Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Teruntuk Sahabatku

[CURHAT] - Semalam saya bermimpi bertemu dengan sahabat lama saya. Nama kami panggilan kami hampir sama, hanya berbeda satu huruf. Sebut saja dia P. Sejak SD, SMP kami satu sekolah walaupun tidak selalu satu kelas. Rumah kami juga cuma beda kampung, hampir setiap sore saya main kerumahnya atau dia yang berkunjung ke rumah saya. 

Tak hanya di sekolah, tapi kami sering mengikuti kegiatan ekstra bersama. Bedanya, dia lebih cerdas dan lebih tinggi dari saya. Dan itu sebabnya saat SMA kami berpisah, dia sekolah di SMA favorit, sedang saya setengah favorit, hahaha.

Saat SMA kami memang tidak bersama, tapi saya sering bermain ke rumahnya, nonton konser bareng dan menikmati masa muda kami bersama-sama. Keluarga kami juga saling mengenal dengan sangat baik, Ibuk saya dan Ibuk P saat muda dulu juga teman dekat. Dia sering curhat tentang pacar-pacarnya dan sering menemani dia menelepon sang pacar di wartel dekat rumah. Intinya, dia sahabat baik saya.

Ahh, bercerita tentang sahabat kenapa saya menangis. Cengeng. 

Kami sama-sama menikmati masa kuliah di Jogja, pastinya beda kampus. Dia di kampus negeri ternama di Jogja, sedang saya cukup di swasta saja. IQ kami memang berbeda, tapi yang membuat kami dekat sejak kecil karena kami minoritas. Dan saya sangat menyayangi dia.

Di sela waktu luang, saya main ke kos dia atau janjian makan disuatu tempat. Pastinya saling curhat dan ngerumpi cantik, hehehe. Pernah janjian nonton konser Padi bareng, ohya kami sama-sama suka musik dan ngeband. 

Hubungan kami agak merenggang selepas kami lulus kuliah, dia bekerja di luar Jawa dan sangat jarang bertemu. Kadangkala, kami berkomunikasi via sms dan saat dia pulang kampung saya sempatkan untuk melepas kangen dengan menyambangi rumahnya.

Beberapa tahun tak saling kontak, tapi saya sering bertanya kabar dia dari Ibu. Dan mendengar dia baik-baik saja cukup menenangkan saya. Komunikasi kami makin intens semenjak ada facebook, saling komentar di page kami masing-masing.

Lama tak terdengar kabar, saya mendapat undangan pernikahan dari P. Saya senang akhirnya dia mendapat jodoh dan dia mendahului saya. Tapi itu bukan masalah, ketika itu saya sudah bertunanangan dengan mas bojo dan ikut menemani saya jagong. Sedih saat saya tidak bisa bersalaman dan mengucapkan selamat karena saya duduk terlalu jauh. Ohya, di tempat saya hajatan manten masih "piring terbang" tidak standing party. Tamu duduk hingga acara selesai, bisa salaman hanya saat pulang.

Jujur, saya sangat terpukul, sangat sedih karena dia telah meninggalkan keyakinan yang sejak kecil dia anut. Keyakinan yang selama ini menjadi salah satu sarana kami bersama, belajar agama bersama, mengikuti kegiatan agama bersama dan sungguh separuh hidup saya entah mengapa ikut terserabut menyadari kenyataan itu.

Benar, menganut keyakinan itu hak asasi setiap orang, tidak ada yang berhak memaksakan dan saya tidak berhak nggondeli. Hanya mengapa itu harus dia lakukan, demi cinta, demi mendapat jodoh? Jujur saya akui, mendapatkan pasangan yang seiman bagi kami memang tidak mudah, banyak godaan dan jika kita kuat pasti bisa melampauinya. Jangan bilang, ah saya gampang cari yang seiman. Godaan sangat berat sudah saya lampaui, yang orang lain belum tentu kuat menggenggam erat DIA.

Beberapa lama saya masih bertanya-tanya, kok bisa, kok segampang itu melepas sesuatu yang sudah mendarah daging. Saya berusaha menghibur diri, mungkin itu memang jodoh P dan mungkin dia sudah bahagia.

Yang membuat saya makin sedih, hubungan kami terputus. SMS saya tidak pernah terbalas, komentar saya di Facebook tidak direspon, seolah saya tidak dikenalnya, dia seperti menghindari saya. Apa salah saya? Saya tetap ingin menjadi temannya, saya juga tidak pernah menyinggung atau bertanya tentang keyakinannya, saya hanya bertanya kabar dan berkomentar tentang anak atau pekerjaan. Dan, komentar saya hanya angin lalu. 

Semalam, saya bermimpi tentang dia, bersama kedua anak dan suaminya. Saya masih tahu tentang kabar dia dari FB atau status di BBM ibuknya yang masih sering chat dengan saya via BBM. Saya senang dia bahagia dan karirnya semakin sukses.

Setelah bertahun-tahun melupakan hal itu, entah semenjak mimpi semalem, saya menjadi sangat sedih, tak hanya sedih, tapi saya menangis, setelah lama saya tidak menangis, mungkin terakhir saat baca novelnya Tere Liye.

Saya menangis, karena saya kembali teringat jika saya "kehilangan" sahabat saya dan benar-benar kehilangan dia karena dia tidak "sempat" lagi menjawab sms saya. Untung saat ini mas bojo sudah tidur, sehingga saya tidak perlu menjawab kenapa saya menangis saat ini. 

"Tuhan, semoga Engkau selalu menjaganya dan membuat dia bahagia, walaupun dia meninggalkanMu. Semoga dia selalu bahagia dengan jalan yang dia pilih"

Sahabatku, walaupun jalan kita berbeda, kau tetap temanku, didada kita tersimpan banyak kenangan masa kecil kita, banyak rahasia antara aku dan kamu, jika sekarang aku bukanlah temanmu, bukan sahabatmu dan mungkin sudah tidak mengenalku, kamu tetap sahabatku.

Jogja, 20 September 2015

Comments

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…