Skip to main content

Pertanda Orang Meninggal

Berapa usia seseorang, tak ada yang tahu atau sekedar menebak. Rahasia hidup, hanya DIA yang tahu. Kapan seseorang dipanggil, sepertinya hanya DIA juga yg tahu, mungkin malaikat Gabriel sedikit paham soal ini. Kan, konon dia yang menjemput nyawa seseorang.

Ngapain juga sih gue ngomongin soal nyawa dan umur. Bikin keder aja, bikin ngrasa semakin bersalah karena belum tobat.

Siapapun, pasti akan kehilangan saat orang terdekatnya meninggal, apalagi tanpa pesan dan sangat mendadak. Sabtu kemaren, seorang tetangga mengalami kecelakaan. Sebut saja Bapak K , karena tensi tinggi dan jatuh dia langsung koma dan masuk ke ICU. Saat mendengar kabar tersebut, saya juga kaget karena hari sebelumnya dia masih menyapa dengan ramah saat saya lewat depan rumahnya. Hari Minggu sore, say bersama warga RT  6 dan 7 menjenguk Bapak K di RS Bethesda Jogja. Karena memang ga boleh masuk ruangan ICU, kami hanya bersalaman dengan istri dan anak-anaknya, kemudian bersama-sama mendoakan beliau. 

Bapak K didoakan secara Islam dan sepertinya doa Yasin, karena agak lama berdoanya. Selama kami berdoa, dari kejauhan ada seorang perawat mendorong pasien dengan kereta tidur, saya kira cuma pasien. Jebul, pas dah deket ternyata jenazah karena sudah ditutupi kain semua. Saya langsung ke pinggir dan entah kenapa saya mendadak pengen muntah.

Setelah doa bersama selesai, air putih yang sebelumnya didoakan dibawa masuk ke ruang ICU, untuk diminumkan sedikit atau sekedar dibasuhin dimukanya. Tidak lama berselang, salah seorang keluarga keluar dan beritakan jika si Bapak K sudah tiada. Innalilahi wa inalilahi rojiun.

Serentah, istri dan anak-anaknya menangis histeris. Kami para tetangga juga tak kuasa menahan tangis melihat pemandangan seperti itu. Ditambah istrinya dan anak perempuannya pingsan. Benar-benar suasananya sangat mengharukan. Anak saya sibuk bertanya kenapa Bude A menangis, kenapa Ibuk ikut nangis. Ah, namanya anak-anak dijelaskan malah pertanyaannya tambah banyak. 

Setelah tangisan mereda, sebagian dari kami pulang terlebih dulu untuk mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk pemakaman esok hari.

Jujur, saya prihatin, pasti istri dan anak-anaknya sangat kaget, apalagi ketiga anaknya belum "mentas" artinya masih bersekolah dan membutuhkan biaya, sedang si Ibu hanya membuka laundry kecil2an. Tapi Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan hambaNya. Pasti akan datang rejeki dan kemudahan bagi Bude A, walaupun untuk awalnya terasa sangat berat.

Ehhhhmmm, ikut sedihkah kalian? Makanya yuk sayangi saudara dan orang tua kita sebelum terlambat.

Terus apa hubungannya ama pertanda?
Beberapa hari belakangan Ibu saya sering melihat Bapak K dan Bude A selalu berboncengan sangat mesra, pegangan kenceng kayak orang pacaran gitu. Padahal cuma beli rokok atau sekedar nganter laundrian ke tetangga. Padahal biasanya jarang boncengan berdua, itupun tanpa pegangan. Begitupun dengan tetangga yang lain, juga sering melihat mereka tampil mesra. Ibu saya sampai heran dan sempat bertanya "mau ada apa yaaa"

Tak hanya itu, saat membeli rokok pun Bapak K berpamitan sampai tiga kali, abis bayar, sampai di pintu dan saat dimotor, Bu RT juga sampai heran Bapak K koq aneh gitu, ehhh ternyata memang beliau berpamitan.

Kejadian yang saya alami entah, kebetulan atau tidak saya juga tidak tahu pasti. Kata orang 100 hari sebelum seseorang meninggal  ia akan memberi tanda-tanda pada orang-orang dekatnya. Tapi tanda-tanda tersebut tidak disadari oleh orang-orang sekitar. Mereka baru menyadari kalau orang itu sudah meninggal. 

Sahabat Aprint, apakah kalian juga pernah mengalami hal serupa atau ada pertanda dari seseorang sebelum dia meninggalkan kamu, share yaa...

Comments

  1. hadeew mbak jika ngomongin soal facing death...haidew*tutupmukangeri, tapi saya percaya kok soal pertanda gimana seorang akan pergi ke alam baka. Hiksss jadi inget almarhum eyang dan oom tercinta-sama2 meninggalkan firasat :(

    ReplyDelete
  2. Kalau menurut pengalaman yang saya alami waktu kepergian alm. bapak, pertanda yang sering teringat sampai sekarang. Entah kenapa Ibu seperti orang yang belajar masak nasi selalu lembek dan itu berulang sampai beberapa minggu.
    emang bener yang mba katakan kita itu mesti menambah rasa sayang kepada saudara dan orang tua kita sebelum terlambat.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Ekowisata Taman Air : Obyek Wisata Keluarga di Tlatar Boyolali

Di bulan September kemaren Bapak dan Ibuk saya merayakan hari lahirnya, sayang si anak wedok ayu dewe alias saya lupa ngucapin selamat ke mereka berdua. Ah, semoga mereka maklum dan tidak mengutuk saya jadi kodok #kungkong. Dan untuk menebus dosa saya, minggu kemaren saya mengajak Bapak dan Ibuk makan-makan di Tlatar Boyolali, pastinya bareng keluarga besar alias adik-adik saya .

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat masih SMA saya beberapa kali ke Umbul Tlatar, dan seingat saya dulu hanya ada kolam renang, tempat mancing dan rumah makan. Kemaren saya agak terkejut dengan suasana di Umbul Tlatar yang sangat berbeda. Tampilannya lebih cantik dan fasilitasnya lengkap. Kaget aja kok ada hutan kecil dengan sungai  yang mengalir ditengahnya. Duo anak lanang langsung ribut pengen nyemplung kali begitu turun dari mobil.
Ada beberapa pemancingan di Umbul Tlatar, pengunjung diharuskan membayar tiket sebesar 3000 rupiah per orang dan parkir mobil sebesar 5000 rupiah. Saya memilih pemancingan…