Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Belajar dari Olga


entertainmentseruu.com
Jumat sore status BBM teman-teman saya serentak hampir mirip isinya. RIP Olga Syahputra. Mak deg, saya ikut kaget dan langsung googling di media online dan spontan nyalain tipi, memastikan kebenaran berita tersebut.  Hampir di semua stasiun tivi juga menampilkan running text "Olga Syahputra meninggal dunia, Jumat, 27 Maret pukul 17.30 di rumah sakit Mount Elisabeth Singapura"

Jujur, saya sedih, bahkan menangis saat video mengenang almarhum diputar berulang-ulang. Walaupun saya tidak ngefans dan bukan anggota Olga Lover, dan Olga pun tak tahu saya, saya beneran merasa kehilangan.Saya kira saya terlalu lebay hingga merasa sedih, tapi ternyata di status teman-teman FB saya juga menyatakan sangat sedih kehilangan Olga. Disaat berharap kesembuhan Olga dan suatu saat bisa melihat tingkah lucunya, ternyata harapan itu pupus, dia dipanggil Sang Khalik disaat puncak karir. 
Ya, benar-benar puncak karir, setahun yang lalu sebelum terkena Meningitis dan Tumor Getah bening, hampir di semua stasiun tivi dan acara ada sang komedian yang terkadang bergaya seperti perempuan. Walau terkadang "bocor" saat melawak, tapi dia tidak berniat buruk, hanya sekedar bercanda, seperti tutur sahabat dekatnya.

Yah, nasib orang memang tak ada yang tak tahu, begitupun Olga, dengan perjuangan yang keras dia telah berhasil menjadi artis, pelawak dan presenter acara kondang. Dari anak-anak biasa yang sangat pemalu, telah bermetamorfosis menjadi orang yang lihai tampil dilayar kaca.

Perjuangan dari nol memang dilalui artis kelahiran 32 tahun yang lalu. Ah jadi ingat kalau Olga seusia saya, dan dia harus kembali ke haribaanNya. Tapi dia telah menghibur banyak orang, membahagiakan keluarga dan orang terdekat, membantu banyak kaum papa dan memberi sedekah kepada ribuan anak yatim. Jadi bertanya pada diri sendiri, apa yang sudah saya lakukan bagi orang lain?

Mungkin, ini yang harus kita teladani dari Olga yang mungkin dinilai sebelah mata oleh banyak orang, tapi saat pemakaman jenazahnya, membuktikan begitu banyak orang menyayangi dan merasa kehilangan dengan sosok cerianya, sosok yang bisa "menghidupkan" dan membahagiakan. Ditengah simpang siur penyakit yang di derita, semoga ini merupakan yang terbaik bagi Olga, waktu yang diberikan oleh Tuhan sudah habis, dan saatnya Olga berisitirahat setelah bekerja sangat keras.

Menjadi sukses memang tak semudah membalikkan telapak tangan, beda cerita dengan anak orang kaya yang tinggal nodong uang, rumah, jabatan dan semuanya bisa didapat dengan mudah. Olga mendapatkan kesuksesan dengan berjuang sangat keras, dia bersemangat berlatih di sanggar Ananda dan berlatih laggi saat malamnya. Dia belajar lebih keras dari orang lain, dan pantas saja jika Olga juga mendapat lebih dan lebih segalanya dari orang lain.

Saat semua didapatpun Olga masih harus bekerja lebih lama, dari pagi sampai tengah malam dia harus siaran live. Saya tidak bisa membayangkan betapa lelah raga dan jiwanya. Kapan dia beristirahat? Terkadang  saya menilai dia "kemaruk" dan terlalu serakah, tapi dia tak sepenuhnya salah, seperti kata pepatah mumpung ada kesempatan atau kesempatan tak datang dua kali, dan dia tidak mau melewatkan hal itu.

Sayang, rupanya raganya lelah dan pola makan, istirahat ataupun pola hidup yang dijalani tak sepadan dengan kerasnya hidup yang dijalani.

Kehilangan Olga pasti menjadi cobaan yang berat bagi keluarganya, sebagai anak sulung dan tulang punggung keluarga menjadikan Olga tumpuan ekonomi keluarga. Semoga, keluarga diberi ketabahan dan kuat menjalani ujian ini.

Ehm, kehilangan memang menyisakan kesedihan dan kepedihan, tapi semua sudah ada waktunya dan kita tak dapat menahannya.

Selamat jalan Olga, semoga kamu disana bahagia, 
beristirahat dengan tenang dan tak perlu lagi  bersusah payah membuat orang lain tersenyum. 
Yah, waktumu di dunia memang sudah habis, 
sekarang saatnya kamu lebih berbahagia, saatnya raga jiwamu lepas dari kepenatan hidup.
Selamat jalan Olga, semoga jalanmu lapang dan bahagia disisiNya, 
semangatmu akan menjadi obor bagi orang lain untuk slalu berjuang lebih keras,
rasa ibamu mengilhami orang lain untuk lebih peduli bagi orang tak mampu
dan senyum ceriamu slalu mencerahkan kehidupan banyak orang.

Selamat jalan Olga,
We Love You
Jogja,  1 April 2015


Comments

  1. sejak tau latar sakitnya olga, aku jadi ga lagi ngoyo sama target2 mba. ga mau juga kan kalo kita udah bergelimang harta, tapi kita ga bisa menikmati hidup..

    ReplyDelete
  2. saya juga sama sekali bukan penggemar Olga... gak suka aksinya di tv saat masih hidup.. tapi tetap saya simpatik sekali sama sifat almarhum yg begitu murah hati berbagi pada sesama :')

    ReplyDelete
  3. saya termasuk orang yang sangat kaget ketika mendengar berita kematian Olga, sebagai orang yang sama-sama susah, saya sangat menghargai semua perjuangan yang dia lakukan. terlebih lagi niat tulusnya yang berbagi dengan sesama, membuat saya semakin salut dengan beliau. Terlepas dari semua kontroversinya, menurut saya "tak ada gading yang tak retak", atau londo ne bilang "no body is perfect",, satu pelajaran berharga yang saya petik dari Olga, "tak perlu sempurna untuk berbagi dengan sesama".. Selamat jalan Olga, semoga semua amal ibadah mu itu menjadi bekal terindah dalam perjalanan panjangmu.

    ReplyDelete
  4. Sudah banyak keceriaan dan kebaikan yang dilakukan Olga untuk orang lain. Banyaknya orang yang mengantar kepergian Olga menunjukkan bahwa Olga dicintai banyak orang. Selamat jalan Olga, smoga tenang dan bahagia di sisiNya.

    ReplyDelete
  5. Saya pun sedih Mba walau bukan fans nya, apalagi fans nya pasti sedih banget ya ?
    Semoga alm mendapat tempat yg layak disisi Nya amin

    ReplyDelete
  6. Ikutan sedih dan merinding deh liat yang mengantar..saat dimakamkan, kita ada disekitaran pondok kelapa....wah ramainya gak ketulungan kala itu..

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …