Skip to main content

Kisah Sukses Bu Enny Sigit, Depo Minyak Kutus-Kutus di Yogyakarta

"Bantu orang dulu, tolong orang dulu, setelah menolong rejeki pasti akan datang" itu pedoman yang dipegang oleh Servasius Bambang Pranoto, penemu Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras yang sekarang juga menjadi pegangan Ibu Enny Sigit dalam menolong orang disekitarnya sembuh dari sakit sekaligus membantu para reseller yang notabene teman, saudara dan handai taulan untuk menambah perekonomian keluarga dengan berjualan Minyak Kutus-Kutus.
Sabtu sore yang cerah saya berkunjung ke rumah Ibu Enny Sigit di kawasan Babarsari. Perempuan setengah baya yang masih terlihat enerjik. Keceriaan terpancar dari wajah beliau, meski sore itu tidak mengenakan makeup tapi Ibu Enny nampak segar dan bersemangat. Tak terlihat sedikit pun beliau pernah menderita berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk radang sendi yang mengharuskan lutut beliau disuntik dan disedot secara rutin. 
Beliau dengan ramah mempersilakan saya masuk ke rumahnya. Kami ngobrol di ruang depan yang sudah disulap seperti toko Mi…

Antara Sahabat, Panggilan dan Gereja

suasana persiapan misa perkawinan Luluk dan Mas Teddy

Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 7 Juni 2015 saya menghadiri misa perkawinan dan pesta pernikahan sahabat saya. Namanya Luluk dan Mas Teddy, kebetulan keduanya teman gereja saya. Sama-sama aktivis gereja, jika yang satu mahir membaca Bacaan Injil/Lektor satunya organis gereja. Benar-benar pasangan yang serasi.

T ak hanya mereka, sayapun turut bahagia, setelah bertahun-tahun menjalin hubungan, naik turunnya perjalanan cinta, bahkan sempat LDRan, tak menyurutkan cinta mereka. Karena lama tak bersua dengan mereka, saya kurang begitu tahu persiapan mereka sebelum merid. Dan ternyata ada surprise, souvenir pernikahan mereka sebuah dompet cantik dan CD berisi lagu ciptaan mereka dan mereka nyanyikan sendiri. 

Misa perkawinan diadakan di gereja Jombor Ceper Klaten, gereja dimana saya dan Luluk beribadah sejak kecil. Mungkin lebih dari setengah tahun saya tidak menginjakkan kaki dan mengikuti ibadah di gereja ini. Walaupun hati sangat ingin, tapi karena jarak, saya lebih sering mengikuti misa di gereja Kalasan dekat rumah.

Mengikuti misa disini terasa lebih syahdu dan sakral. Apalagi suasananya tidak seramai Gereja Kota Baru. Beribadah disini saya lebih bisa "merinding" saat berdoa pada Tuhan. Dan berada di gereja ini hati merasa lebih ayem dan tentrem.
 
Salah satu hal yang membuat slalu rindu datang ke gereja masa kecil adalah bisa bertemu dengan kawan lama. Teman semasa komuni pertama, teman paduan suara, teman mudika, ahh kembali ke gereja ini slalu membawa kenangan lama. Kenangan masa remaja dan muda, masa dimana jiwa masih menggebu-gebu dan bersemangat bekerja di ladang Tuhan. Terlebih saat hari besar dimana banyak aktivitas yang harus dilakukan, dekor di tengah malam, latihan koor, tugas parkir, serasa manusia paling sibuk, tapi itu semua sangat menyenangkan, karena semua demi Tuhan.
Begitupun saat menghadiri misa perkawinan kemarin, saya bertemu banyak kawan lama. Seperti saya yang sudah berbuntut dua, kebanyakan mereka juga sudah mempunyai anak. Jika dulu kami bebas ngobrol, sekarang kami ngobrol sambil lari-larian ngejar anak.


Salah satu sahabat yang sudah bertahun-tahun tidak pernah berjumpa adalah Anis, teman di Trinity, anggota vocal grup kebanggan kami dulu. Di gambar dia mengenakan baju jubah putih dan berkerudung abu-abu. Ya, dia memang menjadi suster. Panggilan untuk hidup selibat, jauh dari kehidupan duniawi dan melayani Tuhan begitu kuat, dan 6 tahun yang lalu dia memutuskan untuk menjadi suster. Saat bertemu Anis, saya hampir menangis, ada keharuan dan kebanggan. Dia mampu menjawab panggilan Tuhan Yesus dan menjadi suster Gemma. Ahh, jalan hidup kami memang berbeda, saya masih saja sibuk mencari kebahagian duniawi yang fana.


Jalan hidup setiap orang memang berbeda. Banyak pilihan, tapi takdir yang kuasa menentukan. Apapun pilihan kita masing-masing, pastilah yang terbaik bagi kita. Panggilan hidup setiap orang tak ada yang sama, Tuhan sudah memilih mana yang terbaik bagi kita. 

Heppi wedding Luluk dan Mas Teddy, semoga bahagia selamanya, karang dan ombak hanyalah tempaan agar kita semakin kuat. Semoga cepet dikaruniai momongan, biar tau rasanya "pusing pala berbie" momong tuyul2 usil, hehehe..

Buat suster Gemma, semoga kau juga slalu bahagia, semoga Tuhan Yesus slalu mendampingi dan menguatkanmu. Semoga kau semakin bersemangat melayani Tuhan dan sesama.

Semoga semua umat berbahagia.

Selamat malam, Berkah Dalem.

Comments

  1. Gw juga lebih suka beribadah di tempat masa kecil, banyak kenangan bareng temen2 main dulu

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …