Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Kawatir Anak Laki-Laki Bermain Boneka? Baca Ini Dulu

Dimana ada Dek Saka, disana pasti ada Buwang atau boneka beruang kesayangan dia. Dia memang belum bisa melafalkan dengan jelas kata be-ru-ang, maklum usianya baru 2,5 tahun. Jika dia bertanya buwang mana, saya dan mas Bojo sudah ngeh kalau dia nyariin boneka beruangnya. 


Dia memang suka boneka, tapi sebatas boneka berbentuk hewan. Ada kucing, gajah, monyet, beruang kecil. Tapi yang paling dia sukai ya si beruang coklat, selalu dia peluk saat mau tidur dan ketika pergi selalu dibawa. Kecuali saat kami naik motor. Repot kan, bawa duo balita dan satu boneka yang agak besar.


Dek Saka mengenal beruang dari gambar beruang yag ada di beberapa daster dan baby doll yang sering saya kenakan. Saat main kerumah Uti, dia juga senang naik diatas boneka beruang super besar milik saya dulu.  Sejak itulah dia selalu meminta boneka beruang.


Saya dan suami nggak tega melihat dia merengek terus, kemudian saya antar ke Gardena untuk memilih sendiri bonekanya. Dek Saka mengambil yang agak besar, mungkin agar bisa dikelonin kali ya. Modelnya kayak punya Mr. Bean, besar tapi tidak kaku sehingga mudah dipeluk.


Jujur, saya gemes banget kalau ngeliat dia meluk-meluk si Buwang. Sepertinya dia sayang banget ama boneka coklat itu. Terkadang dia ajak ngobrol bonekanya, diajak maem dan ditawari aneka lauk. Saya dengernya ngakak sendiri. Walaupun baru berusia 2,5 tahun, ketrampilan berbahasanya sudah lancar, masih agak sedikit cedal tapi sudah lancar dan lebih fasih dari kakaknya saat usia segitu.

Beruang ikut kemanapun kami pergi. 

Tak lupa kami membawa duo anak lanang dan si buwang saat keluar kota atau staycation di hotel. Begitupun saat menginap di Hotel INNA Garuda Malioboro, buwang turut menikmati empuknya kasur disana.


Kawatir Anak Laki-Laki Bermain Boneka?

Sempat juga saya merasa kawatir, anak saya laki-laki tapi kenapa suka bermain boneka. Karena dalam masyarakat kita masih ada pandangan jika boneka itu mainan anak perempuan, sedang anak laki-laki main mobil-mobilan. Anak saya juga punya banyak aneka mobil-mobilan dan robot. Bahkan saat bermain dia lebih sering memainkan mobil terutama bisa, si beruang hanya sesekali dan dicari saat dia mau tidur.

Sebenarnya tidak ada salahnya anak laki-laki dan perempuan melakukan permainan lintas gender. Apalagi dek Saka baru 2,5 tahun, saya tidak kawatir akan terjadi kebingungan identitas kelamin. Banyak anak-anak menggunakan guling, atau boneka untuk dipeluk karena barang itu dianggap bisa membuat mereka tenang. Jadi inget, saya dulu suka tidur pakai sarung dan digigitin ampe bolong. Saat kecil saya lebih banyak bermain dengan anak laki-laki dan bermain kelereng, perang-perangan tapi sekarang tetep jadi perempuan yang feminim #eh.

Dari penjelasan Ibu Mayke yang saya baca di Tabloid Nakita, banyak anak yang suka dengan guling, bantal, selimut yang tidak boleh dihilangkan dari sisinya, terutama ketika mereka akan tidur. Nah, ini sama halnya dengan boneka yang dijadikan teman tidur, dan terkadang kebiasaan ini terbawa sampai usia sekolah dasar atau lebih. Jadi manfaat boneka bagi si kecil adalah untuk membuatnya tenang dan nyaman. Agar anak  tidak sampai terlalu bergantung pada keberadaan boneka, maka ketika menjelang tidur ibu atau ayah bisa menemani anak dengan bercerita dan memeluknya sebentar sehingga anak merasa aman dan nyaman. 

Banyak lho manfaat dari bermain boneka, antara lain :

1. Melatih Keterampilan Motorik Halus dan Keterampilan Motorik Kasar
Bermain boneka melatih keterampilan motorik halus yang melibatkan gerakan jari-jari tangan seperti menyuapi boneka, mengganti pakaian boneka, menyisir boneka, mengubah posisi boneka, dsb. Bermain boneka juga dapat melatih keterampilan motorik kasar seperti menggendong, memindahkan, mendorong stroller, dsb.

2. Melatih Keterampilan Berbahasa
Anak-anak suka menirukan perkataan dan sikap orang dewasa saat bermain boneka. Hal ini bermanfaat untuk melatih keterampilan menggunakan bahasa komunikasi.

3. Meningkatkan Keterampilan Sosial
Satu boneka dapat dimainkan bersama-sama. Anak-anak juga suka bermain bersama-sama dan memainkan sendiri-sendiri boneka masing-masing. Hal ini dapat meningkatkan keterampilan sosial anak untuk bergaul dan berinteraksi satu sama lain.

4.  Melatih Kemandirian
Anak-anak lebih suka merawat sendiri bonekanya tanpa bantuan orang lain sehingga melatih kemandirian beraktivitas. Anak-anak juga kadang disibukkan oleh bonekanya sehingga ia tidak perlu ditemani bermain. Ibu dapat melakukan aktivitas lain sambil tetap mengawasi.

5.  Memberi rasa senang 
Dia bisa curhat sama bonekanya saat sedih, atau senang. Dan saya lebih memperhatikan saat dia ngobrol ama beruang, jadi tahu apa yang dia rasakan.

Di kemudian hari, dia akan menerapkan  perannya pada saudara, teman, dan anaknya, mengingat dia akan menjadi seorang ayah kelak.

Bagaimana kalau anak tergantung ama boneka/mainannya ?

Permasalahan ini juga pernah muncul dipikiran saya, gimana ya kalau Dek Saka maunya tidur ama beruang terus. Gimana kalau si beruang rusak atau basah dan dek Saka nggak bisa ngelonin dia, jangan-jangan dia bakal rewel? Banyak pertanyaan di benak saya, jangan-jangan?

Tapi, kekawatiran saya tidak terbukti. Seminggu yang lalu saya ke tempat Ibu saya, Utinya dek Saka. Saat pulang  dek Saka digendong Ibuk saya dan saat ke mobil si beruang tidak dibawa. Ditengah jalan dia minta bonekanya, dan saya baru sadar kalau si beruang ketinggalan. Untung di mobil ada boneka kecil saya bilang itu anaknya beruang dan beruang besar lagi dicuci karena kehujanan. Eh dia manut aja dan meluk boneka Pooh kecil.

Saat  malam mau tidur dia juga nggak rewel, hanya sesekali menanyakan tapi saya alihkan ke pembicaraan lain. Rupanya kekawatiran saya tidak terbukti. Kuncinya adalah tetap dampingi anak bermain. Ketika dia bermain peran dengan boneka kesayangannya kita tetap ikut ambil bagian, sehingga tetap ada sosok kita selain si boneka. DI waktu tidurpun dia selalu saya temani, sambil memeluk si beruang tugas saya "ngisik-isik" punggungnya. Tetap ada kontak fisik antara anak dan Ibu. Apalagi diwaktu siang saya tidak bisa menemani dia.

So, masih kawatir anak laki-laki anda bermain boneka?


Comments

  1. menarik tulisan ini...

    saya juga tipikal ortu yang tak keberatan anak laki2 main boneka...:)

    ReplyDelete
  2. Ais juga kadang main boneka. Tapi bonekanya diajak balapan mobil2an. Omnya Ais ada yg suka boneka2an gini, sekarang doi jd anak yg penyayang plus lembut perasaannya.

    ReplyDelete
  3. anaku juga punya bobeka walau laki-laki itu hadiah goodie bag semua sih .cuma bonekanya bukan boneka cewe. Jadi bisa berinteraksi gitu kaya drama

    ReplyDelete
  4. anak saya laki-laki dan juga suka sama boneka Mak :)
    sempat khawatir juga, tapi perlahan-lahan saya tepis kekhawatiran itu :)

    ReplyDelete
  5. sakaaaaa.. onty gemes liat beruangnya, juga gemes liat sakanya...

    ReplyDelete
  6. Aku dulu ya kecilnya mainan boneka mbak. Sampai punya boneka banyak banget. Tapi ya pas udah gede ya normal-normal aja tuh. Orangtua pas aku tanya kejadian ini jawabnya, "biar saja, namanya juga masih kecil".

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …