Sunday, 14 June 2015

Antara Sahabat, Panggilan dan Gereja

suasana persiapan misa perkawinan Luluk dan Mas Teddy

Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 7 Juni 2015 saya menghadiri misa perkawinan dan pesta pernikahan sahabat saya. Namanya Luluk dan Mas Teddy, kebetulan keduanya teman gereja saya. Sama-sama aktivis gereja, jika yang satu mahir membaca Bacaan Injil/Lektor satunya organis gereja. Benar-benar pasangan yang serasi.

T ak hanya mereka, sayapun turut bahagia, setelah bertahun-tahun menjalin hubungan, naik turunnya perjalanan cinta, bahkan sempat LDRan, tak menyurutkan cinta mereka. Karena lama tak bersua dengan mereka, saya kurang begitu tahu persiapan mereka sebelum merid. Dan ternyata ada surprise, souvenir pernikahan mereka sebuah dompet cantik dan CD berisi lagu ciptaan mereka dan mereka nyanyikan sendiri. 

Misa perkawinan diadakan di gereja Jombor Ceper Klaten, gereja dimana saya dan Luluk beribadah sejak kecil. Mungkin lebih dari setengah tahun saya tidak menginjakkan kaki dan mengikuti ibadah di gereja ini. Walaupun hati sangat ingin, tapi karena jarak, saya lebih sering mengikuti misa di gereja Kalasan dekat rumah.

Mengikuti misa disini terasa lebih syahdu dan sakral. Apalagi suasananya tidak seramai Gereja Kota Baru. Beribadah disini saya lebih bisa "merinding" saat berdoa pada Tuhan. Dan berada di gereja ini hati merasa lebih ayem dan tentrem.
 
Salah satu hal yang membuat slalu rindu datang ke gereja masa kecil adalah bisa bertemu dengan kawan lama. Teman semasa komuni pertama, teman paduan suara, teman mudika, ahh kembali ke gereja ini slalu membawa kenangan lama. Kenangan masa remaja dan muda, masa dimana jiwa masih menggebu-gebu dan bersemangat bekerja di ladang Tuhan. Terlebih saat hari besar dimana banyak aktivitas yang harus dilakukan, dekor di tengah malam, latihan koor, tugas parkir, serasa manusia paling sibuk, tapi itu semua sangat menyenangkan, karena semua demi Tuhan.
Begitupun saat menghadiri misa perkawinan kemarin, saya bertemu banyak kawan lama. Seperti saya yang sudah berbuntut dua, kebanyakan mereka juga sudah mempunyai anak. Jika dulu kami bebas ngobrol, sekarang kami ngobrol sambil lari-larian ngejar anak.


Salah satu sahabat yang sudah bertahun-tahun tidak pernah berjumpa adalah Anis, teman di Trinity, anggota vocal grup kebanggan kami dulu. Di gambar dia mengenakan baju jubah putih dan berkerudung abu-abu. Ya, dia memang menjadi suster. Panggilan untuk hidup selibat, jauh dari kehidupan duniawi dan melayani Tuhan begitu kuat, dan 6 tahun yang lalu dia memutuskan untuk menjadi suster. Saat bertemu Anis, saya hampir menangis, ada keharuan dan kebanggan. Dia mampu menjawab panggilan Tuhan Yesus dan menjadi suster Gemma. Ahh, jalan hidup kami memang berbeda, saya masih saja sibuk mencari kebahagian duniawi yang fana.


Jalan hidup setiap orang memang berbeda. Banyak pilihan, tapi takdir yang kuasa menentukan. Apapun pilihan kita masing-masing, pastilah yang terbaik bagi kita. Panggilan hidup setiap orang tak ada yang sama, Tuhan sudah memilih mana yang terbaik bagi kita. 

Heppi wedding Luluk dan Mas Teddy, semoga bahagia selamanya, karang dan ombak hanyalah tempaan agar kita semakin kuat. Semoga cepet dikaruniai momongan, biar tau rasanya "pusing pala berbie" momong tuyul2 usil, hehehe..

Buat suster Gemma, semoga kau juga slalu bahagia, semoga Tuhan Yesus slalu mendampingi dan menguatkanmu. Semoga kau semakin bersemangat melayani Tuhan dan sesama.

Semoga semua umat berbahagia.

Selamat malam, Berkah Dalem.

2 comments:

  1. Gw juga lebih suka beribadah di tempat masa kecil, banyak kenangan bareng temen2 main dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berasa lebih khidmat n nyaman ya Mas,

      Delete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts