Monday, 1 June 2015

Pantai Gua Cemara Bantul

Senengnya tinggal di Bantul (baca/;ngantor di Bantul) tuh punya banyak pantai, ada Parangtritis, Kwaru, Pantai Baru , Pandansimo dan Pantai Guacemara yang saya datangi sekarang.

Ternyata tak hanya saya yang kecewa saat ga jadi diajak jalan ama suami. Ibu-ibu dikantor sayapun pada jengkel, geram dan anyel sama Bapak-bapak yang udah berulang kali janji mau nganter ke Pantai Klayar di Pacitan tapi cuma diPHPin. Dan tambah gonduknya, mereka pergi tanpa pamit dan tanpa mengajak Ibu-Ibu. Ehmmm, minta diapain tuh Bapak-Bapak.

Dan, demi memuaskan Ibu-ibu yang berkicaunya ngalahin buzzer di twitter, Bapak-bapak yang tertinggal mengajak kami mbok-mbok jalan-jalan. Yeeeyy. Thanks Mas Dendi.

Setelah dipilih-dipilih mau kemana, akhirnya Pantai Guacemara menjadi tujuan kami.


Kenapa sih namanya Pantai Gua Cemara? Karena ditepian pantai banyak pohon cemara, dan saking banyaknya, antar ranting yang satu saling terkait dengan ranting pohon lain hingga menyerupai gua. Tapi, seiring berjalannya waktu dan banyaknya pengunjung membuat pohon cemara kurang populasinya dan tak tampak seperti gua lagi.



Pohon cemara udang memang sengaja di tanam di daerah pesisir pantai selatan, guna mengurangi abrasi yang semakin meluas.  Pantai Kwaru dan Gua Cemara bisa dibilang lumayan berhasil dengan program ini. Tak seperti Pantai Samas yang luas pantainya semakin berkurang tergerus ombak, bahkan rumah penduduk sebagian terkena dampak abrasi.





Sebenernya, menyenangkan Ibu-ibu itu gampang, turuti saja keinginannya, maka dia akan membalas lebih. Tapi kebalikannya, kalo dikecewain, siap-siap tutup kuping atau ear phone biar ga denger ocehan dan urusan konsumsi bakal kacau. Lihat saja, diajak ke pantai deket kantor ajah dah pada hepi, yang suka selfi ya poto-poto, yang ga tahan angin, ngumpet di balik cemara ajah kayak Bu Kabid ini.




Pantai ini menyediakan fasilitas cukup lengkap, ada gazebo, warung makan, aula pertemuan , musholla, bahkan area untuk camping juga ada.  Pantai ini cukup rindang, ga usah kawatir kepanasan disini. Menggelar tikar dan makan bersama di sini pastinya menyenangkan.





Ohya, pantai ini terletak di  Pathean desa Gadingsari Kecamatan Sanden, Bantul. Dari arah Jogja lewat jalan Bantul, tinggal lurus saja, sampai di perempatan terakhir belok kanan. Ada petunjuk jalan untuk memudahkan pengunjung koq. Ga usah kawatir keblasuk, bisa tanya saya nanti,hehehe.

Ok, kawan postingan kali ini saya akhir saya akhiri dengan gambar saya yang ternyata makin  membulat saja. Pantas, ban motor saya akhir-akhir ini sering  kempes :((



8 comments:

  1. Pantainya cakeeepppp....
    Msihasri gt ya mak..
    Serasa milik pribadi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, banyak pohonnya bikin adem

      Delete
  2. Huuhuuhuuu.... waktu aku kesana ujan dereeess :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga bisa keliling2 donk mak. Kpn2 ke Bantul lg ya

      Delete
  3. Pantai yang indah, meskipun bukan pasir putih, tapi hawa sejuknya terasa, karena banyak tanaman disana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, pantai daerah bantul ga ada yg pasir putih, tp tetep cantik koq

      Delete
  4. hahahhaha bapak2nya yg ninggalin gegeri ae mak....
    tapi pantainya enak ya g terlalu padat...

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts