Saturday, 27 February 2016

Mengenal Lebih Dekat 106 Tahun Perjalanan Semen Padang




"Tanah Airku Indonesia
Negeri Elok Amat Ku Cinta
Tanah Tumpah Darahku Yang Mulia
Yang Ku Puja Sepanjang Masa
Tanah Airku Aman dan Makmur
Pulau Kelapa Yang Amat Subur
Pulau Melati Pujaan Bangsa
Sejak Dulu Kala..."


Hayo masih ingat dengan lirik lagu yang saya tulis? Ya, itu adalah lirik lagu nasional berjudul Rayuan Pulau Kelapa yang diciptakan oleh Ismail Marzuki berpuluh tahun yang lalu.

sumber gambar www.tripuri.com


Lagu ini menggambarkan betapa indahnya alam Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke. Ribuan pulau yang berjajar mempunyai keindahan tersediri dan banyak dikagumi oleh masyarakat internasional. Setiap mendengarkan atau menyanyikan lagu tersebut, jujur, saya merinding karena merasa haru dianugrahi negeri seelok Indonesia.

Tapi sayang, keindahan alam dan kekayaan flora fauna terancam kelestariannya. Pencemaran lingkungan terjadi dimana-mana. Di sungai penuh sampah, cairan kimia dari pabrik juga menambah kotornya sungai. Udara bersih yang semakin berkurang karena pencemaran udara. Dan masih banyak lagi pencemaran yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Bahkan dari Diskusi Publik tentang lingkungan hidup yang digelar oleh WEGI (We Green Industry) di DPR RI beberapa pekan yang lalu menyajikan hasil pelitian Michael Jerret seorang profesor kesehatan lingkungan dari University of California bahwa Indonesia berada di peringkat 8 negara paling polusi di dunia. Itu berarti negeri ini menghasilkan polutan yang terbanyak ke 8 di dunia.

Sedih? Iya, sebagai negara dengan jumlah hutan yang luas ternyata tidak mampu memfilter udara, karena terlalu banyaknya polusi tak tidak sebanding dengan luas hutan yang semakin menyusut jumlahnya.

Salah Siapa?

Kita tidak perlu saling tunjuk ini salah siapa. Karena banyak faktor yang menyebabkan adanya polusi antara lain:

1.  Proses produksi dari Industri
Sebagian besar polusi udara disebabkan oleh proses produksi industri terutama industri yang menggunakan bahan bakar fosil.

2.  Asap alat transportasi
Mayoritas kendaraan yang kita gunakan memanfaatkan energi dari bahan bakar fosil, proses pembakaran tersebut membuang polutan ke udara seperti karbon monooksida serta zat yang cepat membentuk nitrogen oksida  dan ozon.

3.  Pertanian
Para petani menggunakan traktor ataupun alat bantu pertanian yang juga menggunakan bahan bakar fosil, untuk membajak sawah ataupun memanen. Begitupun dengan banyaknya ternak yang menghasilkan metana, gas yang menimbulkan efek rumah kaca yang lambat laun menyebabkan pemanasan global. Gas metana ini keluar dari gas usus yang di keluarkan hewan ternak.

4.   Asap tembakau
Sadarkah para perokok jika asap yang mereka hembuskan menyebabkan polusi udara? Pastinya menyebabkan kerusakan organ dalam mereka juga.

5.  Asap rumah tangga
Di negara berkembang masih banyak rumah tangga yang menggunakan kayu atau batu bara. Pembakaran langsung dari kayu atau batu bara ini menghasilkan partikulat dan menghasilkan polutan. Begitupun dengan alat pemanas di rumah yang menggunakan minyak, gas atau batu bara. Polutan udara yang dihasilkan adalah sulfur dioksida.

6.   Kebakaran Hutan
Masih ingat dengan kebakaran hutan di beberapa provinsi beberapa bulan yang lalu? Langsung terlihatkan bagaimana polusi yang diakibatkan oleh kebakaran hutan. Sangat mengganggu dan membuat aktivitas masyarakat terhenti, bahkan memakan korban.

7.  Letusan Gunung Berapi
Ada juga penyebab polusi udara yang disebabkan oleh alam, seperti letusan gunung berapi. Yang tak hanya menyemburkan magma panas, debu tapi juga zat sulfur dioksida yang termasuk polutan udara.

Ternyata banyak faktor yang menyebabkan polusi udara, tapi prosentase yang besar dan dilakukan terus menerus ada di poin pertama yaitu proses produksi industri. Sedangkan di Indonesia ada banyak sekali industri dari yang berskala kecil, sedang hingga besar. Dibutuhkan kesadaran dari pihak perusahaan/industri untuk turut menjaga lingkungan terutama mengurangi polutan dengan berbagai cara.

Berdasarkan penelitian Prof Michael Jerret mayoritas industri di Indonesia tepatnya sebesar 93,2% perusahaan besar di Indonesia belum mencapai tingkat yang layak dari aspek harmonisasi industri dan lingkungan. Artinya masih banyak perusahaan besar yang mencemari lingkungan, baik itu di darat, laut ataupun udara. Jika perusahaan yang besar saja sebagian besar masih belum harmonis bagaimana dengan industri kecil yang belum bisa mengolah energi dengan baik.

Tahukah kalian jika pencemaran lingkungan semakin besar dibutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit begitupun dengan dampak yang ditimbulkan. Karena masalah lingkungan hidup di Indonesia sudah memerlukan penanganan yang serius. Pemerintah melalui Kementrian KLH telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 6,2 T dan di tahun 2016 meningkat menjadi Rp. 9,8 T. 

Wow, bukan jumlah yang sedikit. Seandainya jumlah sebesar itu digunakan untuk membangun gedung sekolah di daerah terpencil atau infrastruktur di daerah tertinggal pasti akan sangat membantu. Tapi sayang, dana sebesar itu dibuang untuk memperbaiki kerusakan yang kita ciptakan sendiri.

 "Tak perlu menunggu yang lain, mulai dari diri sendiri".


Pembangunan sektor industri di negeri ini telah berjalan puluhan tahun. Manfaat dari industri telah kita rasakan tapi sayang ada dampak negatif yang ditimbulkan dengan keberadaan industri seperti permasalahan lingkungan yang menyebabkan pencemaran lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam yang buruk.

Tidak semua perusahaan sudah berupaya untuk menyeimbangkan antara industri dan lingkungan. Di Indonesia hanya ada 6,8 % perusahaan yang sudah peduli lingkungan dan menerapkan kaidah green industry salah satunya adalah PT. Semen Padang.

Semen Padang sadar akan terbatasnya sumber daya alam, krisis energi dan menurunnya daya dukung lingkungan akan berpengaruh pada proses industri. Oleh sebab itulah mereka telah mengembangkan industri yang ramah lingkungan atau lebih dikenal dengan istilah green industry
Green Industry adalah program pengelolaan lingkungan di industri yang mempunyai aspek lingkungan pada aktivitas, produk dan jasa perusahaan dan menimbulkan dampak lingkungan . 
Dan tak perlu menunggu yang lain PT. Semen Padang mengembangkan pembangunan industri yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem, memelihara sumberdaya yang berkelanjutan, menghindari eksploitasi sumberdaya alam dan fungsi pelestarian lingkungan.



Mengenal Lebih Dekat dengan Semen Padang


Bagi pecinta bola khususnya liga Indonesia pasti tak asing donk dengan FC Semen Padang yang bermarkas di Indarung, Padang, Sumatera Barat. Anda tidak salah klub sepak bola kebanggaan masyarakat Sumatera ini memang binaan dari PT Semen Padang dan tidak terpisahkan dari PT Semen Padang Sendiri.

Sejarah PT Semen Padang

sumber gambar www.semenpadang.co.id


PT Semen Padang berdiri pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederland Indische Portland Cement Maatschappij dan merupakan industri semen pertama di Indonesia. Kemudian di nasionalisasi oleh Indonesia pada tahun 1958. 

Ada 5 pabrik yang beroperasi yaitu Pabrik Indarung  II, III, IV, V dan yang terbaru pabrik Indarung VI. Pabrik Indarung I telah ditutup sejak tahun 1999 karena menggunakan proses produksi basah dan sudah beroperasi lebih dari 90 tahun. Sekarang seluruh pabrik Semen Padang telah menggunakan teknologi kering.

Produksi PT Semen Padang sebelumnya mencapai 5.240.000 ton/tahun dan sejak dibangunnya Pabrik Indarung VI kapasitas produksi Semen Padang meningkat hingga 10.500.000 ton/tahun.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang PT Semen Padang saya akan sedikit mengulas tentang semen itu sendiri, karena jujur saya tidak tahu pasti semen itu terbuat dari apa dan bagaimana pengolahannya.




Bakan baku yang digunakan dalam pembuatan semen adalah batu kapur, batu silika, tanah liat, gypsum dan pasir besi. Komposisinya batu kapur 81%, batu silika 9% dan tanah liat 9% serta pasir besi 1 % dan gypsum sebesar 3-5%.

Sedangkan untuk proses produksi semen melewati 5 tahapan, yaitu :
1.  Penambangan dan penyimpanan bahan baku
2.  Penggilingan dan pencampuran bahan baku
3.  Homogenisasi hasil penggilingan bahan
4.  Pembakaran
5.  Penggilingan akhir hasil pembakaran

"Kami Sudah Berbuat, Sebelum yang Lain Memikirkannya"

Sebagai entitas dari PT Semen Indonesia , Semen Padang selalu berusaha agar proses penambangan bahan baku, energi ataupun produksi semen dilakukan sengan tetap memperhatikan kelestarian Lingkungan. 

Ada beberapa pedoman yang digunakan oleh PT Semen Padang sebagai dasar penerapan green industri  yaitu :
1.  UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
2.  Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 33 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
3.  Peraturan Presiden No. 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Sosial Penurunan Emisi GRK
4.  Peraturan Presiden No. 71 tentang Penyelenggaraan Inventarisasi GRK Nasional
5.  Sosialisasi hasil COP-19 UNFCC yang diselenggarakan di Warsawa-Polandia dan
6. Peraturan Menteri Perindustrian No. 12/M-IND/Per/1/2012 Tentang Peta Panduan Penguranan Emisi CO2 Industri Semen di Indonesia

Langkah nyata dari PT Semen Padang  dalam penerapan green industry telah menampakkan hasilnya, antara lain:
  • PT Semen Padang telah mendapatkan pengesahan Dokumen Amdal dari pembangunan Pabrik Indarung VI, berdasarkan SK Walikota Padang No. 87 tahun 2011 tentang persetujuan AMDAL, RKL dan PPL.
  • PT Semen Padang mendapatkan persetujuan atas rencana penambangan batu kapur untuk kebutuhan Pabrik Indarung VI melalui SK Walikota Padang No. 161 tahun 2012 tentang Kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Penambangan Batu Kapur
  • PT Semen Padang hingga tahun 2014 telah berhasil menurunkan emisi gas CO2 sebesar 6,5 % dan itu melampau target penurunan emisi dari pemerintah.
Hal ini membuktikan jika PT Semen Padang telah berhasil menjalankan usaha dengan komitmen tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. PT Semen Padang juga mendukung inisiatif penurunan Gas Rumah Kaca sebesar 26% pada tahun 2020.

 



Achievement PT Semen Padang 

 

 

Sebagai pabrik semen pertama dan telah berusia 106 tahun pastinya ada banyak prestasi yang telah diraih oleh PT Semen Padang, terhitung lebih dari 15 penghargaan ataupun anugerah baik dari pemerintah ataupun badan penilai. Penghargaan terakhir yang diraih adalah berturut-turut dari tahun 2006, 2009 dan 2010 mendapat piagam SICS Award dari Sucofindo. Dan di tahun 2011 PT Semen Padang  mendapat Gold Bidang Lingkungan Indonesian CSR Awards 2011

Kepedulian PT Semen Padang terhadap Lingkungan hidup, sosial, ekonomi dan masyarakat

Setiap perusahaan wajib hukumnya untuk berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PT Semen Padang mewujudkan komitmen tersebut melalui program  pelaksanaan tanggung jawab sosial masyarakat atau corporate social resposibility(CSR).

Kepedulian pada lingkungan hidup dilakukan dengan program penghijauan yang dilaksanakan di beberapa tempat seperti :
  • Penanaman 200 pohon Filicium di lingkungan Masjid Raya Sumatera Barat
  • Penananaman sebanyak 6950 pohon di kampus Universitas Bung Hatta
  • Penanaman 180.000 batang pohon di kawasan Setinjau Laut pada bulan Oktober 2014  



Perusahaan akan terus melanjutkan upaya pelestarian lingkungan  dengan menanam pohon setiap tahun. Perusahaan juga menanamkan cinta lingkungan pada generasi muda dengan program penanaman seribu pohon, bahkan salah satu sekolah dibawah naungan PT Semen Padang mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri

Tahun 2016 CSR Seneb Padang akan bekerjasama dengan 500 UMKM baru


Tak hanya dalam lingkungan hidup, PT Semen Padang juga merangkul UKM dan turut membina UKM UKM agar dapat berkembang. Salah satu UKM binaan yang sukses adalah Robi Rimeldo yang suksesmengolah limbah batubara menjadi souvenir menarik dan mendapat penghargaan dari Kemenpora Sebagai Wirausaha Muda Pemula Berprestasi tahun 2014.

PT Semen Padang juga turut peduli akan pengembangan SDM. Pemberian beasiswa kepada ribuan siswa, ataupun pembebasan biaya pendidikan di UISI Gresik. Melalui Yayasan Igasar yang dibentuk PT Semen Padang terus mengembangkan dan memfasilitasi lembaga pendidikan demi masyarakat.

Di bidang olah raga dan seni pun turut mendapat perhatian dari PT Semen Padang. Pembinaan terhadap atlit-atlit, bahkan ada pembinaan olah raga bowling bagi difabel dan akan maju di kejuaraan Paralympic tahun ini.

Forum Nagari


Forum Nagari hijaukan Lubuk Kilangan
Program terbaru dari PT Semen Padang adalah pembentukan Forum Nagari
yang merupakan wadah perhimpunan Lembaga-lembaga Sosial Ekonomi Masyarakat, Kerapatan Adat Nagari dan pemangku kepentingan, pembentukannya diprakarsai PT Semen Padang diawali dengan adanya kesepakatan dalam bentuk deklarasi yang dilaksanakan di Bukittinggi pada 31 Januari 2015. Saat ini, di Kecamatan Lubukkilangan telah terbentuk sebanyak tujuh Forum Nagari Kelurahan.

Tujuan dibentuknya Forum Nagari ini, mengkoordinasikan dan mensinergikan kegiatan pemberdayaan masyarakat, pemerintah dan perusahaan dalam mengoptimalkan sumberdaya, keahlian dan adat nagari secara berkelanjutan dan mengkonsultasikan program-program pemberdayaan masyarakat yang dapat mendukung program "Basinergi Membangun Nagari".



Kegiatan terbaru yang dilakukan Forum Nagari yaitu Forum Nagari Kelurahan Indarung yang melaksanakan program penghijauan. Kegiatan itu dalam bentuk penyerahan sebanyak 300 pohon produktif kepada warga di RW 3 Blok M Kelurahan Indarung. Pohon produktif bantuan CSR PT Semen Padang itu terdiri dari mangga harum manis dan jeruk gunung omeh. Dalam acara itu hadir Kepala Biro CSR PT Semen Padang Dasril, perwakilan Lurah Indarung Syafruddin, Ketua Forum Nagari Kelurahan Indarung, H.Darmansyah Siroen, dan Ketua RW 3 Blok M Indarung Edward pada Kamis, 25 Februari 2016.




Peringatan Ulang Tahun ke 106 PT Semen Padang

Pada tahun ini PT Semen Padang telah melampaui 106 tahun berkarya. Happy birthday yaaa Semen Padang :).


Dan ditahun ini PT Semen Padang mengajak kita untuk lebih mengenal secara mendalam operasional perusahaan yang menerapkan kaidah green industry, PT Semen Padang dan Semen Indonesia bekerjasama dengan komunitas WEGI mengadakan kegiatan Wisata Heritage dan industry Semen Padang. Wisata edukasi yang digelar pada Sabtu, 19 Maret 2016 akan diikuti oleh sekitar 60 peserta.  Dengan tujuan wisata di : 

1. Batik Tanah Liek
Batik Tanah Liek merupakan batik khas dari Sumatera Barat yang pewarnaannya berbahan dasar dari tanah liek (tanah liat) dan pewarna alami lainnya. Batik tanah liek Ayesa Collection merupakan salah satu Mitra Binaan CSR PT Semen Padang yang sukses menenmbus pasar international. Penggunaan bahan dasar tanah liat menjadi menarik karena jika diterapkan di seluruh industri tekstil di Indonesia tidak hanya menghemat biaya produksi tetapi juga penyelamatan lingkungan yang luar biasa.

2. Museum Bank Indonesia
Meseum ini terletak dikawasan kota tua Padang, Sumatera Barat yang sudah masuk daftar inventarisir cagar budaya. Bank Indonesia ini merupakan cabang Bank Indonesia ke-3 di Indonesia dan pertama diluar Pulau Jawa. Bangunan yang masih berdiri kokoh ini berarsitektur khas Belanda yang menggunakan Semen Padang dibangun pada 21 Januari 1925. Saat terjadi gempa besar 2007 bangunan tersebut masih kokoh berdiri sampai saat ini. Terletak berdampingan dengan Jembatan Siti Nurbaya yang merupakan salah satu landmark Kota Padang.

3.  PLTA Rasak Bungo
PLTA yang berdiri pada tahun 1908 ini masih dimanfaatkan oleh PT Semen Padang sebagai salah satu sumber pembangkit listrik yang mana PLTA merupakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Usia PLTA yang mencapai 108 tahun menunjukkan kemampuan engineering PT Semen Padang yang mampu memodifikasi mesin dan suku cadangnya agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya meskipun sudah tidak bisa memesan suku cadang di negara pembuatnya. Selain itu penggunaan PLTA sebagai sumber energi menunjukkan PT Semen Padang adalah pioner energi terbarukan di Indonesia.

4.  Tambang Batu Kapur PT Semen Padang
Peserta diajak melihat proses pengambilan batu kapur dengan cara blasting yang aman dan ramah lingkungan serta mekanisme pengangkutan batu kapur dari lokasi tambang ke pabrik yang tidak menggunakan truk sehingga tidak menyebabkan polusi debu/udara dan potensi kecelakaan karena adanya lalu lintas truk yang padat dari lokasi tambang ke pabrik. Pengangkutan menggunakan long belt conveyor.
5.  Heritage Industri pabrik Indarung I
Pabrik Indarung I yang sudah berdiri sejak tahun1910 merupakan pabrik semen pertama di Indonesia. Disini peserta disuguhi bangunan pabrik yang masih terjaga keasliannya. Sebagian bangun pabrik masih berfungsi sampai sekarang.

6.  WHRPG
Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) merupakan progam lingkungan unggulan PT Semen Padang yang telah diakui dan mendapat banyak penghargaaan salah satunya dalam ajang ASEAN Energy Award di Laos tahun 2014. WHRPG yang sudah difungsikan sejak tahun 2012 ini, terbukti dapat mengurangi Emisi CO2 keudara selain itu menghasil listrik sebesar 8,5 MW dan teknologi ini pertama di Indonesia yang bekerjasama dengan NEDO (New Energy and Industrial Technology Development Organization) Jepang. PT Semen Padang merupakan industri semen yang pertama kali membangun WHRPG dan menjadi rool model / benchmarking industri semen di tanah air untuk mengimplementasikan WHRPG sebagai sumber energi bersih yang mampu menghemat biaya operasional.

7.  Taman Reklamasi Lapangan Golf
Merupakan area lokasi bekas penambangan tanah liat yang sudah direklamasi menjadi sebuah taman dengan keragaman hayati dan dimanfaatkan sebagai sarana olahraga berupa lapangan golf disini peserta diajak untuk melihat sunset Kota Padang dari Bukit sambil bermain Golf. Konsep reklamasi seperti ini tentu menarik karena selama ini konsep reklamasi dianalogikan dengan penanaman kembali. Konsep reklamasi yang memadukan antara olah raga dan wisata akan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi terhadap suatu daerah yang merupakan bekas tambang.


Semoga saya dapat turut serta dalam petualangan wisata Heritage Green Industri PT Semen Padang dan melihat lebih dekat seperti apakah pabrik semen tertua di Indonesia tersebut.  Doakan ya pemirsah, dan jangan lupa untuk selalu menjaga lingkungan. Jangan hanya Semen Padang yang punya motto "Kami sudah berbuat sebelum yang lain memikirkannya" Tapi mulai dari diri sendiri untuk selalu menjaga lingkungan dan berkarya bagi sesama.  Hal yang simpel banget, tuh pungutin sampah di sekitar kamu ya.

Salam Lestari.


Sumber Referensi :
http://www.sumbarpost.com/berita-2240-program-forum-nagari-gagasan-csr-pt-semen-padang-bakal-di-luncurkan.html
http://wegi.org/wegi-gelar-diskusi-publik-tentang-lingkungan-di-dpr-ri/#more-3289
www.iesr.or.id/files/2apr_WORKSHOP_ENERGI.pdf
http://www.kemenperin.go.id/artikel/2193/-Gerakan-Industri-Hijau-%28Green-Industry%29

6 comments:

  1. produk pt semen padang itu tidak dijual di wilayah kita ya mbak, di sini kayaknya didominiasi oleh semen gresik, cmiiw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, dipasarkan sesuai lokasi pabrik terdekaat paling ya. Semen Gresik satu perusahaan kok ama Semen Padang

      Delete
  2. memang indsutri harus turut serta memelihara alam kalau tidak akan menambah banyak kerusakan lingkunga

    ReplyDelete
  3. ah, lagu tanah air di atas, slalu sukses bikin mewek kalo lg jauh dari Indonesia :)

    ReplyDelete
  4. moga2 juara ya mak Prima.
    Postingannya lengkap kap kap..!

    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts