Tuesday, 12 January 2016

#TecnoGadget : 3 Perangkat Gadget yang Bisa Jadi Pilihan di Awal Tahun 2016

Tahun baru pasti semuanya baru, bisa semangat, mimpi, harapan dan hari baru. Atau perangkat elektronik yang makin hari makin beragam dan teknologi yang terus berkembang tanpa henti.  Jika selama ini cuma gadget kamu yang baru, yuk kenalan ama beberapa barang baru yang mesti kamu miliki di awal tahun ini. Pastinya biar kekinian dan lebih terbantu dengan perangkat yang bahkan penciptanya anak muda Indonesia.

Nah, apa aja sih perangkat elektronik kekinian tersebut, cekidot ya :

1.  Proyektor Mini



Jika selama ini kamu masih menggunakan proyektor berukuran besar untuk  memantulkan gambar/video di dinding, sepertinya kamu harus menggantinya dengan proyektor mini yang lebih mobile, Dengan ukuran tidak lebih dari genggaman tangan orang dewasa. Salah satu pabrikan yang mengeluarkan proyektor mini adalah Optoma.

Optoma kembali meluncurkan produk terbarunya di kelas proyektor saku yang dilengkapi sejumlah fitur baru dengan dimensi yang sangat kecil dan ringan untuk para profesional, yaitu Pico Pocket Projector- PK301.

Pico PK301 memiliki dimensi yang sedikit lebih besar dibanding sebuah telepon gengam pintar. Namun, proyektor kecil ini mampu memproyeksikan gambar hingga 120 inci, hanya dengan menggunakan baterai atau tenaga listrik.

Dengan Pico PK301, memproyeksikan foto, film atau materi presentasi menjadi sangat mudah. Apalagi dengan slot Micro SD yang berkapasitas hingga 32GB, Anda bebas memasukkan beragam jenis file dalam jumlah yang banyak. Praktis Anda tidak harus lagi repot membawa banyak perangkat tambahan sebagai sumber input.

Optoma Pico PK301 menggunakan teknologi DLP (Digital Light Processing) yang memiliki resolusi WVGA dan tingkat kecerahan 50 lumens yang menjadikannya sebuah alat bisnis yang akan membuat tampilan materi presentasi, foto dan video Anda terlihat professional. Selain untuk kepentingan bisnis, Anda  juga dapat memanfaatkannya sebagai sarana hiburan untuk menonton film dengan menggunakan input HDMI atau built in memory.

Meskipun hanya memiliki berat 250g, PK301 mempunyai banyak konektivitas input dan output, sehingga membuatnya sangat cocok untuk digunakan para pebisnis profesional. Apalagi bila Anda berada pada situasi dimana waktu sangat sempit dan tidak memungkinkan Anda untuk menyimpan data dalam memory card. PK301 telah dilengkapi dengan koneksi  Mini HDMI, VGA dan USB untuk memfasilitasi penggunaan dengan banyak perangkat.

Saking kecilnya, proyektor ini sangat mudah untuk menampilkan file-file yang ada pada iPod, iPhone, telepon seluler, kamera digital, atau mobile gaming device. Dengan menggunakan kabel yang telah disediakan, Anda juga dapat menyambungkannya dengan notebook atau netbook.

2.  Samsung TV SUHD



Tak hanya gadget, teknologi pertelevisianpun seakan tak berhenti berinovasi. Jika selama ini TV layar datar LED/LCD masih menjadi incaran kamu, di tahun ini bakal tergeser dengan kehadiran TV pintar berteknologi SUHD. SUHD merupakan tv jenis baru yang menggabungkan keunggulan semua teknologi saat ini, dari UHD, smart TV dan OLED. UHD sendiri merupakan kepanjangan dari Ultra High Definition.

Samsung menghadirkan TV SUHD yang menawarkan kecanggihan sebuah tv berlayar cekung dengan yang ukuran yang besar. Dengan teknologi Nano Chrystal Samsung SUHD TV mampu menghasilkan jangkauan warna 1,2 kali lebih luas, dan 10 bit panel yang menghasilkan warna 64 kali lebih detail dari tv konvensional. Tingkat kecerahannyapun 2x lebih dari tv biasa.


Bagaimana, tertarik kan dengan smart tv terbaru dari Samsung. Saat ini Samsung JS 9000 dengan ukuran 55 inchi dibanderol dengan harga Rp. 59.000.000. Harganya nguras dompet bingit.

3.  Cubeacon



Sering kita memandang sebelah mata pada hasil karya anak negeri. Padahal banyak anak muda yang berhasil menunjukkan karya mereka. Salah satunya
Tiyo, perintis usaha sekaligus pencipta Cubeacon, sedang mensimulasikan kinerja piranti keras alat pemancar bluetooth tersebut dalam sistem tata lampu rumah di salah satu ruang yang digunakan untuk laboratorium bersama di Menara Multimedia, Jakarta.
Kompas/Riza Fathoni
Di Indonesia tepatnya di kota Surabaya, sebuah startup Eyro Digital #Teknologi telah sukses mengembangkan sebuah pemancar Bluetooth mengikuti standar iBeacon sekaligus memaksimalkan potensi teknologi iBeacon. Pemancar Bluetooth IBeacon yang kemudian diberi nama Cubeacon ini berbentuk kubus kecil yang di dalamnya tersimpan chip Bluetooth 4.0 yang bisa menjangkau perangkat mobile dengan radius 100 meter serta baterai kancing standar dengan estimasi daya tahan hingga 2 tahun. Lalu seperti apakah alat pemancar iBeacon bernama Cubeacon ini? Berikut ulasannya.


Pada dasarnya, teknologi Cubeacon adalah alat pemancar Bluetooth yang bisa digunakan oleh para pebisnis menyebarkan informasi promosi produk atau layanannya dengan praktis, mudah dan efektif.

Efisiensi dan efektivitas ini terjadi karena pihak pemilik bisnis tak perlu repot-repot mendatangi konsumen dan berbicara atau memberikan selebaran, karena informasi promosi tersebut disebarkan melalui Bluetooth dan akan diterima langsung oleh calon pembeli melalui perangkat elektronik.

Manfaat lain dari teknologi Cubeacon untuk penggunaan pribadi adalah sebagai sebuah tracker atau pencari jejak. Jika Anda kehilangan tas, sedangkan dalam tas tersebut ada Cubeacon, maka Anda bisa melacak posisi tas Anda engan menggunakan aplikasi Cubeacon pada smartphone Anda.

Bagaimana Teknologi Cubeacon Bekerja?
Untuk menjalankan Cubeacon, Anda hanya perlu mengaktifkan Bluetooth di smartphone, serta mengunduh aplikasi dengan integrasi Cubeacon yang dikembangkan oleh para developer secara bebas. Aplikasi inilah yang nantinya akan menjadi wadah interaksi dari pemilik usaha dan para pelanggan.

Meski menggunakan teknologi iBeacon yang dirancang oleh Apple, teknologi Cubeacon ternyata juga kompatibel dengan perangkat #Android. Syaratnya ada dua, pertama perangkat yang digunakan harus menggunakan versi OS Android 4.3 atau lebih, serta dilengkapi chip Bluetooth 4.0.

Target Pasar dan Pemasaran Cubeacon
Target utama pemasaran Cubeacon sendiri adalah para pelaku bisnis. Namun, menurut sang penggagas, Tiyo Avianto, Cubeacon juga bisa digunakan oleh personal secara luas untuk keperluan rumahan, kantor atau jaringan komunitasnya. Contoh penggunaan Cubeacon untuk keperluan rumah adalah saat Anda memasang Cubeacon di dekat pintu masuk rumah dan suami Anda pulang larut malam misalnya, Cubeacon akan memberi notifikasi yang berbunyi “Kalau belum makan, di kulkas ada telur siap didadar dan jangan lupa gembok pagar depan!”

Cubeacon sendiri telah dipasarkan ke banyak tempat di dalam negeri hingga luar negeri seperti Amerika Serikat, Brasil dan Jepang. Selain pemasaran langsung, Cubeacon juga dipasarkan melalui situs e-commerce #Lazada. Dengan harga spesial Rp 825 ribu, pembeli sudah mendapatkan tiga pemancar, akses gratis ke backend software milik Cubeacon selama tiga bulan yang selanjutnya akan dikenai biaya berlangganan. Teknologi Cubeacon sendiri juga telah didukung penuh oleh Telkom Indonesia. Telkom memang sangat tertarik dengan Cubeacon yang akhirnya mengintegrasikan Cubeacon ke dalam infrastrukturnya. Meski belum terlalu luas pasar yang bisa dijangkau Cubeacon, Tiyo mengaku tetap optimis dan akan terus memberikan sosialiasi mengenai potensi yang dimiliki Cubeacon dan teknologi iBeacon.

Nah, kira-kira perangkat mana nih yang bakal jadi incaran kamu pemirsah. Kalau saya mah, pengen beli proyektor mini, buat nonton film berdua ama mas bojo atau karoukean bareng krucil.

4 comments:

  1. wah keren ya ternyata Cubeacon buatan dalam negeri ya

    ReplyDelete
  2. wahhh penasaran dengan proyektor mini dan cubeacon...keren yaaa...

    ReplyDelete
  3. Saya pingin semua, tapi duitnya belum ada. Wkwkwk

    ReplyDelete
  4. mini proyektor pengen nih, harganya brpaan ya mbak
    supaya kalau presentasi kemana-mana dan dirumah bisa lancar

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts