Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Sepeda Gembira Keluarga Bag Administrasi Pembangunan



Jumat Sehat, begitulah slogan bagi sekolah, instansi, kantor dan berbagai komunitas. Seperti biasa di hari Jumat saya dan teman sekantor berolahraga, ada yg badminton, futsal, senam gembira atau bersepeda.

Kegiatan gowes bareng sering kami rencanakan, tapi entah di hari H yang ikut cuma beberapa ekor, eh orang dink. Saya bersemangat ikut, tapi bebrapa kali malah sampai kantor terlambat dan ditinggal teman-teman gowes duluan. Padahal yang minjam sepeda saya, akhirnya di pakai orang lain.


Jumat pekan kemaren, 16 Oktober 2015 saya dan kedua belas teman saya  berangkat dari kantor sekitar jam 7, sesuai rencana. Etapi, saya sampai di kantor jam 7 seperempat, terlihat dari kejauhan rombongan teman-teman sudah mulai keluar dari komplek kantor. Saya sudah hopeless, palingan ditinggal. Eh, ternyata masih ada 3 orang yg juga telatan, hehehe.. Cuss, kami mengambil sepeda di Dinas Keuangan, jujur kami memang modal minjem karena kantor saya tidak punya sepeda. Ada 4 sepeda dari dinas keuangan dan 6 sepeda dari Bagian umum. Saat tidak dipakai, sepeda-sepeda itu memang boleh dipinjam koq, asal bertanggung jawab.





Berempat , kami ngebut ngejar rombongan yang di depan. Sempat kami menelpon teman yang duluan, karena kami tidak tahu rute yang akan dilewati. Lumayan ngos-ngosan juga saya, sudah hampir 6 tahunan saya tidak naik sepeda. Apalagi abis nikah blas ga pernah olah raga. So, jangan heran ya body eike sekseee abis :)

Kegiatan gowes ini benar-benar kami rencanakan, karena emang beberapa kali sempet gagal. Ada 4 perempuan yang ikut, saya dan MBak Fina ngotot harus ada yang bawa pick up untuk jaga-jaga kalau ada yang kuat, khususnya saya, hehehe.



Kami beristirahat satu kali di Embung Bambanglipuro, berada ditengah sawah dan baru sekali itu saya lewat daerah itu. Lumayanlah , semakin mengenal daerah kekuasaan. Malukan, sudah 5 tahun di Bantul, tapi belum hapal daerah geografis Bantul.

Bersepeda bersama itu sensasinya berbeda saat berolah raga sendiri, gembira dan rasa capai tidak terasa, bahkan kami semua kuat sampai finish. Lumayanlah, kami gowes sekitar 20 kilo, dari Bantul kota- Bambanglipuro-Pandak dan kembali ke Bantul.

Sesekali kita memang harus beraktivitas di luar bareng-bareng, lupain dah kompetisi, tumpukan pekerjaan atau gaji yang udah hampir habis gara-gara dipotong, hahaha. Bersepeda bersama membuat hubungan semakin akrab dan kekeluargaan semakin erat.



Comments

  1. 20 Km? wau saya goes 10 km saja capek nya luar biasa ... mungkin belum terbiasa :)

    ReplyDelete
  2. bersepeda menyusuri persawahan...ini pengalaman langka mumpung sawah masih ada... :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…