Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Kriuknya Iwak Wader Warung Makan Pak Bejo

Makan siang yuk, sama apa yaaaa, bosen makan ayam atau seafood? Yuk sesekali makan iwak kali. Ikan dari sungai tuh banyak manfaatnya, bikin sehat dan non kolesterol.

Bagi gue makan tuh ga perlu yang mahal atau di tempat yang keren. Gue mah, diangkringan hayuuk di hotel mauuuuu, hahaha. Di Jogja ada beberapa warung makan yang menyediakan menu iwak kali dan belut, salah satu yang paling laris adalah Warung Pak Bejo di Wiyoro Banguntapan. 


Inilah menu pilihan suami saya, nasi pecel wader ples belut. Ehhm, yummy lho. Porsi sayurnya banyak , ikan wader yang garing terasa cruchy banget. Belut gorengnya pun digoreng maksimal, tulangnya hampir tak terasa saat digigit. Kalo menurut gue, ini mah kebanyaken lauk, jadinya malah "digado" dimakan tanpa nasi karena nasinya abis duluan.



Kalo yang ini orderan gue, nasi pecel wader ples tempe goreng. Jujur, gue ga gitu suka ama belut, geli-geli gimana gitu. Kecuali dah dibikin keripik dan dibungkus tepung gitu, dah ga keliatan fisiknya yang mirip ular, hiiii.  Dengan alas daun nasi pecel di Warung Pak Bejo terasa fresh, ga ada aroma amis dari ikan Wader. Dan yang paling gue suka, sayurnya buanyak, masih ditambah dari porsi suami yang kagak doyan sayur #gimanamausehatpak.


Warung Pak Bejo biarpun cuma berdinding bambu dan terlihat sederhana tapi laris banget lho, apalagi pas jam makan siang. Tempat duduk penuh, parkiran mobil pun penuh. Banyak pekerja kantoran yang menyempatkan lunch disini. Mungkin pengen ngerasain kriuknya Ikan Wader atau soto kemangi yang juga jadi andalan warung makan ini.

Masalah harga, wuih masuk kantong banget apalagi dibandingin ama lauknya yang banyak, murah banget ples sehat dan bergizi. Dan yang bikin surprise, disini ada es campur "gosrok" yang udah jarang ditemuin. Pak Bejo sendiri yang "menggosrok" es batunya menggunakan alat tradisional.

Mau tahu isinya? Bukan aneka buah seperti es campur kebanyakan, tapi berisi cendol, ketan hitam dan kacang ijo dengan santan kental ples susu kental manis. Cukup menggiurkan dengan rasa yang khas. Saya tertarik melihat Pak Bejo menggosrok es dengan alat manual jaman dulu, jadi inget jaman SD sering beli es buah deket rumah dengan alat seperti itu.


Ehhmm, abis makan pecel wader disambung es campur yang segar, siapa yang ga pengen? 
Temans Miss Piknik apa menu makan siang favorit kamu?

Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…