Skip to main content

Tips Sebelum Membeli Laptop Terbaru dan Berkualitas

Tidak bisa dipungkiri jika saat ini laptop menjadi benda primer bagi sebagian  orang. Hal tersebut karena laptop digunakan sebagai alat bantu kerja, yang  berpengaruh pada keberlangsungan hidup satu keluarga. Akan tetapi, meskipun sudah berkutat dengan laptop dalam keseharian, seringkali     orang-orang bingung ketika akan membeli ​laptop terbaru
Biasanya karena terkendala harga, atau ketidaktahuan mengenai spesifikasi  laptop masa kini yang beredar di pasaran. Oleh sebab itu, sebelum  benar-benar berburu ke toko laptop, coba perhatikan beberapa tips ini. 
Kiat-Kiat Sebelum Membeli Laptop Baru : Generasi laptop masa kini sudah semakin canggih dan hampir menyamai    komputer dalam hal spesifikasi. Inilah mengapa laptop juga sering disebut  sebagai ​mini PC. Oleh  sebab itu, membeli laptop pun tak ubahnya mencari komputer, ada banyak   pertimbangan yang harus diperhatikan. Antara lain: 

1. OS Seperti Apa yang Ingin Diinstal pada Laptop Anda
Sampai saat ini, sistem operasi yang paling …

Serba-Serbi Working Mom

Selamat malam pemirsah. Mumpung duo anak lanang udah pada tidur, yuk ketak ketik aja. Mau share ajah tentang working mom. Kan, tagline blog ini The tales of a working mom, gaya euy pake bahasa orang luar.  Boleh ya, curhat tentang Ibu Bekerja.

Sejak kecil saya bercita-cita jadi insinyur. Padahal juga nggak tahu sebenarnya insinyur itu pekerjaannya kayak apa, ngapain aja tuh kagak ngerti. Pokoknya kalau ditanya apa cita-cita kamu? Jawabnya insinyur. Kok bukan BU dokter? Kagaklah, saya takut ama jarum suntik apalagi mayat. Hiiiii.

Anak kecil memang polos, tidak tahu kenyataan hidup seperti apa. Cita-cita masa kecil tidak semudah direalisasikan apalagi biaya kuliah mahal dan kuasa takdir. #YeeeSerius. Intinya, sejak kecil saya berangan-angan untuk jadi pekerja, ya kalau udah jadi Ibu ya tetep bekerja. Saya tidak pernah punya bayangan menjadi Ibu rumah tangga 24 jam di rumah. Ya,setidaknya jika tidak laku jadi pegawai tetep bisnisan apa gitu.

Ibu saya seorang pedagang. Dari saya bayi udah punya toko dan ternak ayam yang harus dia urusin sendiri. Yes, beliau mom stay at home, tapi saya kagak pernah dimomong ama Ibu. Maksudnya, di temenin dirumah terus-terusan. Beliau harus menjaga toko dan sejak bayi , balita sampai SD saya juga jarang dirumah karena banyak orang yang bantuin momong saya. Mungkin dulu saya lucu n imut kali ya #plak, so banyak yang rela momongin saya. Dan Ibu saya hepi donk ada yang jagain anaknya dan dia bisa jualan dan momong ke 3 adik saya. Seingat saya, ke dua adik saya semasa bayi dan balita juga sering di bawa tetangga2 saya untuk dimomong. Mereka sayang banget ama adik-adik saya, padahal tidak dibayar lho. Malah sering keluar uang buat beli jajan.

Di sini saya bisa menarik kesimpulan. Walaupun Ibu saya di rumah, tapi ternyata tidak bisa 24 jam jadi full mommy. Jangan-jangan Ibu saya termasuk Ibu yang hanya punya waktu tiga jam  buat anaknya. Dan kata ustad anu, itu bukan Ibu tapi karyawan. Lha padahal Ibu saya juga bukan karyawan. Piye jal.

Ok, intinya bukan itu. Saya sendiri sebagai anak, entah berapa jam saya di asuh Ibu saya dalam sehari, tapi kualitas kedekatan, sayang, cinta, materi, support, dari Ibu saya itu maksimal. Beliau bukan karyawan atau pedagang tapi dimata saya beliau Ibu saya.

Hal ini menjadi pertimbangan bagi saya untuk menjadi pedoman saya sebagai wanita karir. Cieeeee. Pegawai kelas 2 aja ngaku wanita karir. Ibu saya mendukung dan bangga saya bekerja. Suami juga mensupport dan suka aja saya bekerja. Yaiyalah, pemasukan bertambah mas Bojo. Berapapun gaji saya mendukung keberlangsungan dapur rumah saya. Walaupun saya harus mengiklaskan 8 jam saya untuk tidak bertemu dengan duo anak lanang.

Sedih? Enggak kok. Biasa aja. Saya menerima kenyataan jika saya memang harus bekerja tapi tetap menjadi Ibu yang baik walau bukan sempurna bagi anak-anak saya. 

Setiap keluarga mempunya kepentingan intern yang berbeda. Memiliki kebuituhan dan cita-cita yang tak sama. Saya sih menghargai apapun profesi seorang Ibu. Pegawai kantoran kek, tukang cuci, dagang, frelance atau ibu rumah tanggapun semua punya misi yang sama, yaitu membahagiakan keluarga terutama anak-anaknya.

Tidak usahlah menjudge ini itu. Yang tahu sebenarnya ya hanya keluarga itu sendiri.

Comments

  1. Setuju Mbak .... Udah gak usah kepo deh si Ust itu. Toh gak tau gimana 'isi' keluarga mom working.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …