Skip to main content

Tersadar di Mercusuar Pantai Pandansari Bantul

Setelah puas menikmati Pantai Gua Cemara dan rasa sakit karena diPHP ama Bapak-Bapak kantor, saya dan teman yang lain mampir ke Menara Suar di Pantai Pandan Sari. Pas di sebelah timur Pantai Gua Cemara. Ide siapa coba, pastilah ide saya, yang lain mana tertarik, apalagi kalo mesti naik-naik gitu. 


Menara suar ini berada di dalam komplek kantor dengan beberapa rumah dinas. Ga pernah berharap dech ditugasin disini, sepi dan jauh dari peradaban,hehehe. Pintu pagar memang selalu ditutup, tapi jika anda ingin masuk kesini, silakan, dibuka untuk umum. Asal minta ijin pada Bapak penjaganya. 


Mercusuar digunakan sebagai petunjuk bagi pelaut-pelaut yang lepas sauh di pantai selatan.
Menurut Bapak penjaga setiap pukul setengah 6 sore, lampu mercusuar dinyalakan.  Jika Ibu-ibu lain memilih menunggu di mobil, maka saya tertarik untuk naik ke atas. Di temani Mas Dendi dan Mbak Fina serta Mbak Hartini, perlahan-lahan kami menaiki tangga dari besi. Satu pesan dari Bapak Penjaga, jika sampai atas jangan bersandar pada pagar besi karena sudah mulai rapuh. 

"OK Pak" kata saya


Ruangan dalam mercu suar tidak terlalu luas, mungkin sekitar 3,5 meter. Dengan tangga besi melingkar di tengahnya. Karena saya memang ga phobia ama ketinggian ya ayuk aja, perlahan-lahan menjejakkan kaki di tangga. Ruangan yang tertutup membuat suara terdengar menggema. Saya mendapat giliran naik terakhi kali, maklumlah junior walaupun badannya paling gede, hehhe. Ada 9 lantai yang mesti dilewati untuk sampai ke puncak mercusuar. Di lantai ke 4 saya menyalip mbak Fin dan Mb Hartini, sedang mas Dendi yang memang hobi panjat gunung dah hampir sampai di lantai 8. 

Menyerah di lantai ke 5
Sampai di lantai 5 mereka memutuskan untuk stop dan turun ke bawah, walaupun sudah saya support nampaknya mereka sudah kelelahan, saya naik sendirian dah. Suasananya sepi, bikin tengkuk merinding. Jadi ngebayangin kalo ada gempa gimana yaa..Dah parno aja. Sampai dilantai terakhir tangganya sudah tidak melingkar lagi, tapi tegak lurus seperti tangga biasa. Untuk naiknya lebih sulit karena licin. Nah , begitu sampai di anak tangga terakhir, saya pikir-pikir untuk naik ke atas, tidak ada pegangan sama sekali, hanya lantai yang licin dan dingin. Mungkin untuk naik saya bisa, tapi nanti turunnya dari lantai ke anak tangga piye, mana ga ada temen. Dan saya urung sampai di lantai teratas, dari lantai 9 saja angin lautnya terasa banget, apalagi di atas yang terbuka. Rambut sunsilk eike bisa kusut, hahaha.

Mercusuar setinggi 50 meter ini dibangun pada tahun 1997, pantas saja tangga mulai  berkarat dan rapuh. Menurut Bapak Penjaga, setelah lebaran baru ada proyek untuk merenovasi menara ini.


Pemandangan dari atas memang sangat indah, topografi Bantul terlihat dari sini. Ombak yang berkejar-kejaran di pantai selatan pun terekam jelas.  Walaupun tidak bisa sampai atas, tetep koq bisa melihat pemandangan diluar, karena tiap lantai ada sebuah jendela kaca berukuran kecil.





Dari atas sini, laut terlihat amat luas, seolah tak ada pembatasnya. Hanya langit biru di ujung sana. Betapa hebatnya Sang Pencipta, bisa melukilah  alam seindah ini. Manusia hanya satu partikel kecil yang dengan mudah tertiup angin atau dielan gelombang, saya sadar saya bukanlah apa-apa diantara hamparan dunia. Tapi kenapa saya begitu congkak? Seolah-olah sayalah yang paling hebat dan paling benar. Semoga hanya saya yang seperti itu.

Bantul, 29 Mei 2015

Comments

  1. Waktu kuliah dulu saya pernah naik ke mercusuar itu...

    ReplyDelete
  2. aku kenal deh bangunan ini samaa kaya film "pocong juga selfie" bener g sih :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…