Skip to main content

Kisah Sukses Bu Enny Sigit, Depo Minyak Kutus-Kutus di Yogyakarta

"Bantu orang dulu, tolong orang dulu, setelah menolong rejeki pasti akan datang" itu pedoman yang dipegang oleh Servasius Bambang Pranoto, penemu Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras yang sekarang juga menjadi pegangan Ibu Enny Sigit dalam menolong orang disekitarnya sembuh dari sakit sekaligus membantu para reseller yang notabene teman, saudara dan handai taulan untuk menambah perekonomian keluarga dengan berjualan Minyak Kutus-Kutus.
Sabtu sore yang cerah saya berkunjung ke rumah Ibu Enny Sigit di kawasan Babarsari. Perempuan setengah baya yang masih terlihat enerjik. Keceriaan terpancar dari wajah beliau, meski sore itu tidak mengenakan makeup tapi Ibu Enny nampak segar dan bersemangat. Tak terlihat sedikit pun beliau pernah menderita berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk radang sendi yang mengharuskan lutut beliau disuntik dan disedot secara rutin. 
Beliau dengan ramah mempersilakan saya masuk ke rumahnya. Kami ngobrol di ruang depan yang sudah disulap seperti toko Mi…

Menemukan Basecamp Asyik di Pinggir Rel

Duo anak lanang menuju basecamp kami

Hari Sabtu adalah harinya anak-anak saya, mereka hepi banget kalau saya libur. Terkadang saya dan anak-anak cuci mata di mall, atau jalan-jalan melihat candi di deket rumah. Tapi, jika saya males keluar alias dompet kosong, saya memilih menemani anak-anak bermain di kebun atau liat video Barney di rumah.


Baca juga    Candi Sari

Dan weekend  kali ini saya sedang males ke luar rumah. Ogah naik motor sambil boncengin duo anak lanang kecuali mereka udah agak besaran dikit, sedang si Bapak makin sibuk aja ama proyek dan bisnis batu akiknya #alhamdulilah yaak. Ya udah, cukup di rumah aja dan jika cuaca di luar tidak terlalu panas, saya biarkan duo anak lanang bermain di kebun sekitar rumah.

Baca juga :Beraktivitas di Luar Rumah Meningkatkan Kecerdasan Anak

Kereta Prameks melaju dari arah Jogja menuju ke Solo
Sebenarnya emaknya lebih suka kalo mereka bermain di dalam rumah, adem dan bisa sambil nonton TV, tapi mereka ga bisa dipaksa. Daripada mereka rewel saya hayukin ajah mo main ke mana . Akhir-akhir ini mereka tak hanya ngajak ma in di kebon, tapi ke pinggir desa yang sekitar 200meter dari rumah, melewati kebun dan sawah. Mau ngapain? Liat pipup pipup, kalo kata anak saya ya ng belum genap 2 tahun usianya. Tau nggak pipup-pipup itu suara apa? Yes, salah.... Yang bener suara palang pintu kereta api yang ditutup saat kereta api lewat.  Sudah ngeh kan kalau anak saya pengen lihat kereta api.
Tak hanya kereta, disini pesawat wira wiri diatas kepala


Untuk sekedar melihat kereta dari belakang rumahpun  sudah keliatan, tapi nampaknya duo anak lanang kurang puas dan mengajak saya ke pinggir desa dimana ada rel kereta api disana. Yang pasti saya belum pernah mengajak ke sana sebelumnya, mungkin di ajak simbahnya. Padahal itu berbahaya, karena mereka bermain tepat dipinggir rel. Tapi saya juga nggak mungkin menyalahkan simbah, karena beliau sudah berbaik hati momong anak saya.


Mas hepi banget saat saya membolehkan dia untuk bermain di sungai

Duo anak lanang hepi banget kalau main di pinggir desa, suasananya sejuk, dekat sawah, ada kali kecil, tanah untuk bermain cukup lapang dan pemandangannya indah. Kalau dibilang berbahaya memang benar,  untuk itulah perlu pengawasan orang dewasa. Tapi untuk menjangkau rel juga tidak mungkin, karena rel berada agak tinggi diatas batu-batu dan duo anak lanang bakal kesulitan saat menaikinya. Saat ada kereta lewat pun mereka spontan lari ke pinggir, menjauh dari rel sekitar 15 meteran.

Basecamp kami, si emak apalah-apalah dan duo anak lanang

Basecamp, saya menamai tempat itu basecamp pastinya kami "klaim"empat bermain kami. Karena ternyata tak hanya duo anak lanang yang senang bermain di pinggir desa, saya pun ketularan seneng nongkrong disana. Saat hari  libur, atau pulang kantor agak siangan, saya pasti menemani duo anak lanang bermain di basecamp kami. Gapapalah diaku-aku, toh ga ada yang suka nongrong disana kecuali kami dan para petani atau penggembala kambing.

Bicara tentang kereta api, kayaknya semua anak kecil suka ya ama pipup pipup, tak hanya anak-anak saya, anak tetangga pun juga suka dan jingkrak-jingkrak kegirangan saat ada kereta lewat. Pastinya mereka tak sampai di pinggir rel, hanya di belakang rumah saya. Atau kalian bisa lihat di timur stasiun Lempuyangan Jogja, banyak orang tua mengajak anak kecil melihat kereta, bahkan saking banyaknya pengunjung ada penjual jajanan dan mainan anak pula.

Temans Aprint, waktu kecil dulu suka liat pipup pipup nggak?

Comments

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …