Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Grand Opening Pusat Oleh-Oleh Jendela Jogja : Melihat Jogja Disini

Rumah oleh-oleh Jendela Jogja
Pusat Oleh-Oleh Jendela Jogja-- Ke Jogja tanpa belanja dan membawa oleh-oleh tuh serasa makan tanpa garam, rasanya hambar mas mbak. Tahu sendiri kan, Jogja pusatnya kuliner dan barang-barang unik nan lucu yang cuma ada di Jogja. Jadi kalau berwisata ke kota pelajar dan budaya wajib hukumnya bawa oleh-oleh buat saudara atau bahkan belanja buat diri sendiri nggak papa donk ya.

Jika sebelumnya pusat oleh-oleh atau toko oleh-oleh di Jogja terbatas hanya berjualan souvenir saja, atau khusus menyediakan makanan, membuat ruang belanja terbatas dan harus mendatangi beberapa toko oleh-oleh jika ingin belanjaan lengkap. Sekang kita cukup mendatangi rumah oleh-oleh Jendela Jogja yang berada di Jl. Gedong Kuning No. 161A Juru Genthong Banguntapan Bantul Yogyakarta. Lokasinya sangat strategis, tidak jauh dari Kota Gede pusatnya perak dan Kebun Binatang Gembira Loka.


Blogger Jogja bersama Bapak Herry Zudianto

Saya dan beberapa kawan dari Komunitas Blogger Jogja berkesempatan hadir diacara Grand Opening Jendela Jogja pada Kamis 8 Oktober 2015 kemaren. Beberapa penerima tamu cantik dengan ramah menyapa dan menyambut kami, acara yang dimulai tepat pukul sembilan benar-benar meriah. Dihadiri oleh Ibu Hj. Dyah Suminar, dan kedua rekannya, Bapak Kapolda, Bapak Herry Zudianto, Plh Kadisperindakop Jogja dan para tamu undangan penting lainnya.
Founder Jendela Jogja

Jendela Jogja merupakan rumah oleh-oleh yang dimiliki Ibu Hj. Dyah Suminar yang tak lain istri dari mantan Walikota Jogja Bapak Herry Zudianto. Bersama ke dua sahabatnya Ibu Dyah dan Ibu Titin , mereka mendirikan Jendela Jogja dengan tujuan agar para wisatawan yang datang ke Jogja bisa mendapatkan buah tangan yang bisa menyambung  kenangan akan kota Jogja dan pastinya para wisatawan dapat melihat Jogja Disini, sesuai tagline dari Jendela Jogja. Dan pastinya membuka peluang bagi para pengrajin dan UKM untuk memasarkan produk mereka di Jendela Jogja. 



Sambutan pembuka diberikan oleh Ibu Hj.Dyah Suminar didampingi Ibu Dyah dan Ibu Titin. Selanjutanya Bapak Kadarmanta Baskara Aji selaku wakil dari Disperindakop juga memberikan sambutanya selaku motivator bagi para pelaku usaha. Yang bikin ramai pastinya tari "edan-edanan" atau Tari Nirboyo yang kocak. Merupakan tarian asli Jogja sebagai tolak bala, agar tidak ada bencana atau kejadian yang buruk. Kedua penari dengan luwesnya menggerakkan tubuhnya, membuat semua undangan tertuju pada penari termasuk saya.


Batik Margaria yang tak lain juga milik Ibu Dyah turut ditampilkan di acara ini lewat fashion show yang diperagakan beberapa peragawati dan peragawan. Ya ampun, mereka cantik-cantik bingit dan ehm...ehm, ganteng amat, hahahaha. Apalagi batik yang dikenakan berkelas dan modelnya tidak pasaran. Ah, jadi pengen beli batikkan saya. #ada yg mau beliin?

Setelah puas melihat para model beraksi, tibalah acara puncak yaitu pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya rumah oleh-oleh Jendela Jogja yang dilakukan oleh GKR Condrokirono selaku wakil dari sang ibunda yaitu GKR Hemas. 


Begitu pintu dibuka, semua pengunjung dipersilakan masuk untuk melihat-lihat barang yang dipajang disana. Ada Jasmine Bakery yang menyediakan aneka kue, angkringan Kota baru, beragam oleh-oleh asli Jogja seperti bakpia dan geplak. Souvenir-souvenir cantik, kerajinan tangan, kain batik dan baju-baju batik. 








Toko oleh-oleh ini sangat luas, terdiri dua lantai, dimana lantai kedua diperuntukkan sebagai restoran. Tak lupa fasilitas toilet yang sangat dibutuhkan oleh wisatawan, ada 12 toilet yang telah disiapkan oleh Jendela Jogja. Berkeliling di Jendela Jogja dan melihat aneka barang yang dipajang seperti melihat Jogja disini, apa yang ada di Jogja ada juga disini.



Nah, sudah tahu 'kan kalau ke Jogja beli oleh-olehnya dimana?

Jendela Jogja
alamat : Jl. Gedong Kuning no. 161A Juru Genthong Banguntapan Bantul
No Telp 0274 4536229
www.jendelajogja.co.id
Twitter, FB, IG : @JendelajogjaID



Comments

  1. Pertamax. Yeya! Kok kereta kencananya gak dinaikin sekalian? Wkwkwk..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kiro2 cukup ra nek aku ro mak prima yo? wkwkwkwkwkwk

      Delete
  2. Wah closingnya mantep mbak Prima :D

    ReplyDelete
  3. kapan yukkk ke lantai dua kita nongki-nongki menikmati makan di Jendela Jogja..

    ReplyDelete
  4. Pengin naik kereta wisatanya itu je. Itu bisa naik dari Jendela Jogja nggak ya?

    ReplyDelete
  5. Waaaaaaaa...keren
    Byk batik2 keren di situ y mak

    ReplyDelete
  6. jebul web e jendela jogja ga iso diakses. Marai gawe broken links.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …