Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Antara Sahabat, Panggilan dan Gereja

suasana persiapan misa perkawinan Luluk dan Mas Teddy

Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 7 Juni 2015 saya menghadiri misa perkawinan dan pesta pernikahan sahabat saya. Namanya Luluk dan Mas Teddy, kebetulan keduanya teman gereja saya. Sama-sama aktivis gereja, jika yang satu mahir membaca Bacaan Injil/Lektor satunya organis gereja. Benar-benar pasangan yang serasi.

T ak hanya mereka, sayapun turut bahagia, setelah bertahun-tahun menjalin hubungan, naik turunnya perjalanan cinta, bahkan sempat LDRan, tak menyurutkan cinta mereka. Karena lama tak bersua dengan mereka, saya kurang begitu tahu persiapan mereka sebelum merid. Dan ternyata ada surprise, souvenir pernikahan mereka sebuah dompet cantik dan CD berisi lagu ciptaan mereka dan mereka nyanyikan sendiri. 

Misa perkawinan diadakan di gereja Jombor Ceper Klaten, gereja dimana saya dan Luluk beribadah sejak kecil. Mungkin lebih dari setengah tahun saya tidak menginjakkan kaki dan mengikuti ibadah di gereja ini. Walaupun hati sangat ingin, tapi karena jarak, saya lebih sering mengikuti misa di gereja Kalasan dekat rumah.

Mengikuti misa disini terasa lebih syahdu dan sakral. Apalagi suasananya tidak seramai Gereja Kota Baru. Beribadah disini saya lebih bisa "merinding" saat berdoa pada Tuhan. Dan berada di gereja ini hati merasa lebih ayem dan tentrem.
 
Salah satu hal yang membuat slalu rindu datang ke gereja masa kecil adalah bisa bertemu dengan kawan lama. Teman semasa komuni pertama, teman paduan suara, teman mudika, ahh kembali ke gereja ini slalu membawa kenangan lama. Kenangan masa remaja dan muda, masa dimana jiwa masih menggebu-gebu dan bersemangat bekerja di ladang Tuhan. Terlebih saat hari besar dimana banyak aktivitas yang harus dilakukan, dekor di tengah malam, latihan koor, tugas parkir, serasa manusia paling sibuk, tapi itu semua sangat menyenangkan, karena semua demi Tuhan.
Begitupun saat menghadiri misa perkawinan kemarin, saya bertemu banyak kawan lama. Seperti saya yang sudah berbuntut dua, kebanyakan mereka juga sudah mempunyai anak. Jika dulu kami bebas ngobrol, sekarang kami ngobrol sambil lari-larian ngejar anak.


Salah satu sahabat yang sudah bertahun-tahun tidak pernah berjumpa adalah Anis, teman di Trinity, anggota vocal grup kebanggan kami dulu. Di gambar dia mengenakan baju jubah putih dan berkerudung abu-abu. Ya, dia memang menjadi suster. Panggilan untuk hidup selibat, jauh dari kehidupan duniawi dan melayani Tuhan begitu kuat, dan 6 tahun yang lalu dia memutuskan untuk menjadi suster. Saat bertemu Anis, saya hampir menangis, ada keharuan dan kebanggan. Dia mampu menjawab panggilan Tuhan Yesus dan menjadi suster Gemma. Ahh, jalan hidup kami memang berbeda, saya masih saja sibuk mencari kebahagian duniawi yang fana.


Jalan hidup setiap orang memang berbeda. Banyak pilihan, tapi takdir yang kuasa menentukan. Apapun pilihan kita masing-masing, pastilah yang terbaik bagi kita. Panggilan hidup setiap orang tak ada yang sama, Tuhan sudah memilih mana yang terbaik bagi kita. 

Heppi wedding Luluk dan Mas Teddy, semoga bahagia selamanya, karang dan ombak hanyalah tempaan agar kita semakin kuat. Semoga cepet dikaruniai momongan, biar tau rasanya "pusing pala berbie" momong tuyul2 usil, hehehe..

Buat suster Gemma, semoga kau juga slalu bahagia, semoga Tuhan Yesus slalu mendampingi dan menguatkanmu. Semoga kau semakin bersemangat melayani Tuhan dan sesama.

Semoga semua umat berbahagia.

Selamat malam, Berkah Dalem.

Comments

  1. Gw juga lebih suka beribadah di tempat masa kecil, banyak kenangan bareng temen2 main dulu

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…