Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Team Hoyt


Sudah ratusan kali saya melihat video ini, dan ratusan kali pula saya berusaha menahan air mata agar tidak menetes, tapi tetap saja saya slalu tergugu dan speechless saat menyaksikan video ini. Mungkin kalian juga pernah melihat video ini, di Youtube atau mungkin diputar saat seminar motivasi. Karena video ini memang sangat menginspirasi dan sering digunakan para motivator untuk menggugah jiwa dan semangat para peserta.

Team Hoyt
runrunlive.com

Siapakah  mereka? Mereka adalah Dick Hoyt yang dan anak lelakinya Rick Hoyt. Rick Hoyt terlahir dengan keterbatasan. Sejak lahir dia menderita cerebral Palsy atau kelumpuhan otak adalah suatu kondisi terganggnya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan dan kemampuan berpikir. Rick lahir pada tahun 1962, karena kekurangan ogsigen saat proses persalinan menyebabkan dia terkena cerebral palsy.  Meski keadaan putranya tidak normal, tapi Dick tetap mencintai dan menerima putranya apa adanya.  Padahal banyak orang tua membuang anak mereka walaupun terlahir normal, Dick dengan kasih sayang yang sangat besar dengan rasa bangga membesarkan Rick selayaknya anak normal lain, Dick dan istrinya Judy mengingkan kehidupan yang normal bagi anak mereka dan menyekolahkan ke sekolah umum, mereka tidak malu dan mengenalkan Rick ke dunia luar.


Karena tidak dapat berjalan, mendengar dan bergerak, Rick menggunakan kursi roda khusus dan lewat komputer khusus dia berkomunikasi. Sungguh, betapa besar jiwa Dick dan istrinya yang tegar menghadapi ujian seperti itu. Mempunyai anak yang normal saja sudah membuat saya kewalahan, apalagi mereka yang karena kasih dan cintanya pada Rick melakukan hal yang luar biasa.

Saat umur 15 tahun Rick  ingin mengikuti lomba lari 5 mil dan ayahnya menyanggupi, Dick berlari sambil mendorong kursi roda Rick, berlari dan terus berlari, tanpa peduli peluh dan lelah. Lihat, Rick bisa tertawa. Senyum dan tawa lebar Rick mungkin hal yang paling membahagiakan bagi Dick dan Judy, pengobat hati mereka. Setelah mengikuti lomba lari, Rick berserita kepada ayahnya, saat mereka berlari Rick merasa dirinya tidak cacat. Hal itulah yang mendorong Dick selalu mengikuti lomba lari, agar anaknya merasa normal seperti anak lain.



Dick dan Rick  selalu bersama dan telah mengikuti  lebih dari 1091 even olahraga termasuk 252 triathlon, 70 maraton, 155 lomba lari dan beberapa kompetisi olahraga lain. Selama 37 tahun mereka berlari bersama, tidak hanya bagi mereka tapi bagi semua orang yang mempunyai anak berkebutuhan khusus. Tak hanya berlari, di kompetisi triathlon mereka harus berenang bersama.