Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Naik Kapal Feri Menuju Gilimanuk



Membuka folder foto selalu membuat saya ingin menuliskan sesuatu. Latepost sih tapi no problem, masih bisa di kenang kelak suatu hari.

Masih ingat tentang liburan saya tahun kemaren ke Bali bareng keluarga besar. Gimana serunya perjalanan berjam-jam, puluhan malah, dari Klaten menuju Ketapang. Seru! Capek juga iya, tapi tetep Keep Calm and Smile.

Setelah hampir 18 jam akhirnya nyampe pelabuhan Ketapang juga, masih sekitar jam setengah 4. Sambil menunggu antrian menuju kapal wajib donk hukumnya poto-poto bisa lihat disini ya kawans

http://primahapsari.blogspot.com/2015/06/perjalanan-klaten-bali-via-darat-part3.html

Puas poto-poto giliran mobil kami masuk ke geladak kapal. Musti hati-hati nyetirnya, cos antara jembatan menuju geladak jalannya tidak rata membuat mobil kami yang agak pendek kesulitan untuk naik ke geladak,. Tapi so far nyampe juga ke kapal, walo agak lecet dikit bemper bawahnya.


Sampai di geladak kami semua turun dari mobil dan naik ke atas kapal. Ohya, penumpang dilarang berada di mobil yaa saat kapal mulai jalan. Kapal lumayan luas dan banyak tempat duduk untuk beristirahat. Suami yang memang parno naik kapal, memilih untuk duduk manis melihat televisi, sedang saya dan adik saya keluar menikmati pemandangan di tengah laut.

Om Hendra bertugas mengendong anak saya, berfoto bareng Ibu saya
Karena si Bapak duduk-duduk didalem, jadilah Om Hendra mbantuin saya gendong Mas Nathan, karena kalo ga digendong maunya jalan terus, was-was juga kalo lari-lari di atas kapal.


Jarak antara Ketapang Gilimanuk tidak begitu jauh, tapi karena kapal Feri jalannya santaii kayak di panta, waktu tempuh menjadi sejaman, bisa lebih lama jika ada beberapa kapal yang mengantri untuk bersandar di pelabuhan Gilimanuk.





Untuk mengusir kebosanan, kami saling bercanda. Bahagia rasanya bisa bersama-sama dengan seluruh keluarga, apalagi melihat Mbah Kakung menggoda anak saya, terbayarkan kelelahan beberapa jam yang lalu.



Akhirnya sampai juga di daratan, pintu gerbang Gilimanuk. Tampak di gambar seorang awak kapal sedang menyiapkan jangkar dan kapal siap berlabuh di pelabuhan. Ahhh...aroma Bali sudah terasa dan tak sabar ingin segera sampai di pulau Dewata itu.

BALI! We are coming!!


Comments

  1. Kelihatannya asyik juga tuhmudikyaa ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga mudik kaleee, jalan2 pak dan asyik banget,

      Delete
  2. Pingin deh ngerasain serunya naik Kapal Fery kayak gitu, seru banget kayaknya :)

    ReplyDelete
  3. Seru banget mba, ke Bali rame-rame...

    ReplyDelete
  4. aku kalo nae kapal mabok..pas nyebrang gilimanuk............didalem mobil liat laut muntah2 soale hahhaa
    dedenya pinterrr nae kapal g takutt

    ReplyDelete
  5. Aku belum pernah naik kapal. Pengen nyoba kapan2 klo ke Madura

    ReplyDelete
  6. Naik kapal ferri memabukkan gak Mbak? belum pernah naik kapal feri soalnya.. hehehehehe :) soalnya air laut rada goyang-goyang gitu kan jadi bikin pusing... hehehehehehe :) iya pasti seru piknik sama keluarga ya Mbak... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo saya sih enggak, malah asyik goyang2. Tapi banyak juga yg teler klo naik kapal, atasi aja pake antimo. Seru abis dah ;)

      Delete
  7. saya belum pernah naik kapal feri -___-

    ReplyDelete
  8. Huaah .... 18 jam bermobil, lalu naik feri? Kalau macam saya ini ... sudah mabuk, kayaknya Mbak :)

    ReplyDelete
  9. Bali selalu ngangenin!
    hiks ...

    ReplyDelete
  10. tetep ya mbak selfie nomor 1 hehe, itu welfienya keren euy dari atas. ini yang perjalanan kemarin ke Bali pakai mobil itu kan, keren deh kuat banget di mobil selama 18 jam lamanya, bahkan lebih ya mbak

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …