Skip to main content

Kisah Sukses Bu Enny Sigit, Depo Minyak Kutus-Kutus di Yogyakarta

"Bantu orang dulu, tolong orang dulu, setelah menolong rejeki pasti akan datang" itu pedoman yang dipegang oleh Servasius Bambang Pranoto, penemu Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras yang sekarang juga menjadi pegangan Ibu Enny Sigit dalam menolong orang disekitarnya sembuh dari sakit sekaligus membantu para reseller yang notabene teman, saudara dan handai taulan untuk menambah perekonomian keluarga dengan berjualan Minyak Kutus-Kutus.
Sabtu sore yang cerah saya berkunjung ke rumah Ibu Enny Sigit di kawasan Babarsari. Perempuan setengah baya yang masih terlihat enerjik. Keceriaan terpancar dari wajah beliau, meski sore itu tidak mengenakan makeup tapi Ibu Enny nampak segar dan bersemangat. Tak terlihat sedikit pun beliau pernah menderita berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk radang sendi yang mengharuskan lutut beliau disuntik dan disedot secara rutin. 
Beliau dengan ramah mempersilakan saya masuk ke rumahnya. Kami ngobrol di ruang depan yang sudah disulap seperti toko Mi…

#PrayForAirAsiaQZ8501




Mungkin sayalah orang paling cupdate alias ga update pekan kemaren. Mengapa? Karena sampai hari ke 2 selepas hilangnya pesawat milik AirAsia QZ 8501, saya sama sekali ga tau ada pesawat hilang kontak. Pada hari Minggu (28 Desember) saya masih diperjalanan dari rumah ke Bali dan sesampai di sana sibuk kesana kemari ples ngurusin duo anak lanang. Kayaknya sih sempet buka2 status di medsos, tapi ga ngeh kalo ada pesawat ilang. Baru pas duduk2 di Krisna pusat oleh-oleh tak sengaja liat berita di salah satu stasiun TV, TV itu menayangkan proses pengambilan jenazah menggunakan pesawat. Terlihat jenazah yang sudah membengkak mengapung di laut tanpa di blur sama sekali. Saya membayangkan betapa sedihnya keluarga korban.

Ada 162 penumpang di dalam pesawat itu, dan sampai hari ini, hari ke 10, baru 37 jenazah yang berhasil di evakuasi tim Basarnas ataupun tim penolong dari negara lain. Di Selat Karimata, Pangkalan Bun  serpihan badan pesawat dan korban ditemukan. Sungguh, bencana ini menyayat hati, banyak orang kehilangan anggota keluarga, bahkan banyak yang kehilangan hampir semua anggota keluarganya.

Pesawat AirAsia dengan nomer penerbangan QZ 8501 ini hilang kontak pada Minggu pagi, 28 Desember 2014, membawa 162 penumpang dan awak pesawat dengan rute Surabaya Singapura. Kebanyakan penumpang akan mengadakan liburan Natal dan Tahun Baru di Singapura. Tapi, siapa sangka penerbangan itu mengantar mereka menuju haribaanNya. Mereka pergi dengan rasa gembira, tapi mereka kembali tinggal nama.

Tapi, disaat keluarga korban sedang melipur hatinya, banyak berita - berita yang semakin membuat sedih. Ada satu akun yang berkomentar "Semoga pesawatnya tidak ditemukan, kalo perlu hancur sekalian, agar keluarga pendeta itu meninggal semua, biar tidak bisa menyebarkan agama Kristen dan populasi umat Kristen berkurang". Sungguh, bisa-bisanya dihubung-hubungkan dengan agama para korban. Tidak semua korban beragama Nasrani kan? Segitu bencikah dengan agama itu?

Ehm.... sampai sekarang saya masih belum bisa membayangkan rasa kehilangan para keluarga korban, apalagi jika jenazah keluarga mereka belum ditemukan.

Tapi, seandainya sampai beberapa hari ke depan  masih banyak yang belum ditemukan, semoga para keluarga berbesar hati merelakan saudara mereka tidak ditemukan. Mengingat, sampai hari ke 10 baru 1/6 yang ditemukan, itupun dengan perjuangan yang luar biasa dari tim Basarnas,  TNI, tim penolong dari negara lain yang dengan rela mengirimkan pesawat  ataupun kapal untuk membantu proses evakuasi pesawat dan korban AirAsia itu.

Terlepas dari semua hiruk pikuk pemberitaan di TV ataupun medsos, sudah selayaknya kita sejenak menundukkan kepala, semoga arwah semua korban pesawat AirAsia diterima dengan layak di sisi Tuhan, bahagia disana dan keluarga yang ditinggal bisa tabah, kuat dan berbesar hati menerima bencana ini.

Hendaklah bencana ini ada hikmahnya, keselamatan sangat mahal harganya, apalagi jika tidak selamat, biayanya akan lebih mahal karena nyawa manusia tidak bisa dihargai dengan materi. Semoga, kejadian ini tidak akan terulang dan menjadi pembelajaran bagi semua maskapai, dan dinas terkait. Seperti kata Pak Mentri, Lebih baik tidak pernah berangkat, daripada tidak pernah sampai sama sekali.

Salam Damai, Berkah Dalem.

Comments

  1. Semoga para keluarga korban diberikan ketabahan yg luar biasa dan semoga upaya pencarian korban dan badan pesawat yg tenggelam segera dapat ditemukan seluruhnya,Aamiin

    ReplyDelete
  2. Amin. Makasih ya sudah mampir Mak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …