Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Gua Jepang Pundong, Saksi Bisu Penjajahan Jepang

"Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui"

Tampak luar Gua Jepang
Yups, sambil monitoring lokasi pembangunan di daerah Pundong, saya mengajak teman saya untuk mampir ke Gua Jepang di daerah ini. Mengingat saya tidak mungkin ke tempat ini sendirian, disamping tempatnya jauh, jalannya juga menanjak banget. Beruntung, teman saya handal dalam menyetir dan sudah paham dengan jalan terjal dan berliku untuk menuju Gua Jepang ini.
Jalan menuju puncak Surocolo
Jogja mempunyai 2 Gua Jepang, satu di Sleman dan satunya di Pundong ini. Ada 18 gua di lokasi ini, 15 gua masuk dalam wilayah Bantul, sedang yang tiga berada di wilayah Gunung Kidul. Untuk menuju tempat ini tidak terlalu sulit, karena searah dengan Pantai Parangtritis, sebelum jembatan Kretek belok ke kiri dan memasuki wilayah Pundong .Gua ini berada di dusun Ngreco dan Poyahan Desa Seloharjo, Pundong. Gua Jepang merupakan peninggalan PD II, pada jaman dulu digunakan sebagai sarana militer di masa pendudukan Jepang pada tahun 1942-1945.


Salah satu Gua Jepang

Sayang, banyak tangan jahil yang membuat situs ini terlihat kotor

Sisi dalam gua Jepang
Fungsi Gua Jepang dulu digunakan untuk dapur umum, goa pengintai, tempat persembunyian dan gua pertahanan. Ada juga gua yang lorongnya tembus ke gua yang lain. Karena fungsinya yang berlainan, tak heran bentuknya pun beragam. Ada yang kotak pendek, ada yang lebar dan ada juga yang panjang.




Gua Jepang ini menjadi salah satu saksi bisu penjajahan Jepang di negeri ini. Untuk membangun gua dengan cor semen ini, Jepang mengerahkan tangan-tangan orang Jawa untuk kerja paksa(Romusha) di tahun 1942. Sudah, lupakanlah masa lalu, penjajahan memang tidak pernah berperikemanusiaan, setidaknya jangan sampai tragedi itu terulang kembali.

Jujur, saya dan kawan2 saya heran, bagaimana cara orang jaman dulu membangun tempat ini. Bangunannya terlihat sangat kokoh dan kuat. Berbeda dengan bangunan jaman sekarang. Kemudian, bagaimana bahan bangunan dibawa dari bawah, mengingat dulu tidak ada jalan aspal. 

Ohya, dari puncak bukit kita bisa melihat Australia lho,, ahaay, lebay, kita bisa melihat sepanjang pantai selatan. Hamparan laut biru terpampang di depan mata, cantiknya anugrah Tuhan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Pantai selatan terlihat dari sini

Add caption

Diantara rerimbunan pohon
SITUS SUROCOLO

Setelah puas berjalan-jalan melihat Gua-gua, saatnya pulang dan jangan lupa mampir di situs Surocolo. Situs ini berada tepat 3km di bawah bukit Gua Jepang.  Ada sendang Surocolo dan tiga buah gua, yaitu Gua Surocolo, Gua Tawas dan Gua penek.  Mau tahu tentang Gua Surocolo/Gua Sunan Mas, baca disini ya.

Dan, inilah kawan setia yang walaupun sudah berumur, tetap tangguh mengantar kami berkeliling Bantul, tengkyuu si biruuu.

Si Biru andalan bag AP






Comments

  1. pemandangan bagus ya mak.. tapi horor ya pas masuk ke guanya.. makasih liputannya yaa.. mampir ke sini juga untuk tukeran info wisata ya mak prima.. www.tamasyaku.com

    ReplyDelete
  2. Wah, menarik. Kalo ke gua Jepang yg seperti ini di Jogja saya belum pernah berkunjung, Mak. Kapan2 semoga sempat. BTW pantai2nya indah ya... Ngingetin waktu berkunjung ke pantai Wonosari yg di Gunung Kidul :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…