periksa dan saya mencoba membuka-buka dompet dan mengeluarkan semua kartu untuk mencari SIM. Eh, ternyata SIM ketinggalan di rumah. 

Pak Polisi kembali menanyakan SIM saya dan terpaksa saya jawab kalau ketinggalan di rumah. Kemudian datang seorang polisi yang masih muda dan mendengar pembicaraan kami jika saya tidak membawa SIM. Polisi muda meminta saya mengurusnya dulu dan turun dari motor. Tapi si Bapak Polisi yang lebih tua malah menyuruh saya untuk pulang saja dan lain kali jangan lupa membawa SIM.

Saya agak kaget dan mengucapkan terima kasih kepada Pak Polisi tadi. Saya lolos dari keharusan membayar denda. Segera saya tancap gas dan bernafas lega uang lima puluh ribu yang cuma selembar di dompet tidak berpindah tangan.


Kembali saya melanjutkan perjalanan yang masih setengah jam lagi sampai di rumah. Eh belum sampai sepuluh menit, motor tiba-tiba berhenti dan rantai motor saya lepas.Arrrghhhh. Jika ban bocor, motor masih bisa dituntun, tapi kalo rantai lepas dan masuk ke jari-jari ban. Motor sama sekali tidak bisa digerakkan dan hanya bisa dipindahkan dengan diangkat.

Saat saya berusaha mengangkat bagian belakang motor, seketika datang mas-mas membantu saya meminggirkan motor. Dia membawa motor saya ke bengkelnya dan saya meminta dia untuk memperbaiki motor. Sembari berdoa semoga saya tidak harus mengganti rantai karena cuma ada uang gocap di dompet.

Seperempat jam berlalu dan motor saya selesai diperbaiki. Dan ongkosnya pun cuma empat ribu rupiah. Sebagai balas jasa sekalian saya mengganti oli mesin, karena enggak enak kalau hanya membayar empat ribu rupiah saja.

Selagi menunggu motor selesai, saya merenung. Kenapa hari ini dua kejadian tidak menyenangkan terjadi pada saya. Kenapa cobaan datang menimpa saya?

Setelah saya pikir, itu semua bukan cobaan dari Tuhan, tapi murni kesalahan saya sendiri. Pertama, razia motor biasa terjadi dan bisa terjadi dimanapun dan pada siapapun. Jika kita mematuhi rambu, membawa surat-surat lengkap dan motor kita juga lengkap. Pasti saya tidak akan ditilang dan tidak perlu membayar denda. Begitupun dengan rusaknya motor. Motor saya sudah tua dan harus sering diservis secara rutin, tapi saya mengabaikan dan selalu menunda-nunda untuk menyerviskan motor. Bahkan, suara rantai yang berisik sudah terdengar selama seminggu ini tapi saya abai.

Saya pernah membaca suatu ayat di Alkitab, jika Tuhan tidak pernah memberikan cobaan. Tapi manusia sendiri yang menyebabkan cobaan itu datang. Dan memang benar kata ayat itu. Jika saya di tilang bukan karena polisi iseng, tapi saya yang tidak mlengkapi surat-surat. Motor macet bukan karena Tuhan  memberi cobaan, tapi saya lalai dalam merawat motor.

Banyak hal yang membuat saya berpikiran Tuhanlah yang memberi cobaan. Tapi saya salah. Bisnis bangkrut bukanlah cobaan, tapi saya yang terlalu boros dan tidak bisa memanage uang pribadi dan uang bisnis, padahal bisnis lancar. 

Tapi saya masih beruntung, Tuhan masih berbaik hati dan memberi keberuntungan pada saya hari ini. Polisi berbaik hati membiarkan saya berlalu tanpa denda, motor macet pas di depan bengkel dan pemiliknya baik hati membantu saya.

Terima kasih Tuhan sudah mengingatkan saya untuk menjalankan segala hal dengan baik dan berhenti menyalahkan Engkau atas cobaan yang datang. Terimakasih sudah menyadarkan saya, jika cobaan datang karena kesalahan yang kulakukan sendiri.


Comments

  1. nah itu, kebanyakan orang menganggap peristiwa2 yang kurang menyenangkan adalah ujian dari Tuhan, padahal akibat dari kelalaiannya sendiri. hehe

    Berbicara ujian dari Tuhan bisa jadi ujian yang sebenarnya adalah ketika kita sedang kaya, banyak rejeki. di situ kita bisa bersyukur atau malah sombong, hehe

    ReplyDelete
  2. Kalo menurut saya itu memang benar cobaan itu datang dari tuhan dengan cara apapun dan dimanapun, nice artikelnya mbak :)

    ReplyDelete
  3. Saatnya beli motor baru. Semoga Tuhan memberi banyak rejeki.

    ReplyDelete
  4. Hidup harus ada cobaan dan masalah biar kita bisa belajar banyak ttg arti hidup dan memperbaikin kualitas hidup.
    Saat kita matipun juga masih ada masalah dengan pertanyaan kubur dan siksa kubur

    ReplyDelete
  5. Cobaan datang dari Tuhan, menurutku sih. KAlau akibat perbuatan itu azab. maybe? :D

    ReplyDelete
  6. Tuhan memberi kita 2 cobaan, cobaan suka dan cobaan duka. Kita kalau dikasih cobaan suka masih inget Tuhan gak sih? apa ingetnya pas lagi duka aja? Jangan sampai pas lagi duka kita menyalahkan Tuhan karena memberi cobaan yang berat

    nice postingan mba

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…