Skip to main content

Tips Sebelum Membeli Laptop Terbaru dan Berkualitas

Tidak bisa dipungkiri jika saat ini laptop menjadi benda primer bagi sebagian  orang. Hal tersebut karena laptop digunakan sebagai alat bantu kerja, yang  berpengaruh pada keberlangsungan hidup satu keluarga. Akan tetapi, meskipun sudah berkutat dengan laptop dalam keseharian, seringkali     orang-orang bingung ketika akan membeli ​laptop terbaru
Biasanya karena terkendala harga, atau ketidaktahuan mengenai spesifikasi  laptop masa kini yang beredar di pasaran. Oleh sebab itu, sebelum  benar-benar berburu ke toko laptop, coba perhatikan beberapa tips ini. 
Kiat-Kiat Sebelum Membeli Laptop Baru : Generasi laptop masa kini sudah semakin canggih dan hampir menyamai    komputer dalam hal spesifikasi. Inilah mengapa laptop juga sering disebut  sebagai ​mini PC. Oleh  sebab itu, membeli laptop pun tak ubahnya mencari komputer, ada banyak   pertimbangan yang harus diperhatikan. Antara lain: 

1. OS Seperti Apa yang Ingin Diinstal pada Laptop Anda
Sampai saat ini, sistem operasi yang paling …

Pengaruh atau Mempengaruhi?



Berbicara tentang obesitas (tunjuk perut sendiri) bisa terjadi karena masalah biologis atau memang kebiasaan makan yang kurang baik alias berlebihan. Kita sering melihat satu keluarga dengan anggota keluarganya mengalami masalah obesitas. Dari kedua orang tua hingga anak gendut semua. Ada yang bilang obesitas itu terjadi karena faktor keturunan. Padahal sebenarnya prosentase tersebut hanya sedikit, yang benar adalah karena faktor kebiasaan pola makan dalam keluarga yang menyebabkan obesitas.

Jika suami sering makan di luar rumah saat malam, istri pasti terpengaruh dan kelamaan menjadi gendut. Begitu pula dengan kebiasaan si Ibu yang suka ngemil saat dirumah. Anak-anak akan terpengaruh dan mengikuti kebiasaan Ibunya.

Tapi emang bener lho, anggota keluarga saya ukuran bodynya XL semua. Karena kami memang suka jajan. Suami saya dulunya tidak suka jalan-jalan atau pergi di tempat keramaian. Semenjak kenal saya terpengaruh jadi suka piknik dan gaul gitu :D.

Besarnya pengaruh lingkungan



Mungkin kita tidak merasa jika kita saling mempengaruhi antara satu dengan yang lain. Dari ilustrasi yang saya sampaikan diatas, pengaruh dari seseorang atau lingkungan berpotensi besar untuk merubah diri seseorang sesuai dengan keadaan dilingkungan tersebut.

Dari survei yang diadakan Harvard University tentang obesitas, menunjukkan jika potensi seserang terkena obesitas 57% jika dia memiliki teman yang obesitas, 40% peluang jika keluarganya mengalami obesitas dan 37%  apabila dia memiliki pasangan obesitas. (sumber Spirit Motivator). Yah, pantas saja, saya dan suami makin menggendut karena sama-sama saling mempengaruhi,

Hal ini menunjukkan jika kita amat mudah untuk dipengaruhi dan mempengaruhi teman, pasangan ataupun lingkungan. JIka kita hany terpengaruh  obesitas sih tidak begitu menjadi persoalan. Tapi jika kita terpengaruh kebiasaan buruk yang merubah jati diri serta membuatitu  kita menjadi jahat, itu sangat berbahaya.

Sering kita mendengar tentang korupsi berjamaah, dimana hampir semua anggota dalam sebuah perusahaan/kantor/instansi melakukan korupsi dari besar hingga kecil. Bahkan dianggap hal itu sudah menjadi kebiasaan dan baik-baik saja. Itu karena faktor penngaruh yang saya sampaikan diatas.

Kita dulunya seorang pekerja yang rajin, kemudian berpindah ke tempat kerja dengan habit buruk. Pekerjanya datang terlambat dan bekerja tidak produktif. Mau tidak mau. Percaya tidak percaya orang itu akan terpengaruh dan mengikuti kebiasaan buruk tersebut.


Mungkin ada segelintir orang yang tidak terpengaruh dan tidak tertular pengaruh itu. Tapi jika dihitung paling satu diantara seribu orang. Saya bukannya pesimis, tapi faktor pengaruh memang sangat besar. Orang itu mungkin berpikir jika yang lain saja datang terlambat, ongkang-ongkang kaki dapat gaji penuh, ngapain saya rajin. Nanti malah dikira sok.

Itulah mengapa ada pepatah Jawa yang mengatakan Ojo cedak kebo gupak. Jangan dekat-dekat kerbau yang nota bene kotor terkena lumpur. Jika kita bergaul dengan orang yang mempunyai kebiasaan buruk, lama-lama kita akan terkena juga.

Kenapa pengaruh cepat sekali menyebar?


Dari penelitian diatas bisa disimpulkan jika kita amat mudah dipengaruhi dan kita juga gampang mempengaruhi orang lain. Seperti rantai makanan yang tidak pernah putus. Kita dipengaruhi orang lain, kita mempengaruhi orang lain dan orang itu mempengaruhi yang lain.

Peluang menjadi orang yang rajin akan semakin besar jika kita mempunyai teman yang rajin, keluarga yang rajin dan pasangan yang rajin. Seseorang akan menjadi kreatif jika ia berada dikomunitas orang kreatif, dan sebaliknya jika teman, komunitas, pasangan kita pemalas dan pesimis kita juga akan menjadi seperti itu. Apabila kita hidup dilingkungan orang benar kita akan menjadi orang benar juga.


Contoh lain adalah seorang pecandu narkoba yang sedang menjalani rehabilitas. Selain dikarantina dan mendapat perawatan secara medis dan kejiwaan. Dia dilarang untuk bertemu dengan teman-teman sesama pecandu, begitupun saat sudah keluar dari pusat rehabilitasi. Pantangan terbesar dari keluarga adalah  mencegah dia kembali ke komunitas lamanya. Karena, begitu dia kembali ke komunitas atau sekedar bertemu dengan salah satu rekannya. Dia akan kembali mendapat pengaruh buruk untuk menggunakan narkoba lagi.

"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri dijalan orang berdosa dan tidak duduk diantara kumpulan pencemooh"

Bagaimana cara agar tidak mendapat pengaruh buruk?

Salah satu cara terbebas dari pengaruh itu adalah  memutus mata rantai dan keluar dari komunitas tersebut.  Jika kita ingin menjadi pintar ya bergaul dengan orang-orang pintar, jika kita ingin lenih religius yang masuk dalam komunitas religius. Kalau pengen gendut gampang gok, bergaul saja sama saya. :))

Lihat ke diri kita. Sebenarnya kita ingin menjadi seperti apa? Jika ingin sukses ya bergaul dengan ororang sukses. Tidak bermaksud untuk memanfaatkan tapi mengambil sisi positif dan belajar menjadi sukses seperti dia. Orang sukses identik dengan pekerja keras, pasti orang itu akan mendorong kita untuk bekerja keras. Sebaliknya jika kita berdekatan dengan orang pemalas, pasti orang itu mengajak kita menjadi malas juga. Sebab, mau tidak mau, suka atau tidak kita pasti akan terpengaruh jika terus menerus bersama dia.

Cara kedua adalah mempertebal iman dan mempunyai prinsip yang kuat. Saat teman kantor melakukan korupsi kecil-kecilan dan mengajak kita, kembali pegang erat keyakinan dan prinsip. Jika hal itu tidak benar serta semakin mendekat kepada Allah.

Menjauhlah dari kumpulan orang fasik, dan hati-hatilah dengan lingkunganmu!

Comments

  1. Berada di kumpulan orang fasik memang berbahaya

    ReplyDelete
  2. Teman memang sangat bisa mempengaruhi dan terpengaruhi...

    ReplyDelete
  3. berada di lingkungan sekeliling kita memang sih bisa mempengaruhi dan pengaruh kita, tapi yah untuk menyikapinya tergantung dari kitanya

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …