Skip to main content

Pantai Gua Cemara Bantul

Senengnya tinggal di Bantul (baca/;ngantor di Bantul) tuh punya banyak pantai, ada Parangtritis, Kwaru, Pantai Baru , Pandansimo dan Pantai Guacemara yang saya datangi sekarang.

Ternyata tak hanya saya yang kecewa saat ga jadi diajak jalan ama suami. Ibu-ibu dikantor sayapun pada jengkel, geram dan anyel sama Bapak-bapak yang udah berulang kali janji mau nganter ke Pantai Klayar di Pacitan tapi cuma diPHPin. Dan tambah gonduknya, mereka pergi tanpa pamit dan tanpa mengajak Ibu-Ibu. Ehmmm, minta diapain tuh Bapak-Bapak.

Dan, demi memuaskan Ibu-ibu yang berkicaunya ngalahin buzzer di twitter, Bapak-bapak yang tertinggal mengajak kami mbok-mbok jalan-jalan. Yeeeyy. Thanks Mas Dendi.

Setelah dipilih-dipilih mau kemana, akhirnya Pantai Guacemara menjadi tujuan kami.


Kenapa sih namanya Pantai Gua Cemara? Karena ditepian pantai banyak pohon cemara, dan saking banyaknya, antar ranting yang satu saling terkait dengan ranting pohon lain hingga menyerupai gua. Tapi, seiring berjalannya waktu dan banyaknya pengunjung membuat pohon cemara kurang populasinya dan tak tampak seperti gua lagi.



Pohon cemara udang memang sengaja di tanam di daerah pesisir pantai selatan, guna mengurangi abrasi yang semakin meluas.  Pantai Kwaru dan Gua Cemara bisa dibilang lumayan berhasil dengan program ini. Tak seperti Pantai Samas yang luas pantainya semakin berkurang tergerus ombak, bahkan rumah penduduk sebagian terkena dampak abrasi.





Sebenernya, menyenangkan Ibu-ibu itu gampang, turuti saja keinginannya, maka dia akan membalas lebih. Tapi kebalikannya, kalo dikecewain, siap-siap tutup kuping atau ear phone biar ga denger ocehan dan urusan konsumsi bakal kacau. Lihat saja, diajak ke pantai deket kantor ajah dah pada hepi, yang suka selfi ya poto-poto, yang ga tahan angin, ngumpet di balik cemara ajah kayak Bu Kabid ini.




Pantai ini menyediakan fasilitas cukup lengkap, ada gazebo, warung makan, aula pertemuan , musholla, bahkan area untuk camping juga ada.  Pantai ini cukup rindang, ga usah kawatir kepanasan disini. Menggelar tikar dan makan bersama di sini pastinya menyenangkan.





Ohya, pantai ini terletak di  Pathean desa Gadingsari Kecamatan Sanden, Bantul. Dari arah Jogja lewat jalan Bantul, tinggal lurus saja, sampai di perempatan terakhir belok kanan. Ada petunjuk jalan untuk memudahkan pengunjung koq. Ga usah kawatir keblasuk, bisa tanya saya nanti,hehehe.

Ok, kawan postingan kali ini saya akhir saya akhiri dengan gambar saya yang ternyata makin  membulat saja. Pantas, ban motor saya akhir-akhir ini sering  kempes :((



Comments

  1. Pantainya cakeeepppp....
    Msihasri gt ya mak..
    Serasa milik pribadi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, banyak pohonnya bikin adem

      Delete
  2. Huuhuuhuuu.... waktu aku kesana ujan dereeess :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga bisa keliling2 donk mak. Kpn2 ke Bantul lg ya

      Delete
  3. Pantai yang indah, meskipun bukan pasir putih, tapi hawa sejuknya terasa, karena banyak tanaman disana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, pantai daerah bantul ga ada yg pasir putih, tp tetep cantik koq

      Delete
  4. hahahhaha bapak2nya yg ninggalin gegeri ae mak....
    tapi pantainya enak ya g terlalu padat...

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Ekowisata Taman Air : Obyek Wisata Keluarga di Tlatar Boyolali

Di bulan September kemaren Bapak dan Ibuk saya merayakan hari lahirnya, sayang si anak wedok ayu dewe alias saya lupa ngucapin selamat ke mereka berdua. Ah, semoga mereka maklum dan tidak mengutuk saya jadi kodok #kungkong. Dan untuk menebus dosa saya, minggu kemaren saya mengajak Bapak dan Ibuk makan-makan di Tlatar Boyolali, pastinya bareng keluarga besar alias adik-adik saya .

Beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat masih SMA saya beberapa kali ke Umbul Tlatar, dan seingat saya dulu hanya ada kolam renang, tempat mancing dan rumah makan. Kemaren saya agak terkejut dengan suasana di Umbul Tlatar yang sangat berbeda. Tampilannya lebih cantik dan fasilitasnya lengkap. Kaget aja kok ada hutan kecil dengan sungai  yang mengalir ditengahnya. Duo anak lanang langsung ribut pengen nyemplung kali begitu turun dari mobil.
Ada beberapa pemancingan di Umbul Tlatar, pengunjung diharuskan membayar tiket sebesar 3000 rupiah per orang dan parkir mobil sebesar 5000 rupiah. Saya memilih pemancingan…